Sukses

Menlu Taiwan Joseph Wu Siap Apabila Konflik dengan Militer China Pecah

Liputan6.com, Taipei - Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengungkap pemerintahan Taiwan bersiap terhadap skenario konflik militer dengan China. Menlu Wu menyorot tindakan China yang melakukan latihan militer di sekitar Taiwan.

"Sebagai pengambil keputusan di Taiwan, kita tidak bisa untung-untungan, kita harus bersiap," ujar Joseph Wu dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Jumat (25/6/2021).

"Ketika pemerintah China berkata mereka tidak mementahkan penggunaan kekuataan, dan mereka melaksanakan latihan militer di sekitar Taiwan, kami lebih memilih bahwa ini adalah hal nyata," ujar Joseph Wu.

Ucapan Joseph Wu ini muncul seminggu setelah 28 pesawat perang China terpantau di Air Defense Identification Zones (ADIZ) Taiwan, meski tidak melanggar kedaulatan udara Taiwan atau hukum internasional.

Posisi Joseph Wu telah mendapat penentangan dari pemerintah China. Pada Mei 2021, ia dijuluki sebagai "diehard separatist" setelah berkata bahwa Taiwan akan bertempur hingga hari penghabisan jika diserang oleh China.

 

2 dari 2 halaman

Diincar Partai Komunis China

Bagi China, keinginan Taiwan untuk merdeka menghalangi relasi antara pemerintah di China Daratan dengan Taiwan. Pihak Partai Komunis China (PKC) lantas berusaha untuk menghukum para "diehard" seperti Joseph Wu.

"Menghentikan 'kemerdekaan Taiwan' adalah kondisi yang diperlukan untuk menjaga relasi antar-selat yang damai," ucap Zhu Fenglian, juru bicaran Taiwan Affairs Office di China.

Terkait Joseph Wu, Zhu Fenglian berkata akan "mengambil semua tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menghukum dengan berat seumur hidup para diehard 'kemerdekaan Taiwan' berdasarkan hukum yang berlaku."

Namun, Joseph Wu justru merasa terhormat karena diincar oleh komunis China.

"Otoriterianisme tidak bisa menoleransi kebenaran. Jika mereka terus berkata bahwa mereka ingin mengajar saya selama sisa hidup saya, hal itu tidak terlalu mengkhawatirkan saya," kata Joseph Wu.