Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran

Trump tolak proposal damai Iran untuk buka Selat Hormuz. Harga minyak dunia langsung melonjak tajam dipicu ancaman eskalasi konflik.

Diterbitkan 28 September 2026, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan kawasan Asia, Senin (28/9/2026), usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan damai dari Iran. Proposal tersebut sejatinya diajukan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Minyak mentah berjangka AS jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 1,87% ke level US$ 94,14 per barel. Sementara itu, minyak mentah patokan internasional jenis Brent menguat 2,89% hingga menyentuh US$ 107,34 per barel.

Mengutip CNBC, Senin (28/9/2026), dengan mengutip pejabat AS yang menolak disebutkan namanya, Trump menolak tawaran bersyarat dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga menyampaikan kepada para pembantunya bahwa serangan AS ke Iran diperkirakan akan berlanjut setelah pemilu sela (midterm elections) November mendatang.

Trump kemudian mengonfirmasi secara langsung kepada wartawan bahwa dirinya telah menolak tawaran terbaru dari Teheran. "Mereka mengajukan proposal, tetapi saya menolaknya," ujar Trump.

Secara terpisah, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka berhasil mencegat serangan proyektil yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi berdukungan Iran.

Tawaran Menteri Luar Negeri Iran

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menawarkan untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut dan memulai kembali perundingan nuklir dengan Washington dalam waktu tujuh hari, asalkan pemerintahan Trump menyetujui syarat-syarat yang diajukan Teheran.

"Jika syarat-syarat tertentu dipenuhi, Selat Hormuz akan dibuka dalam tujuh hari dan perundingan akan dimulai kembali," kata Araghchi kepada wartawan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa persyaratan tersebut mencakup penghentian hal yang disebut Teheran sebagai 'tindakan agresi' AS, pencabutan blokade laut dan perang ekonomi, serta pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan.

Awal bulan ini, Trump sempat menyatakan bahwa ia memperkirakan konflik yang dipicu oleh serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu akan segera berakhir setelah pemilu sela, yang disusul dengan penurunan harga minyak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6