Liputan6.com, Dublin - Polusi udara ternyata berkaitan dengan meningkatnya risiko bunuh diri dan pikiran untuk bunuh diri.
Dikutip dari The Guardian, Jumat (18/9/2026), polusi lingkungan sudah dikenal memiliki kaitan dengan kesehatan mental yang buruk, tapi perannya dalam risiko bunuh diri masih kurang dipahami.
Para ilmuwan dari Queen’s University Belfast meneliti apakah polusi udara, kebisingan, cahaya, dan air bisa memengaruhi risiko kematian akibat bunuh diri, percobaan bunuh diri, dan perilaku bunuh diri.
Advertisement
Meta-analisis mereka terhadap 29 penelitian menemukan bahwa paparan partikel halus di udara dan nitrogen dioksida berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat bunuh diri, upaya bunuh diri, dan pikiran untuk bunuh diri.
Analisis naratif dari 16 studi lainnya menunjukkan bahwa beberapa polutan lainnya seperti dioksida belerang dan ozon, serta polusi suara, juga berkaitan dengan risiko bunuh diri yang lebih tinggi.
Para penulis berkata bahwa hasil mereka, yang terbit di Journal of Epidemiology and Community Health, menunjukkan bahwa polusi lingkungan bisa dipertimbangkan dalam strategi pencegahan bunuh diri, dan bahwa pencegahan ini harus dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat.
"Penemuan ini memberikan perhatian ke pentingnya mengakui paparan lingkungan sebagai faktor risiko yang bisa dimodifikasi dalam upaya pencegahan bunuh diri," tutur mereka.
"Menggabungkan kesehatan lingkungan ke dalam kebijakan kesehatan mental, lewat kolaborasi lintas sektor, strategi pengurangan polusi, dan intervensi kesehatan masyarakat yang terarah, bisa menjadi peran penting dalam mengurangi risiko bunuh diri dan meningkatkan kesehatan mental masyarakat secara keseluruhan," jelasnya.
Namun, para ahli lain mengungkapkan sikap hati-hati terhadap temuan tersebut.
Manajer senior research dan evidence di Samaritan, Dr. Jess Moody berkata, "Walaupun alasan dari bunuh diri sangat kompleks, hasil menunjukkan bahwa berbagai faktor bisa memengaruhi risiko bunuh diri, dan kita tidak bisa mengabaikan lingkungan tempat kita tinggal, terutama ketimpangan kondisi kehidupan. Samaritans menyambut baik penelitian yang membantu meningkatkan kesadaran akan kaitan bunuh diri dengan masalah kesehatan masyarakat yang lebih luas."
Sanggahan dari Ahli Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343214/original/050623700_1788847500-nick-fewings-LQGQbssFs-M-unsplash.jpg)
Ketua fakultas psikiatri dewasa umum di Royal College of Psychiatrists, Dr. Jon van Niekerk, berkata bahwa penelitian menunjukkan beberapa bentuk dari polusi udara mungkin bisa diasosiasikan dengan peningkatan kecil dari perilaku bunuh diri tapi tidak berkata bahwa polusi udara itu sendiri bisa menyebabkan pemikiran atau percobaan bunuh diri.
Ia menambahkan, "Polusi udara sangat berkaitan dengan faktor-faktor lain yang kita tahu bisa memengaruhi kesehatan mental, termasuk keterbatasan sosial-ekonomi, kehidupan di perkotaan, kesehatan fisik, dan perumahan."
"Studi tersebut memberikan bukti tambahan di tingkat populasi yang mendukung upaya pengurangan polusi udara yang berbahaya. Namun, temuan ini tidak boleh dipandang mendukung prediksi risiko bunuh diri pada individu ataupun sebagai indikasi bahwa hanya pengurangan polusi yang bisa menjadi langkah pencegahan bunuh diri."
Seorang ilmuwan senior di bidang epidemiologi dan ilmu data kesehatan Universitas Bristol, Dr. Rosie Cornish, menyatakan bahwa ada banyak faktor yang terasosiasi dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi dan juga peningkatan risiko bunuh diri.
"Jika polusi udara tidak benar-benar bisa menyebabkan peningkatan risiko bunuh diri, maka mengurangi polusi tidak akan membantu mencegah bunuh diri. Para peneliti tidak mengajui hal ini saat menulis kesimpulan mereka.”
Seorang profesor biostatistik di Universitas Cambridge, Dr. Stephen Burgess, berkata, "penelitian ini mencampurkan dua konsep yang pada dasarnya berbeda, yaitu hubungan sebab-akibat dan hubungan asosiasi."
"Ada faktor-faktor lain yang mungkin berpotensi menjelaskan kaitan keduanya yang mereka teliti. Misalnya, area dengan tingkat polusi yang lebih tinggi mungkin memiliki perbedaan dalam hal lain yang memengaruhi risiko bunuh diri. Penelitian ini mengidentifikasikan faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko bunuh diri, tapi dibutuhkan studi lanjutan untuk mengklaim bahwa faktor-faktor tersebut adalah penyebab dari kenaikan risikonya."
Ada lebih dari 720 ribu orang di seluruh dunia yang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO), bunuh diri adalah penyebab kematian ketiga terbesar di kalangan usia 15 sampai 29 tahun.
Advertisement
Kontak Bantuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3526369/original/099897100_1627641980-phone-2127_640.jpg)
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349713/original/097188500_1789541618-chris-leboutillier-TUJud0AWAPI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240430/original/074260900_1600313115-20200916-Kerangka-Tyrex-Terbesar-akan-Dilelang-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5690178/original/084981600_1778565670-wsw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346070/original/034534600_1789108530-warren-umoh--qycBqByWIY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345953/original/088384200_1789100156-thespaceway-mercury-6618698.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3083592/original/067902700_1584951285-areca-tree-4754234_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5358045/original/070333900_1758596310-pexels-cottonbro-6940381.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345477/original/092723400_1789034257-Homo_erectus_lantianensis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2939486/original/097139800_1571115896-school-children-walk-home-along-a-road-in-the-ogikubo-district-of-tokyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1243687/original/084009200_1464090520-Eiffel02.jpg)