Pengakuan Raihaanun Perankan Korban KDRT di Film Beautiful Pain, Perjuangannya Jadi Inspirasi

Raihaanun tidak kesulitan untuk mendalami peran Niken yang juga merupakan seorang ibu seperti dirinya.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 17:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah banyaknya film horor yang tayang di layar lebar, Dapur Film hadirkan sebuah film drama bertajuk Beautiful Pain. Film debutan sutradara Dmaz Brodjonegoro ini dibintangi oleh Raihaanun dan Baim Wong.

Memerankan seorang perempuan sekaligus ibu bernama Niken, Raihaanun mengungkapkan dirinya tidak kesulitan untuk mendalami tokoh tersebut karena ia juga melihat dirinya sebagai seorang ibu dari tiga anak di dunia nyata.

“Untuk riset menjadi Niken, kan Niken dia ini kan seorang ibu dan juga seorang istri. Yang mana kebetulan buat saya tuh tidak sulit untuk memerankan itu karena kan juga saya seorang ibu dari tiga anak saya,” ungkap Raihaanun dalam konferensi pers film Beautiful Pain yang dihelat di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Aktris berusia 38 tahun tersebut juga mengatakan ia banyak berdiskusi dengan sang sutradara untuk mendalami perannya yang memiliki tujuan untuk memperjuangkan identitas dirinya kembali dan haknya sebagai perempuan.

“Dan risetnya dari mana, saya lebih banyak diskusi sama Dmaz. Tujuan utamanya dia adalah untuk mendapatkan identitas dirinya kembali dan hak dia sebagai perempuan dan seorang ibu,” katanya.

Sebut Perjuangan Niken Dapat Menjadi Inspirasi

Bintang film Twivortiare itu juga menjelaskan peran Niken yang berjuang sangat keras untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, dan baginya ia sangat pantas untuk mendapatkannya kembali.

“Dia berhak mendapatkan kebahagiaan walaupun sempat kehilangan identitas dirinya dari kehidupan hubungan rumah tangga yang toksik, tapi dia berani untuk mengambil langkah lebih maju untuk dirinya dan untuk anak-anaknya,” jelas Raihaanun.

Ia juga melihat perjuangan Niken dapat menjadi inspirasi bagi para perempuan pejuang di luar sana. “Jadi, perjuangannya Niken sebagai perempuan dan sebagai seorang ibu sangat bisa menjadi inspirasi dan juga semoga bisa menjadi inspirasi semua perempuan,” tambahnya.

Adegan Paling Menguras Emosi

Memiliki banyak adegan emosional, aktris Tanah Air itu mengaku sampai menyiapkan energinya untuk take salah satu adegan itu. Ia juga tidak bisa berhenti menangis setelah melakukannya.

“Setelah kita take itu jam 3.00 pagi, jam 4.00 pagi. Dan untuk hari itu khusus kita take jam gitu karena satu shot. Terus setelah cut itu saya enggak bisa berhenti nangis. Paling-paling 15 menit, setengah jam saya masih kebawa sama karakternya yang dialami sama Niken,” jelas Raihaanun sore itu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Beautiful Pain dibuka dengan seorang wanita bernama Niken Rahmawati (Raihaanun) yang berjuang untuk menghidupi keluarganya setelah berpisah dengan sang suami, Dirga (Baim Wong), setelah terkena KDRT. Ia tinggal bersama ibunya (Jajang C. Noer) beserta kedua anaknya, Naya (Anantya Kirana) dan Dio (Evano Zyan Alparezi) di sebuah rumah sederhana yang terlihat nyaman. Rumah yang terlihat nyaman itu pun mulai menunjukkan penghuninya yang semakin hari mulai tak akur. Sampai akhirnya Niken bertemu dengan teman lamanya, Sekar (Siti Fauziah), yang membantunya untuk mendapatkan pekerjaan di suatu tempat lokasi syuting yang awalnya sebagai pengurus catering, lalu ditawarkan untuk bermain peran yang merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Namun, ruang kerja yang selama ini membuatnya nyaman, malah menjadi sumber dari pelecehan seksual yang datang kepadanya. Ia pun harus mengusut masalah tersebut untuk memperjuangkan hak atas dirinya. Akankah Niken berhasil menghidupkan kembali keluarganya dan memperjuangkan haknya sebagai perempuan?

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan