MD Entertainment Resmi Jalin Kerja Sama dengan iQIYI, Bawakan Serial La Tahzan dan Dipaksa Menikah

Sebagai langkah awal kerja sama dengan iQIYI, MD Entertainment akan bawakan serial La Tahzan dan Dipaksa Menikah ke ranah global.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 13:59 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT MD Entertainment Tbk terus memperluas kerja sama nya ke ranah global. Kini perusahaan tersebut menggaet platform streaming iQIYI untuk mengglobalkan konten Indonesia. Jalinan kerja sama itu diresmikan dalam Press Conference Strategic Partnership yang dihelat di MD Place, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Mengawali kerja sama itu, kedua perusahaan yang bergerak di bidang industri hiburan dan media digital tersebut akan merilis dua serial Tanah Air yang bertajuk La Tahzan dan Dipaksa Menikah.

Manoj Punjabi selaku CEO of MD Entertainment mengungkapkan bahwa ia butuh Intellectual Property (IP) yang besar untuk mengawali kerja sama dengan iQIYI. Menurutnya, La Tahzan merupakan sebuah pilihan yang kuat melihat dari jumlah penonton layar lebarnya.

“Kita perlu sesuatu yang besar. Salah satunya adalah IP La Tahzan, film layar lebar yang lumayan sukses, hampir satu juta penonton. Jadi, itu udah tanda-tanda IP besar dan juga merasa kita mau kerja sama dengan iQIYI pertama kali saya perlu power yang kuat,” ujarnya dalam konferensi pers siang.

Ia juga melihat Dipaksa Menikah, yang diangkat dari NovelToon, merupakan sebuah strategi yang kuat jika melihat jumlah pembaca di platform asalnya yang menembus lebih dari 500 juta pembaca.

“Dan strategi kedua di sini adalah Dipaksa Menikah. Cerita ini kan dari NovelToon dan sukses 700 juta views. Every episode juga jutaan viewsnya. Jadi, itu tanda-tanda yang sangat bagus ya dari digital presence,” tambahnya.

Komitmen dengan Bawakan Dua Serial Sekaligus

Pengusaha berusia 53 tahun tersebut juga mengatakan bahwa komitmen kerja sama mereka sangat kuat dengan bawakan dua serial sekaligus sebagai awal dari kolaborasinya.

“Initial step is kita mau launching dengan dua series dulu ya, new series, fresh start. Komitmennya cukup serius jadi bukan mau coba-coba dengan satu aja. Komitmennya kita tahu kalau dengan dua kan itu jadi komitmen lebih besar and then lebih seriuslah,” tutur produser Ipar Adalah Maut itu.

Ia juga mengatakan tidak ingin menjadikan kerja sama tersebut semata-mata untuk mencari keuntungan, namun juga menyukseskan bagi kedua belah pihak. “Saya juga enggak mau masuk sekadar, oh mau jualan doang kita jalan. Saya mau ini sukses, caranya itu penting banget,” tambahnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara itu, Dinesh Ratnam selaku Senior Managing Director iQIYI menanggapi bahwa yang terpenting bagi mereka adalah menemukan proyek yang sesuai dan fokus dengan proyek tersebut untuk membuat hasil yang bagus, baik untuk perusahaan maupun pengguna. “Yang terpenting adalah menemukan proyek dan arah yang sesuai. Dan saya pikir ketika kami menemukannya, kami sangat berkomitmen untuk itu. Kami melakukan dua proyek bersama dan kami ingin fokus dengan dua proyek ini. Membuat ini menjadi sukses untuk kami, untuk pengguna, semoga dapat menikmati. Kemudian kami akan terus membuat proyek baru bersama,” kata Dinesh.

Halaman
Show All
Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan