Liputan6.com, Jakarta - Lemari pendingin di dapur banyak keluarga Indonesia hampir selalu berisi bayam, stroberi, atau apel segar setiap minggu. Namun di balik warna cerah itu, sejumlah buah dan sayur tinggi residu pestisida ternyata lebih sering muncul di meja makan daripada yang disadari banyak orang, bahkan setelah dicuci bersih sekalipun sebelum dimasak di dapur.
Sebuah lembaga pemantau pangan di Amerika Serikat rutin menguji puluhan ribu sampel produk segar setiap tahun, dan hasilnya cukup mengejutkan banyak orang. Hampir semua sampel bayam, stroberi, hingga anggur nonorganik yang diuji mengandung jejak lebih dari satu jenis bahan kimia, bahkan sebagian mengandung lebih dari sepuluh jenis sekaligus dalam satu potong buah.
Berikut ini adalah daftar 12 buah dan sayur tinggi residu pestisida yang masuk ke dalam daftar "Dirty Dozen" dari Environmental Working Group (EWG) yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026). Simak juga tips-tips untuk membersihkan sisa pestisida di buah dan sayur yang benar supaya aman dikonsumsi.
Advertisement
1. Bayam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8060907/original/081037800_1780905108-pexels-jhowell-2325843.jpg)
Bayam menempati posisi teratas dalam daftar EWG Dirty Dozen 2026, dengan residu pestisida terbanyak dibanding jenis produk segar lain berdasarkan beratnya. Data USDA menunjukkan hampir seluruh sampel bayam nonorganik mengandung lebih dari empat jenis pestisida sekaligus. Salah satu kandungan yang sering ditemukan adalah permetrin, insektisida yang penggunaannya sudah dilarang di kawasan Eropa.
Advertisement
2. Kale, Sawi, dan Sawi Hijau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265445/original/093322500_1782111861-pexels-santaclarastudio-12363203.jpg)
Kale, sawi, dan sawi hijau sama-sama masuk kategori sayur daun yang rawan residu pestisida karena permukaan daunnya yang luas dan berlapis lilin, sehingga bahan kimia mudah menempel. Pada pengujian sebelumnya, satu sampel tunggal tercatat mengandung hingga 21 jenis pestisida berbeda sekaligus, jumlah yang jauh di atas rata-rata produk segar lain pada umumnya.
3. Stroberi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261836/original/068865700_1781760289-8545.jpg)
Stroberi selalu langganan daftar Dirty Dozen hampir setiap tahun sejak laporan ini pertama diterbitkan EWG pada 2004 silam. Teksturnya yang lunak dan permukaannya yang tidak berkulit tebal membuat pestisida lebih mudah meresap masuk ke dalam daging buah, bukan cuma menempel di permukaan luar yang bisa hilang hanya dengan dicuci air mengalir biasa.
Advertisement
4. Anggur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375424/original/047507800_1792145618-34873.jpg)
Anggur termasuk salah satu dari 12 produk Dirty Dozen yang menurut data EWG 2026 rata-rata mengandung empat jenis pestisida atau lebih per sampel, angka yang berlaku untuk hampir seluruh item dalam daftar ini. Kulitnya yang tipis dan cara tumbuhnya bergerombol rapat membuat residu pestisida cenderung menumpuk di sela-sela buah dan sulit disemprot merata.
5. Nektarin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375425/original/055764100_1792145618-122931.jpg)
Nektarin, kerabat dekat persik tanpa bulu halus di kulitnya, juga rutin masuk daftar produk dengan residu pestisida tinggi setiap tahun. Kulitnya yang mulus justru tidak melindungi daging buah dari bahan kimia, karena pestisida tetap bisa menempel langsung di permukaan kulit tipis itu dan terbawa saat buah dimakan tanpa dikupas terlebih dahulu.
Advertisement
6. Persik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375426/original/064547000_1792145618-53173.jpg)
Persik tercatat mengandung puluhan jenis pestisida berbeda dalam pengujian EWG, dengan sebagian besar sampel membawa residu empat jenis bahan kimia atau lebih sekaligus. Permukaan kulitnya yang berbulu halus membuat partikel pestisida lebih mudah terperangkap dibanding buah berkulit licin, sehingga proses pencucian biasa saja sering kali belum cukup menghilangkan residu yang menempel.
