Serangan ke Arab Saudi Meningkat, Riyadh Keluarkan Peringatan Darurat

Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara di Riyadh, yang pertama sejak perang AS-Iran.

Diterbitkan 19 September 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Riyadh - Otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara bagi warga Riyadh pada dini hari 19 September. Ini menjadi peringatan pertama di ibu kota sejak puncak perang Amerika Serikat dan Iran pada Maret dan April.

Dikutip dari Straits Times, Sabtu (19/9/2026), Sistem peringatan dini Arab Saudi mengirimkan notifikasi darurat kepada warga Riyadh sekitar pukul 04.00 waktu setempat dan kembali pada pukul 06.00. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai ancaman yang memicu peringatan tersebut.

Dalam kedua kejadian itu, Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan situasi berbahaya telah berlalu tak lama setelah peringatan dikeluarkan.

Peringatan serupa juga diterima sejumlah wilayah lain di Arab Saudi sepanjang malam, termasuk kota Jeddah dan Yanbu di kawasan Laut Merah serta Pulau Farasan.

Serangan ke Arab Saudi Kembali Meningkat

Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan baru sepanjang September. Kelompok Houthi yang didukung Iran dan berbasis di Yaman menargetkan sejumlah kota di wilayah barat serta infrastruktur energi Arab Saudi.

Pekan lalu, pemerintah Arab Saudi mengatakan serangan drone yang berasal dari Irak menyebabkan jalur pipa East-West yang vital terpaksa dihentikan. Irak diketahui memiliki sejumlah milisi yang mendukung Teheran.

Serangan oleh Houthi terhadap Arab Saudi juga disebut berlangsung hampir setiap hari selama sebulan terakhir. Salah satu serangan pada 17 September menyebabkan satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka di Taif.

Situasi semakin kompleks setelah Houthi meningkatkan upaya untuk memperkuat kendali atas kawasan Bab al-Mandeb di Laut Merah. Kelompok tersebut juga meraih sejumlah kemajuan di pesisir barat Yaman, termasuk mengambil alih Kota Pelabuhan Mokha dan sejumlah pulau di dekat selat tersebut.

Milisi yang didukung Iran itu juga menyatakan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah. Sejumlah kapal di jalur pelayaran tersebut telah menjadi sasaran serangan.

Jalur Laut Merah selama ini menjadi rute penting ekspor minyak Arab Saudi, terutama setelah perang Amerika Serikat dan Iran membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti.

Â