Jelang Merger BUMN Karya, WIKA Fokus Restrukturisasi hingga Juni 2026

WIKA fokus penyehatan dan restrukturisasi keuangan hingga Juni 2026 sebagai persiapan merger BUMN karya.

Diterbitkan 06 April 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mulai menjalankan berbagai langkah strategis untuk menghadapi rencana perampingan BUMN karya yang digagas oleh Danantara.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengatakan perseroan saat ini fokus pada upaya penyehatan perusahaan yang telah dimulai sejak 2024 dan akan berlanjut hingga 2026.

“Seiring dengan arahan dari Danantara, WIKA mulai 2024, 2025, hingga 2026 melakukan penyehatan,” ujar Agung di Kantor Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah restrukturisasi keuangan, baik melalui perbankan maupun instrumen pendanaan seperti obligasi dan sukuk. Proses ini ditargetkan selesai pada semester I 2026.

“Restrukturisasi perbankan maupun obligasi dan sukuk diharapkan bisa tuntas hingga akhir semester I, sekitar Juni, sehingga kami dapat kembali fokus pada rencana merger dan penyehatan WIKA secara menyeluruh,” kata Agung.

Langkah ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan sebelum masuk ke tahap konsolidasi BUMN karya.

 

Lima Strategi Utama Perkuat Kinerja

Selain restrukturisasi, WIKA juga menjalankan lima strategi utama untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Pertama, memperkuat arus kas (cash focus). Kedua, melakukan efisiensi biaya operasional secara menyeluruh. Ketiga, meningkatkan pangsa pasar guna memperkuat lini bisnis utama.

Selanjutnya, WIKA mendorong inovasi untuk meningkatkan kinerja proyek dan daya saing. Terakhir, perusahaan melakukan penataan organisasi agar lebih ramping dan efisien.

Menurut Agung, berbagai langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki fundamental perusahaan sehingga siap menghadapi proses konsolidasi BUMN karya yang direncanakan berlangsung pada akhir 2026.

“Dengan penyehatan ini, kami berharap WIKA dapat lebih siap menghadapi rencana merger sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6