Menko Pangan Minta Maaf Soal Gonjang-Ganjing MBG, Janji Evaluasi 2 Bulan

Menko Pangan meminta maaf atas gejolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama setahun terakhir dan berjanji melakukan pembenahan dalam dua bulan ke depan.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan permohonan maaf atas gejolak yang terjadi pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama setahun terakhir. Ia berjanji pemerintah akan berbenah dan mengevaluasi seluruh kejanggalan yang ada.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan Tahun 2027 di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Anggaran yang paling besar yang kami koordinasikan itu MBG. Kami minta maaf, hampir satu tahun lebih ya, guncang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini," kata Zulkifli.

"Kami terus-menerus pada waktu itu, hampir semua kementerian menemukan berbagai kejanggalan dan sudah diambil tindakan," tambahnya.

Kini, Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—meyakini pelaksanaan program MBG akan berjalan lebih baik karena Badan Gizi Nasional (BGN) telah dipimpin oleh sosok baru, yakni Sudaryono. Ia resmi diumumkan sebagai Kepala BGN anyar untuk menggantikan Nanik S. Deyang.

"Alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar, yang terbuka dan cerdas," ujarnya.

 

Target Pembenahan 2 Bulan Ke Depan

Oleh karena itu, Zulhas meminta masyarakat untuk memberikan waktu kepada pemerintah dalam membenahi pelaksanaan program MBG. Ia menargetkan proses evaluasi dan penataan ulang (refocusing) dapat dirampungkan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Menurut Zulhas, terdapat sejumlah fokus perbaikan yang akan dilakukan pemerintah, mulai dari penanganan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga pemenuhan gizi bagi ibu hamil, menyusui, serta balita.

"Kita minta waktu dua bulan, refocusing. Kita akan menyelesaikan wilayah 3T: NTT, Papua, Maluku, yang sangat memerlukan. Itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini," jelanya.

"Kemudian, untuk ibu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil yang berjumlah 11 juta, kita akan selesaikan dalam 1–2 bulan ini," sambung Zulhas.

 

Perluasan Jangkauan Layanan

Selain itu, Zulhas menyatakan bahwa pemerintah pusat berencana menambah belasan ribu titik baru di luar Pulau Jawa guna memperluas jangkauan program MBG.

"Yang perlu agak waktu panjang—mungkin memakan waktu dua bulan—adalah menyelesaikan ada 13 ribu titik baru tambahan di luar Jawa, serta menyelesaikan 7–8 SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya. Ini kita minta waktu dua bulan," katanya.

"Insyaallah MBG 1–2 bulan mendatang akan semakin bagus, sesuai dengan harapan masyarakat. Kita akan bekerja keras dan mohon dukungannya," pungkas Zulhas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6