Sukses

Top 3: Facebook Blokir Pendukung Demo Anti-Lockdown di Jerman

Liputan6.com, Berlin - Facebook mengambil langkah tegas untuk mencekal kelompok pendukung demonstrasi anti-lockdown di Jerman. Ada nyaris 150 halaman yang diblokir, terutama yang melakukan provokasi kekerasan. 

Para penyebar teori konspirasi juga menjadi sasaran blokir, serta para ekstremis. 

Kabar pemblokiran itu menjadi berita yang paling disorot di kanal global Liputan6.com, Sabtu (18/9/2021). 

Kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Amerika Serikat juga menarik perhatian pembaca. Menlu Retno menemu Dynavax yang diajak terlibat pembuatan vaksin COVID-19 Indonesia. 

Masih terkait AS, kelompok advokasi Muslim di negara itu mengajak adanya boikot global ke hotel Hilton. Pasalnya, grup hotel itu ingin membangun hotel di China tetapi lokasinya adalah tempat gusuran masjid Uighur

Berikut daftar beritanya:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Facebook Blokir Kelompok Anti-Lockdown

Dilansir AP, Jumat (17/9), terdapat akun-akun di Facebook maupun Instagram yang terkait dengan gerakan Querdenken atau gerakan anti-lockdown COVID-19 juga penentang vaksin dan masker. Kelompok demonstran ini antara lain, ahli teori konspirasi dan beberapa ektremis yang memiliki ideologi berbeda dari masyarakat pada umumnya.

Salah satu postingan yang termasuk dalam menyebarkan infromasi yang salah yakni, akun tersebut mengklaim bahwa vaksin adalah varian virus baru. 

Baca selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Dynavax

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengunjungi Amerika Serikat untuk membahas vaksin COVID-19 bersama Dynavax Technologies. Perusahaan itu diajak berkolaborasi membuat vaksin yang bisa melawan varian Delta.

"Dynavax adalah produsen salah satu adjuvant terbaik di dunia. Adjuvant adalah suatu zat yang berfungsi menguatkan seed vaccine protein rekombinan," jelas Menlu Retno dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (18/9).

Baca selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Masjid Uighur: Digusur Kemudian Jadi Hotel

Organisasi advokasi Muslim terbesar di Amerika Serikat (AS) mengumumkan boikot global pada hotel-hotel Hilton. Penyebabnya, perusahaan itu dituding terlibat pada pembangunan hotel yang sebetulnya merupakan masjid Uighur di China.

Council on American-Islamic Relations (CAIR) lantas mendatangi gedung The Capital Hilton di Washington DC untuk menggelar konferensi pers untuk boikot global. 

Baca selengkapnya...