7. Ceri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375427/original/072004900_1792145618-5137.jpg)
Ceri menjadi salah satu buah musiman yang langganan masuk Dirty Dozen karena kulitnya tipis dan rentan terhadap jamur, sehingga petani kerap menyemprotkan pestisida lebih sering selama masa tanam. Residu yang tertinggal pada ceri umumnya berasal dari kombinasi insektisida dan fungisida yang dipakai untuk menjaga buah tetap mulus sampai ke tangan konsumen.
Advertisement
8. Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375428/original/079046100_1792145618-110203.jpg)
Apel selalu jadi pelanggan tetap daftar Dirty Dozen dari tahun ke tahun, meski sering dianggap buah paling aman karena bisa dikupas. Masalahnya, sebagian besar nutrisi dan serat apel justru ada di bagian kulit, sehingga mengupasnya untuk menghindari pestisida sekaligus menghilangkan manfaat gizi yang seharusnya didapat dari buah ini secara utuh.
9. Blackberry
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375429/original/085981500_1792145618-17639.jpg)
Blackberry baru pertama kali diuji oleh USDA dan langsung masuk Dirty Dozen karena hasil uji menunjukkan residu pestisida yang cukup tinggi pada buah ini. Bentuknya yang berongga dan bertekstur kasar membuat bahan kimia mudah terperangkap di sela-sela permukaan, sehingga buah ini butuh perhatian ekstra saat dicuci sebelum dikonsumsi langsung tanpa dimasak.
Advertisement
10. Pir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375430/original/092600000_1792145618-67386.jpg)
Pir mengalami kenaikan residu pestisida yang cukup signifikan dibanding laporan tahun-tahun sebelumnya, menurut catatan EWG dalam laporan terbarunya. Kulit pir yang tipis dan permukaannya yang sedikit berpori membuat bahan kimia lebih mudah menempel dan bertahan, terutama jika buah ini langsung dimakan utuh bersama kulitnya tanpa proses pencucian yang menyeluruh.
11. Kentang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375431/original/099849200_1792145618-47259__1_.jpg)
Kentang kembali masuk Dirty Dozen setelah sempat absen beberapa tahun, umumnya karena kandungan klorprofam, zat kimia yang disemprotkan untuk mencegah kentang bertunas selama penyimpanan. Zat ini sudah dilarang digunakan di Uni Eropa sejak 2019. Meski jumlah jenis pestisida pada kentang lebih sedikit dibanding produk lain, kentang dikonsumsi dalam porsi besar oleh banyak orang.
Advertisement
12. Blueberry
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265438/original/046290500_1782111860-30897.jpg)
Blueberry kembali masuk daftar Dirty Dozen tahun ini setelah sebelumnya sempat tidak masuk daftar utama. Kulitnya yang tipis dan ukurannya yang kecil membuat buah ini sulit dicuci bersih satu per satu, sehingga residu pestisida yang menempel di permukaan kulit lebih berpotensi ikut termakan bersama buahnya saat dikonsumsi langsung.
Cara Membersihkan Residu Pestisida di Buah dan Sayur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375432/original/006737600_1792145619-2149022048.jpg)
Residu pestisida pada buah dan sayur tinggi residu pestisida tidak bisa dihilangkan seratus persen, tapi jumlahnya bisa dikurangi cukup banyak lewat cara sederhana di rumah. Berikut beberapa langkah praktis yang bisa langsung dicoba sebelum buah dan sayur ini masuk ke meja makan keluarga.
- Cuci Dengan Air Mengalir: Membilas buah dan sayur di bawah air mengalir selama sekitar 30 detik terbukti lebih efektif menghilangkan residu pestisida dibanding merendamnya diam di baskom berisi air, karena aliran air membantu meluruhkan partikel yang menempel di permukaan kulit secara lebih menyeluruh.
