Liputan6.com, Jakarta Cara menghadapi pacar yang tidak mau putus sebenarnya bertumpu pada satu hal, yaitu ketegasan yang dibarengi ketenangan. Sampaikan keputusanmu secara jelas, singkat, dan konsisten tanpa memberi harapan palsu.
Reaksi berupa memohon, drama, hingga ancaman kerap muncul dan mudah membuatmu goyah. Karena itu, cara menghadapi pacar yang tidak mau putus yang sehat menuntutmu tetap tenang sambil menjaga batasan diri.
Perlu ditegaskan, keputusan untuk berpisah adalah hakmu dan tidak memerlukan "izin" dari pasangan. Menurut Heath Hutton, yang merupakan seorang psikolog disebutkan bahwa seorang pasangan benar-benar menutup percakapan dan tidak mau membahasnya sama sekali, ia sedang berusaha mengendalikan situasi.
Advertisement
Cara Menghadapi Pacar yang Tidak Mau Putus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302127/original/035563300_1784534610-ChatGPT_Image_20_Jul_2026__15.01.02.jpg)
Sebelum mengeksekusi perpisahan, ada rangkaian langkah yang membuat prosesnya lebih terarah. Inti dari cara menghadapi pacar yang tidak mau putus adalah kejelasan sikap, konsistensi, dan penghormatan pada keselamatan diri.
Perpisahan memang tidak pernah benar-benar nyaman bagi kedua pihak. Gabi Reyes, LMFT, sempat menyatakan bahwa perpisahan umumnya sangat sulit bagi setidaknya satu orang yang terlibat.
-
Yakinkan Keputusan dari Dalam Diri: Renungkan kembali alasanmu dan pastikan ini keputusan matang, bukan letupan emosi sesaat. Luangkan waktu untuk introspeksi supaya kamu tidak mudah ditarik kembali saat pasangan mulai membujuk.
-
Sampaikan Secara Jelas dan Tidak Bertele-tele: Gunakan kalimat lugas seperti "aku mengakhiri hubungan ini" dan hindari alasan berputar yang membuka celah negosiasi. Untuk hubungan yang sudah lama, wajar memberi tahu lebih dulu bahwa kamu tidak bahagia agar keputusan tidak terasa tiba-tiba.
-
Pilih Waktu dan Tempat yang Aman: Bicaralah di tempat publik atau netral pada waktu yang tidak larut. Jika ada potensi kekerasan atau kamu pernah diancam, jangan melakukannya sendirian.
-
Kelola Emosi dan Jangan Terpancing: Tetaplah tenang meski pasangan menangis, marah, atau menyalahkanmu. Belajar mengendalikan emosi membantumu tidak membalas drama dengan drama.
-
Gunakan Satu Pesan Inti dan Ulangi: Siapkan satu kalimat yang mewakili keputusanmu, lalu ulangi konsisten setiap kali ia mendebat. Menambahkan penjelasan baru terus-menerus hanya memberi bahan untuk menawar.
-
Jangan Beri Harapan Palsu: Hindari kalimat seperti "mungkin nanti kita coba lagi" dan setop kontak mesra setelah putus. Sinyal yang setengah-setengah membuat pasangan yakin keputusanmu masih bisa dibatalkan.
Advertisement
Menetapkan Batasan dan Menerapkan No Contact
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3262903/original/013265500_1602229815-kelly-sikkema-E8H76nY1v6Q-unsplash.jpg)
Batasan menjadi kunci ketika pasangan terus mencari celah untuk kembali. Di titik ini, cara menghadapi pacar yang tidak mau putus berpindah dari sekadar menyampaikan keputusan menjadi mempertahankan keputusan.
Merujuk ulasan Psychology Today, membatasi atau memutus kontak dengan mantan, tanpa pesan, telepon, maupun interaksi media sosial, membantu proses pemulihan dan mencegahmu terus terikat secara emosional.
-
Tegaskan Batasan Komunikasi: Sampaikan satu kali dengan jelas bahwa kamu tidak akan berkomunikasi lagi untuk sementara atau seterusnya. Setelah itu, tidak perlu meladeni setiap pesan atau telepon yang datang.
-
Blokir dan Batasi Akses Bila Perlu: Jika ia terus menghubungi, blokir nomor dan akun media sosialnya. Ketika batasan berulang kali dilanggar, memutus seluruh saluran komunikasi bahkan menempuh jalur hukum bisa menjadi pilihan yang sah.
-
Kurangi Ruang Bersama: Berhenti mengikuti media sosialnya dan hindari tempat yang biasa kalian datangi bersama. Bila memutus kontak sepenuhnya sulit karena lingkaran pertemanan yang sama, tetapkan batasan yang jelas dan buat percakapan sesingkat mungkin.
-
Waspadai Hoovering dan Breadcrumbing: Ia mungkin tiba-tiba manis, berjanji berubah, atau memancingmu dengan pesan-pesan kecil. Kenali pola perilaku manipulatif ini dan tetap konsisten pada keputusanmu.
-
Bangun Sistem Dukungan: Ceritakan situasimu kepada keluarga atau sahabat yang bisa dipercaya. Dukungan mereka membantumu tetap teguh sekaligus menjadi saksi bila keadaan memburuk.
