Liputan6.com, Jakarta - Stablecoin domestik yang dirancang untuk memperkuat peran mata uang nasional dapat mendorong dampak yang tidak disengaja. Salah satunya mempermudah pengguna beralih ke dolar digital.
Mengutip crypto.news, ditulis Senin, (10/8/2026), Wakil Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Dan Katz menyampaikan kekhawatiran itu pada 7 Agustus 2026, dalam sebuah pidato di Universitas Cape Town. Hal itu saat regulator sedang mempertimbangkan bagaimana stablecoin dapat mengubah lanskap pembayaran dan permintaan mata uang asing di pasar negara berkembang.
Katz menuturkan, stablecoin berbasis mata uang lokal dan dolar AS yang beroperasi pada infrastruktur blokchain yang sama dapat mempermudah konversi valuta asing. Pengguna berpotensi melakukan pertukaran antar-aset itu melalui bursa terdesentralisasi, liquidity pool atau transaksi peer-to-peer, alih-alih hanya mengandalkan bank dan pedagang mata uang konvensional.
Advertisement
"Dalam situasi tersebut, token lokal bahkan dapat mempercepat adopsi stablecoin valuta asing,” kata dia.
Akan tetapi, IMF tidak menyatakan, hasil tersebut pasti akan terjadi. Adapun stablecoin berbasis dolar AS telah memiliki keunggulan jaringan yang kuat.
Penilaian IMF bermula dari kondisi pasar stablecoin yang sebagian besar masih terkait erat dengan dolar AS.
Katz menuturkan, kapitalisasi pasar stablecoin bertahan di kisaran US$ 300 miliar atau Rp 5.340 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.800), selama setahun terakhir. Hal ini terjadi setelah sempat naik hampir tiga kali lipat antara 2021 dan 2025. Hampir 99% stablecoin dikombinasikan dalam dolar S.
Dominasi itu memberikan likuiditas yang lebih kuat dan penerimaan yang lebih luas bagi token yang didukung dolar AS di berbagai bursa, platform pembayaran dan pasar internasional.
Stablecoin berbasis mata uang domestik harus bersaing dengan efek jaringan yang sudah ada itu, bahkan ketika regulator atau perusahaan mengenalkannya sebagai alternatif.
Afrika Selatan jadi Contoh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)
Afrika Selatan memberikan contoh awal mengenai hal ini. Katz mengatakan,stablecoin berbasis dolar sejauh ini hanya mendapat sambutan terbatas di negara tersebut, tetapi stablecoin yang didenominasikan dalam mata uang rand justru menarik minat yang lebih rendah lagi. Ia mengingatkan "terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti" mengenai apakah pola tersebut akan terus berlanjut.
Laporan Tinjauan Stabilitas Keuangan (Financial Stability Review) dari Bank Sentral Afrika Selatan (South African Reserve Bank) juga mencatat peningkatan aktivitas yang melibatkan token yang dipatok terhadap dolar. Volume perdagangan stablecoin dolar AS di platform domestik melonjak dari kurang dari 4 miliar rand pada 2022 menjadi hampir 80 miliar rand selama sepuluh bulan pertama 2025.
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan sebelumnya, otoritas Afrika Selatan sedang meninjau kembali kerangka kerja mata uang digital negara tersebut, sembari memberikan penekanan lebih besar pada kasus penggunaan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency) untuk transaksi berskala besar (wholesale) dan regulasi aset digital swasta. Stablecoin domestik dapat mengalihkan lebih banyak aktivitas valuta asing ke jaringan blockchain (on-chain)
Advertisement
Kekhawatiran IMF
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
Kekhawatiran IMF berpusat pada kemudahan perpindahan antar-mata uang begitu berbagai stablecoin menggunakan infrastruktur blockchain yang sama. Pengguna yang memegang token mata uang lokal mungkin tidak perlu lagi mendatangi bank atau penyedia layanan valuta asing tradisional untuk mendapatkan aset berdenominasi dolar.
Sebaliknya, bursa terdesentralisasi dan liquidity pool dapat menyediakan pasangan perdagangan langsung antara stablecoin domestik dan stablecoin berbasis dolar. Transaksi peer-to-peer dapat menawarkan jalur alternatif lainnya. Katz menilai, hal ini dapat mengalihkan sebagian aktivitas valuta asing dari lembaga keuangan yang selama ini berperan sebagai titik pemeriksaan regulasi.
Hal ini penting karena bank dan pedagang mata uang dapat diwajibkan untuk melaporkan transaksi, menegakkan pembatasan valuta asing, dan menerapkan pengendalian arus modal. Transaksi on-chain yang menggunakan dompet dengan penyimpanan mandiri (self-custody wallets) mungkin lebih sulit dipantau oleh pihak berwenang dengan cara yang sama.
Penelitian BIS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
Penelitian dari Bank for International Settlements (BIS) juga mengangkat isu serupa. Sebuah studi yang meneliti empat stablecoin berbasis dolar dan 27 mata uang fiat menemukan bahwa lebih dari 70% akumulasi arus masuk bersih mata uang fiat ke dalam token-token tersebut berasal dari mata uang non-dolar.
Para peneliti juga menemukan adanya kaitan antara permintaan stablecoin, depresiasi mata uang, dan perbedaan harga antara pasar on-chain dan pasar valuta asing tradisional.
Penelitian BIS menemukan pola arus masuk stablecoin yang secara umum serupa di negara-negara yang menerapkan pembatasan penggunaan stablecoin lintas batas maupun yang tidak. Para peneliti menyatakan, dompet yang dikelola sendiri (self-hosted wallets) dan sifat transaksi blockchain yang melintasi batas negara dapat mengurangi efektivitas sejumlah mekanisme pengendalian konvensional.
Advertisement
Risiko Bakal Berbeda di Masing-Masing Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)
Risiko dolarisasi akan bervariasi di berbagai pasar negara berkembang. Katz menekankan dampak stablecoin tidak akan sama bagi setiap negara. Di negara-negara di mana penduduknya sudah memegang dolar dalam jumlah besar, stablecoin mungkin terutama akan menggantikan simpanan mata uang asing atau uang tunai fisik yang ada saat ini dengan alternatif digital.
Dalam skenario tersebut, peningkatan penggunaan stablecoin dapat mengubah cara masyarakat memegang dolar tanpa secara signifikan meningkatkan total permintaan mata uang asing.
Situasi bisa jadi berbeda di negara-negara di mana akses terhadap dolar dibatasi atau kepercayaan terhadap mata uang domestik lebih rendah. IMF menyatakan stablecoin dapat menyediakan jalur tambahan untuk mengakses mata uang asing di negara-negara dengan kerangka kerja makroekonomi yang lebih lemah atau adanya permintaan dolar yang tertahan.
Oleh karena itu, pada masa depresiasi mata uang atau inflasi tinggi, akses yang lebih mudah terhadap dolar digital dapat meningkatkan permintaan akan aset mata uang asing. Namun, Katz memaparkan hal ini sebagai risiko yang bergantung pada kondisi ekonomi domestik, dan bukan merupakan hasil yang tak terelakkan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949152/original/060298800_1726838740-Depositphotos_507983726_L.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4127761/original/036827200_1660802907-031614600_1660792308-Screenshot_2022-08-18_094433.jpg)