- Gosok Permukaan Yang Keras: Untuk buah berkulit keras seperti apel, kentang, atau pir, gosok permukaannya dengan sikat berbulu lembut saat dicuci agar residu yang menempel di sela-sela kulit ikut terangkat, terutama pada bagian yang bertekstur kasar atau sedikit berlekuk.
- Rendam Dengan Campuran Baking Soda: Larutan satu sendok teh baking soda dalam semangkuk air selama beberapa menit terbukti membantu meluruhkan sebagian jenis residu pestisida tertentu pada permukaan buah dan sayur, sebelum akhirnya dibilas ulang dengan air bersih mengalir.
- Kupas Kulit Bila Perlu: Mengupas kulit bisa mengurangi residu pestisida secara signifikan untuk buah seperti nektarin atau persik, meski sebagian vitamin dan serat ikut hilang bersama kulitnya, jadi langkah ini sebaiknya disesuaikan dengan jenis buah dan kebutuhan gizi harian.
- Pilih Produk Organik Bila Tersedia: Buah dan sayur organik umumnya memiliki kandungan residu pestisida jauh lebih rendah karena dibudidayakan tanpa pestisida sintetis selama proses penanaman, meski harganya biasanya lebih mahal dibanding versi nonorganik di pasaran.
- Variasikan Jenis Buah Dan Sayur: Tidak selalu mengonsumsi jenis buah dan sayur yang sama membantu mengurangi paparan berulang dari satu jenis pestisida tertentu dalam jangka panjang, sekaligus memastikan asupan nutrisi harian tetap lebih beragam dan seimbang.
Pertanyaan Seputar Buah dan Sayur Tinggi Residu Pestisida
Apa itu residu pestisida pada buah dan sayur?
Residu pestisida adalah jejak bahan kimia yang masih menempel atau tersimpan di permukaan maupun bagian dalam buah dan sayur setelah proses penyemprotan selama masa tanam, meski sudah melalui tahap pencucian atau pengupasan standar di tingkat petani maupun distributor.
Apa saja buah dan sayur dengan residu pestisida tertinggi tahun ini?
Berdasarkan EWG Dirty Dozen 2026, dua belas produk dengan residu tertinggi adalah bayam, kale/sawi/sawi hijau, stroberi, anggur, nektarin, persik, ceri, apel, blackberry, pir, kentang, dan blueberry, dengan bayam menempati posisi pertama.
Apakah buah dan sayur berpestisida tinggi masih aman dikonsumsi?
Menurut badan pengawas pangan, sebagian besar residu pada produk tersebut masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan regulator, sehingga tetap aman dikonsumsi selama dicuci dengan benar dan dikonsumsi dalam porsi wajar sehari-hari.
Apakah mencuci dengan air saja cukup menghilangkan pestisida?
Mencuci dengan air mengalir bisa mengurangi sebagian residu permukaan, namun belum tentu menghilangkan seluruhnya, terutama pada produk berkulit tipis atau berpori, sehingga kombinasi dengan menggosok, merendam, atau mengupas kulit lebih dianjurkan untuk hasil maksimal.
Apa alternatif bagi yang ingin menghindari produk berpestisida tinggi?
Memilih versi organik dari dua belas produk tersebut, atau beralih ke daftar Clean Fifteen EWG yang berisi produk dengan residu pestisida paling rendah, bisa jadi alternatif praktis tanpa harus berhenti mengonsumsi buah dan sayur segar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375423/original/038493500_1792145618-141217.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360296/original/091035400_1790608668-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_21.26.50__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323985/original/014554900_1786686616-081687d3-3944-4770-813e-a9f3dc65d22b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320807/original/052349100_1786413334-Gemini_Generated_Image_9au5dv9au5dv9au5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508101/original/084891400_1626074079-melon-2691415_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309823/original/039103800_1785288064-acce63a5-b11a-4a85-b829-85657361a1c4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302838/original/082380100_1784608986-e1abb275-0302-47ef-b718-27fb1499bcef.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492538/original/057392700_1770177979-unnamed__31_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401378/original/015292200_1782283331-sayur_dan_buah_berracun.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)