-
Fokus dan Rawat Diri Sendiri: Alihkan energi ke hobi, olahraga, dan istirahat yang cukup sebagai bentuk mencintai diri sendiri. Mengacu pada Kementerian Kesehatan, menerapkan self-love bermanfaat menjaga kesehatan mental serta menurunkan risiko gangguan psikis seperti depresi dan kecemasan.
Kenali Alasan dan Tanda Hubungan yang Harus Diakhiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261643/original/059764700_1671069156-close-up-hands-holding-broken-heart_1_.jpg)
Memahami akar masalah membuat cara menghadapi pacar yang tidak mau putus jadi lebih tepat sasaran. Sebagian pasangan menolak berpisah karena takut kehilangan, terlalu bergantung secara emosional, atau ingin mempertahankan kendali, pola yang lazim dalam hubungan yang tidak seimbang.
Rasa memiliki yang berlebihan sering menjadi pemicunya. Christine Scott-Hudson, psikoterapis berlisensi, menyebut pasangan posesif cenderung mengungkapkan cinta terlalu cepat, "Bisa saja di minggu-minggu pertama perkenalan."
-
Cemburu dan Posesif Berlebihan: Ia curiga tanpa dasar dan ingin tahu semua aktivitasmu. Kenali tanda pacar posesif agar kamu tidak menormalkan kecemburuan yang mengekang, sebab sikap ini bisa membuat hubungan berubah toxic.
-
Kontrol dan Pengekangan: Ia memaksa membuka ponsel, meminta kata sandi, atau melacak lokasimu. Perilaku ini kerap berakar dari rasa takut dan rendahnya kepercayaan, bukan cinta, dan menjadi penyebab pasangan bersikap posesif.
-
Manipulasi Emosional dan Gaslighting: Kamu terus dibuat merasa bersalah dan meragukan ingatanmu sendiri. Dilansir dari Medical News Today, istilah gaslighting berasal dari drama tahun 1938 dan film Gaslight (1944) yang mengisahkan suami memanipulasi istrinya hingga meragukan kewarasannya.
-
Ancaman dan Pemaksaan: Ia mengancam, memaki, atau menolak melepaskanmu dengan berbagai alasan. Berdasarkan keterangan Yayasan Pulih, tidak mengizinkan hubungan diakhiri termasuk salah satu tanda kekerasan dalam pacaran.
-
Mengisolasi dari Teman dan Keluarga: Kamu perlahan dijauhkan dari orang terdekat sehingga makin sulit mendapat dukungan. Isolasi semacam ini membuatmu merasa terjebak dan tidak punya pilihan.
-
Kekerasan Verbal atau Fisik: Bentakan, hinaan, hingga sentuhan yang menyakiti adalah garis merah. Pahami tanda kekerasan dalam pacaran dan jangan menunggu sampai pola tersebut berulang.
-
Rasa Takut dan Bersalah yang Terus-menerus: Bila kamu lebih sering cemas daripada bahagia, itu ciri hubungan yang tidak sehat. Banyak orang bertahan justru karena takut dan rasa bersalah, meski hubungan itu bisa berdampak pada kesehatan fisik.
Sebagaimana disampaikan Komnas Perempuan melalui Catatan Tahunan, kekerasan terhadap perempuan masih didominasi ranah personal, dengan ratusan kasus dilakukan oleh pacar maupun mantan pacar dan korban terbanyak berusia 16 hingga 24 tahun. Data itu menunjukkan bahwa kasus kekerasan dalam pacaran bukan hal sepele dan patut diwaspadai.
Mengakhiri hubungan yang menyakitkan bukanlah kegagalan, melainkan cara mencintai diri tanpa kehilangan diri. Beri ruang untuk berduka, cari dukungan, dan pelan-pelan move on menuju hidup yang lebih tenang, karena kamu berhak merasa aman dan dihargai.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pacar yang Tidak Mau Putus
Kenapa pacar tidak mau diputuskan?
Umumnya karena takut kehilangan, ketergantungan emosional, ketidakmatangan dalam mengelola konflik, atau keinginan mengendalikan pasangan. Apa pun alasannya, itu tidak mewajibkanmu bertahan, sebab keputusan berpisah tetap sah meski hanya datang dari satu pihak.
Bolehkah memutuskan pacar lewat pesan singkat?
Idealnya perpisahan disampaikan langsung dengan sopan dan tegas agar tidak menimbulkan salah paham. Namun, jika ada risiko keselamatan, manipulasi, atau kamu berulang kali dihalangi berbicara, menyampaikannya lewat pesan yang jelas dan final dapat dibenarkan demi melindungi diri.
Bagaimana jika pacar mengancam menyakiti diri saat diputuskan?
Ancaman semacam ini tidak boleh menjadi alasan kamu bertahan, dan kamu bukan pihak yang bertanggung jawab menyembuhkannya dengan mengorbankan diri. Tetap tegas, jangan menghadapinya sendirian, serta segera libatkan keluarga, teman, tenaga profesional, atau layanan darurat bila ada bahaya nyata.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308041/original/019912700_1785126774-cek_fakta_-_magang_kemenimipas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305214/original/011859500_1784787651-kSUuqK4y77L9rM9laadgIzmbpbIstWc3TwoZOJjH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4424932/original/065224400_1683867888-romantic-beautiful-young-female-with-pleasant-shining-smile-keeps-hands-chest_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3147005/original/033411800_1591619574-woman-in-blue-suit-jacket-2422293__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308102/original/049733300_1785128719-7f1f8754-4987-4a49-8c00-fa7781bdead6.jpg)