Trump Kembali Ngotot Kuasai Greenland

Greenland kembali menjadi sorotan dalam pertemuan NATO di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan kawasan Arktik.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ankara - Presiden Donald Trump pada Rabu (8/7/2026) kembali menegaskan dorongan terbarunya agar Amerika Serikat (AS) menguasai Greenland. Ia mengatakan AS membutuhkan pulau di kawasan Arktik itu untuk melindungi dunia.

Dalam pernyataan bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada Rabu, Trump mengatakan wilayah otonom Denmark tersebut sangat penting bagi AS, tetapi tidak penting bagi Denmark.

"Kami dulu menguasai Greenland, lalu dengan bodohnya mengembalikannya. Seharusnya kami tidak mengembalikannya kepada mereka, karena kamilah yang membutuhkannya. Kami membutuhkannya untuk melindungi dunia — bukan hanya AS," kata Trump seperti dilansir CNBC.

Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen berjanji mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO, termasuk wilayah Denmark sendiri. Ia juga kembali menegaskan bahwa pulau tersebut tidak dijual.

"Posisi kami jelas, seperti yang selama ini kami sampaikan. Greenland, tentu saja, tidak dijual," tegas Frederiksen. "Kami berharap semua pihak, termasuk seluruh sekutu, menghormati hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri. Kami adalah negara berdaulat dan kami membutuhkan semua pihak untuk menghormati integritas wilayah serta kedaulatan kami."

Ketika ditanya apakah Denmark siap mempertahankan Greenland secara militer jika terjadi serangan, Frederiksen menjawab, "Kami siap mempertahankan setiap jengkal NATO, termasuk wilayah kami sendiri."

Ia menambahkan, "Salah satu alasan NATO dibentuk bertahun-tahun lalu adalah agar jika sesuatu terjadi pada salah satu dari kami, semua pihak akan berdiri bersama."

Trump sebelumnya kembali mengancam akan berupaya mengakuisisi Greenland pada hari pertama KTT NATO, yang berlangsung selama dua hari di ibu kota Turki. Presiden AS itu bahkan mengisyaratkan bahwa AS bisa menarik pasukannya dari Eropa sebagai respons atas penolakan Eropa yang terus berlanjut terhadap rencana tersebut.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa, Trump mengatakan penolakan Eropa untuk mengikuti ambisi ekspansionisnya telah merusak hubungannya dengan NATO.

"Greenland seharusnya dikendalikan oleh AS, bukan oleh Denmark," kata Trump. "Dan ketika mereka tidak mau mengikuti, sementara kami menghabiskan begitu banyak uang untuk membantu mereka menghadapi Rusia — kami tidak perlu mengeluarkan uang apa pun."

Trump menyebut pula bahwa negaranya dapat menarik seluruh tentara AS dari Eropa, sebelum menambahkan, "Karena seperti yang mungkin Anda perhatikan, Eropa kini sangat berbeda dari 20 tahun lalu."

 

Sekjen NATO soal Klaim Trump

Upaya Trump mengejar Greenland menjadi isu besar trans-Atlantik pada awal tahun, setelah ia berulang kali mengklaim bahwa AS perlu mengakuisisi pulau tersebut. Namun, para anggota parlemen Greenland menegaskan bahwa pulau itu tidak dijual.

Trump, yang sebelumnya menolak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mencaplok Greenland, secara tiba-tiba mengumumkan pada akhir Januari bahwa ia dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait wilayah tersebut.

Sejak itu, kelompok kerja yang terdiri atas perwakilan AS, Denmark, dan Greenland telah menggelar pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya.

Rutte pada Rabu mengatakan Trump memang ada benarnya dalam upaya mencegah China dan Rusia memperoleh akses ke Arktik. Pernyataan itu merujuk pada klaim Trump bahwa Greenland "dikelilingi" kapal-kapal China dan Rusia.

"Jadi, sebagai aliansi, sangat penting bagi kita untuk bekerja sama memastikan hal itu tidak terjadi — dan itulah yang telah kami sepakati di Davos. Terkait Denmark dan Greenland sendiri, kami juga sudah memiliki proses yang baik," kata Rutte.