Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan peningkatan kapasitas KRL Rangkasbitung dari saat ini 8-10 gerbong menjadi 12 gerbong. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan penumpang sekaligus meningkatkan daya angkut di salah satu jalur KRL tersibuk.
Selain menambah jumlah gerbong, KAI juga berencana memperpendek waktu tunggu antarkereta agar lebih banyak pengguna dapat terlayani.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan rangkaian tidak dapat dilakukan secara langsung karena membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendukung.
Advertisement
"Tidak bisa dengan otomatis tambah rangkaian. Sekarang kapasitas listriknya kita naikkan. Sinyalnya kita perbaiki," kata Bobby saat berdiskusi dengan awak media, dikutip Kamis (9/7/2026).
Menurut Bobby, peningkatan layanan jalur Rangkasbitung atau Green Line menjadi salah satu prioritas KAI karena memiliki tingkat kepadatan tinggi dibandingkan jalur KRL lainnya.
KAI menargetkan perbaikan berbagai sarana dan prasarana pendukung dapat dilakukan dalam enam hingga delapan bulan ke depan. Pekerjaan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pasokan listrik dan perbaikan sistem persinyalan agar jalur mampu mendukung pengoperasian rangkaian yang lebih panjang.
Â
Pangkas Waktu Tunggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423056/original/091574600_1764051765-rang5.jpg)
Saat ini, rangkaian KRL menuju Rangkasbitung hanya dapat dioperasikan dengan delapan hingga 10 gerbong. Keterbatasan tersebut membuat kapasitas angkut belum mampu mengakomodasi tingginya jumlah pengguna, terutama pada jam sibuk.
"Saya amati Rangkas Line atau Green Line ini satu meter persegi isinya 8 orang," ujar Bobby.
Menurut dia, tingginya kepadatan penumpang tidak hanya dipengaruhi keterbatasan jumlah gerbong, tetapi juga kondisi sarana dan prasarana yang belum mendukung penambahan rangkaian.
Selain meningkatkan kapasitas menjadi 12 gerbong, KAI berencana mengurangi waktu tunggu atau jarak kedatangan antarkereta. Saat ini, waktu tunggu KRL di jalur Rangkasbitung berkisar 10-15 menit.
Dengan peningkatan infrastruktur dan kapasitas rangkaian, waktu tunggu tersebut diharapkan dapat dipangkas sehingga lebih banyak penumpang bisa terangkut dan kepadatan di dalam kereta berkurang.
"Sekarang jarak antar kereta itu 10-15 menit. Nanti kita akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya itu cuma 8-10 rangkaian nanti semua akan menjadi 12," katanya menambahkan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5289113/original/068981100_1753021974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291208/original/025721600_1783508172-Direktur_Utama_PT_Kereta_Api_Indonesia__Persero___Bobby_Rasyidin-8_Juli_2026a.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290474/original/094848300_1783482268-063_2285093246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490249/original/064386300_1624409252-000_9CW8AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261531/original/014538900_1671056110-000_333W8C7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535217/original/018346300_1773960601-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259048/original/095432800_1781439342-WhatsApp_Image_2026-06-13_at_14.59.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4063169/original/064753300_1656064297-KAI_Tutup_6_Perlintasan_Rawan_Kecelakaan-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263270/original/011050800_1781874244-1000353365.jpg)