Kebiasaan Orang yang Mudah Disukai, Ternyata Bukan Sekadar Ramah

Menjadi pribadi yang mudah disukai bukan hanya soal bersikap ramah, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang tentu ingin diterima dan disukai oleh lingkungan sekitar. Menariknya, menjadi pribadi yang disukai tidak selalu bergantung pada penampilan, status sosial, atau kemampuan berbicara yang luar biasa. Justru, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membuat seseorang lebih mudah diterima dan meninggalkan kesan positif.

Orang yang mudah disukai umumnya memiliki kecerdasan emosional yang baik. Mereka mampu membangun hubungan sehat melalui sikap yang tulus, empati, dan menghargai orang lain.

Berikut beberapa kebiasaan yang sering dimiliki orang-orang yang mudah disukai.

1. Menjadi Pendengar yang Baik

Salah satu ciri utama orang yang disukai banyak orang adalah kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian. Beberapa kebiasaan yang mereka lakukan antara lain:

  • Memberikan perhatian penuh saat lawan bicara berbicara.
  • Tidak mudah memotong pembicaraan.
  • Mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan.
  • Memberikan respons yang relevan sesuai topik pembicaraan.

Mendengarkan secara aktif membuat orang lain merasa dihargai dan dipahami. Penelitian dari Harvard Business Review menyebutkan bahwa kemampuan mendengarkan merupakan salah satu keterampilan penting dalam membangun hubungan interpersonal yang kuat.

2. Tulus Menghargai Orang Lain

Orang yang mudah disukai tidak segan memberikan apresiasi ketika melihat hal positif. Bentuk penghargaan sederhana yang bisa dilakukan meliputi:

  • Mengucapkan terima kasih.
  • Memberikan pujian yang tulus.
  • Mengakui kontribusi orang lain.
  • Tidak pelit memberikan dukungan.

Apresiasi yang diberikan dengan tulus dapat meningkatkan rasa percaya dan mempererat hubungan sosial.

3. Memiliki Sikap Empati

Empati berarti mampu memahami perasaan dan sudut pandang orang lain tanpa menghakimi. Orang yang memiliki empati biasanya:

  • Berusaha memahami kondisi orang lain.
  • Tidak langsung memberikan penilaian negatif.
  • Memberikan dukungan ketika seseorang sedang mengalami kesulitan.
  • Menunjukkan kepedulian melalui tindakan sederhana.

American Psychological Association menjelaskan bahwa empati berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang sehat dan mengurangi konflik.

4. Menjaga Sikap Positif

Bukan berarti selalu bahagia setiap saat, tetapi mampu menghadapi situasi dengan optimistis. Kebiasaan yang sering dilakukan antara lain:

  • Tidak mudah mengeluh.
  • Fokus mencari solusi.
  • Menghindari menyebarkan energi negatif.
  • Memberikan semangat kepada orang di sekitarnya.

Sikap positif cenderung menciptakan suasana yang nyaman sehingga orang lain merasa senang berada di dekatnya.

5. Konsisten Menepati Janji

Kepercayaan merupakan fondasi hubungan yang baik. Orang yang mudah disukai biasanya:

  • Datang tepat waktu.
  • Menyelesaikan tanggung jawab.
  • Tidak mudah mengingkari komitmen.
  • Bersikap jujur ketika melakukan kesalahan.

Konsistensi membuat seseorang dinilai dapat dipercaya, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional.

6. Rendah Hati dan Tidak Suka Pamer

Kerendahan hati menjadi salah satu karakter yang banyak dihargai. Beberapa contohnya adalah:

  • Tidak merasa paling hebat.
  • Mau menerima kritik.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Bersedia belajar dari siapa saja.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan bahwa kerendahan hati berkaitan dengan kualitas hubungan sosial yang lebih baik.

7. Memiliki Bahasa Tubuh yang Ramah

Komunikasi tidak hanya melalui kata-kata. Orang yang mudah disukai biasanya menunjukkan bahasa tubuh seperti:

  • Tersenyum secara alami.
  • Menjaga kontak mata yang wajar.
  • Posisi tubuh terbuka.
  • Ekspresi wajah yang hangat.

Bahasa tubuh yang positif membantu menciptakan kesan pertama yang baik.

8. Menghormati Perbedaan

Tidak semua orang memiliki pandangan yang sama. Orang yang disukai banyak orang cenderung:

  • Menghargai perbedaan pendapat.
  • Tidak memaksakan opini.
  • Bersikap terbuka terhadap perspektif baru.
  • Menghindari perdebatan yang tidak perlu.

Sikap saling menghormati menjadi dasar hubungan sosial yang sehat di lingkungan keluarga, pekerjaan, maupun pertemanan.

Mengapa Kebiasaan Ini Penting?

Kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas hubungan sosial. Manfaatnya antara lain:

  • Membangun kepercayaan.
  • Memperluas jaringan pertemanan.
  • Memudahkan kerja sama dalam lingkungan profesional.
  • Mengurangi konflik interpersonal.
  • Meningkatkan kesehatan mental melalui hubungan sosial yang positif.

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang mudah disukai bukan berarti berusaha menyenangkan semua orang. Sebaliknya, hal itu lebih berkaitan dengan kemampuan menunjukkan rasa hormat, empati, dan ketulusan dalam setiap interaksi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa yang membuat seseorang mudah disukai?

Orang yang mudah disukai umumnya memiliki empati, menjadi pendengar yang baik, menghargai orang lain, serta bersikap tulus dan konsisten.

2. Apakah menjadi ramah saja sudah cukup agar disukai?

Tidak. Selain ramah, diperlukan sikap dapat dipercaya, menghormati orang lain, dan mampu membangun komunikasi yang sehat.

3. Bagaimana cara melatih agar lebih mudah disukai?

Mulailah dengan mendengarkan lebih banyak, mengurangi kebiasaan menghakimi, memberikan apresiasi yang tulus, dan menjaga komitmen.

4. Mengapa empati penting dalam hubungan sosial?

Empati membantu seseorang memahami perasaan orang lain sehingga komunikasi menjadi lebih efektif dan konflik dapat diminimalkan.

5. Apakah kebiasaan ini bisa dipelajari?

Ya. Sebagian besar kebiasaan tersebut merupakan keterampilan sosial yang dapat dilatih melalui pengalaman, refleksi diri, dan latihan komunikasi sehari-hari.