Liputan6.com, Jakarta - Lalat buah yang beterbangan di sekitar buah, tempat sampah, atau area wastafel bisa mengganggu kenyamanan saat beraktivitas di dapur. Serangga kecil ini biasanya tertarik pada buah yang terlalu matang, sayuran yang mulai membusuk, serta sisa makanan yang mengalami fermentasi.
Ada beberapa cara mengusir lalat buah di dapur dengan bahan alami yang mudah ditemukan, mulai dari memanfaatkan cuka apel hingga menggunakan potongan buah matang sebagai perangkap. Namun, agar hasilnya lebih efektif, penggunaan perangkap perlu disertai dengan membersihkan sumber makanan dan tempat lalat buah berkembang biak.
Berikut beberapa cara mengusir lalat buah di dapur dengan bahan alami yang mudah ditemukan, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (14/10).
1. Gunakan Cuka Apel sebagai Perangkap Lalat Buah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2400624/original/052965400_1541412677-Raw_Pixel.jpg)
Cuka apel dapat dimanfaatkan untuk menarik lalat buah karena aroma fermentasinya menyerupai sumber makanan yang disukai serangga tersebut. Lalat buah tertarik pada senyawa volatil yang dihasilkan selama fermentasi, termasuk senyawa yang terdapat dalam cuka. Karena itu, cuka apel lebih tepat digunakan sebagai umpan perangkap daripada sebagai bahan pengusir yang membuat lalat menjauh.
Untuk membuatnya, tuangkan sedikit cuka apel ke dalam gelas atau stoples kecil. Tutup bagian atas wadah menggunakan plastik pembungkus makanan, ikat dengan karet gelang, lalu buat beberapa lubang kecil agar lalat bisa masuk. Letakkan perangkap di dekat area tempat lalat buah sering terlihat, tetapi jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
Metode ini bekerja dengan menarik lalat buah menuju cairan di dalam wadah. Agar lalat lebih sulit keluar, tambahkan satu atau dua tetes sabun cuci piring ke dalam cuka apel sebelum memasang penutup; sabun membantu mengurangi tegangan permukaan cairan sehingga lalat yang jatuh ke dalamnya lebih mudah tenggelam. Ganti isi perangkap ketika sudah kotor atau dipenuhi serangga.
Advertisement
2. Manfaatkan Potongan Buah yang Terlalu Matang
Potongan buah yang terlalu matang, seperti pisang atau apel, dapat dijadikan umpan untuk memancing lalat buah masuk ke perangkap. Buah yang mulai membusuk atau mengalami fermentasi melepaskan aroma yang menarik perhatian serangga ini. Prinsip tersebut juga digunakan dalam perangkap lalat buah yang direkomendasikan oleh layanan penyuluhan pertanian.
Caranya, masukkan sedikit potongan buah ke dalam stoples, kemudian buat corong dari kertas dengan ujung sempit mengarah ke bagian dalam wadah. Pasang corong pada mulut stoples tanpa menyentuh potongan buah. Aroma buah akan menarik lalat masuk, sedangkan bentuk corong membantu menyulitkan serangga tersebut menemukan jalan keluar.
Periksa perangkap setiap hari dan segera buang isinya ke tempat sampah tertutup. Perlu diingat, buah matang yang dibiarkan terbuka justru bisa menambah jumlah lalat buah jika tidak diletakkan di dalam perangkap. Karena itu, hindari menaruh umpan di dekat persediaan buah segar yang tidak tertutup.
3. Bersihkan Saluran Pembuangan Wastafel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465866/original/017798200_1767778450-wastafel_dapurr.jpg)
Sisa makanan yang menumpuk di sekitar saluran pembuangan wastafel dapat menjadi salah satu sumber masalah jika lalat kecil terus muncul di dapur. Lalat buah membutuhkan bahan organik yang membusuk atau berfermentasi untuk berkembang biak, sehingga sisa makanan yang tertinggal perlu dibersihkan secara rutin.
Untuk membersihkannya, singkirkan sisa makanan dari saringan wastafel, lalu sikat bagian yang mudah dijangkau menggunakan sikat pembersih dan sabun. Bersihkan pula area sekitar lubang pembuangan agar tidak ada residu makanan yang tertinggal. Pastikan sisa air dan kotoran tidak menumpuk di sekitar bak cuci.
Langkah ini membantu menghilangkan sumber makanan dan tempat berkembang biak, bukan sekadar mengurangi lalat dewasa yang terlihat. Jika serangga tetap muncul meskipun dapur sudah dibersihkan, periksa apakah sumbernya benar-benar lalat buah atau justru lalat saluran pembuangan yang memiliki kebiasaan berkembang biak berbeda.
Advertisement
4. Simpan Buah dan Sayuran di Tempat Tertutup
Buah dan sayuran yang dibiarkan terbuka di meja dapur dapat menarik lalat buah, terutama ketika kondisinya sudah terlalu matang. Menyimpan buah yang sesuai di dalam lemari es dapat membantu memperlambat pembusukan sekaligus mengurangi akses lalat ke sumber makanan dan tempat bertelur.
Sebagai langkah sederhana, pisahkan buah yang sudah rusak dari buah yang masih segar. Simpan buah yang mudah membusuk di lemari es jika sesuai dengan kebutuhan penyimpanannya, sedangkan buah yang harus disimpan pada suhu ruang dapat ditempatkan dalam wadah tertutup yang bersih. Periksa persediaan buah secara berkala agar tidak ada yang membusuk tanpa disadari.
Cara ini tidak menggunakan bahan pengusir khusus, tetapi membantu menghilangkan faktor yang membuat lalat buah tertarik datang. Jika sumber makanan mudah dijangkau, lalat akan tetap berpotensi kembali meskipun sudah ada perangkap cuka apel di dapur.
5. Manfaatkan Cuka dan Sabun Cuci Piring untuk Menangkap Lalat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5167806/original/054892000_1742370479-ecologiacal-products-concept-with-copy-space.jpg)
elain menggunakan stoples berpenutup plastik, cuka apel dan sabun cuci piring juga dapat dipadukan dalam wadah terbuka yang dangkal. Cuka berfungsi sebagai umpan beraroma fermentasi, sedangkan sabun membantu lalat tenggelam ketika menyentuh cairan. Teknik ini direkomendasikan oleh sejumlah layanan penyuluhan universitas untuk membantu mengurangi populasi lalat buah dewasa.
Untuk membuatnya, tuangkan cuka apel secukupnya ke dalam mangkuk kecil, kemudian tambahkan satu atau dua tetes sabun cuci piring. Aduk perlahan agar tercampur tanpa menghasilkan banyak busa, lalu letakkan wadah di area yang sering didatangi lalat buah. Hindari menempatkannya di dekat makanan yang sedang disiapkan atau disajikan.
Perangkap ini dapat membantu menangkap lalat buah dewasa, tetapi tidak otomatis menghilangkan telur dan larva yang mungkin masih berada pada buah busuk atau sisa organik lainnya. Oleh karena itu, buang isi perangkap secara berkala dan tetap bersihkan area dapur agar masalah tidak berulang.
Advertisement
6. Buang Sampah Organik dan Jaga Kebersihan Dapur
Sampah organik yang menumpuk, seperti kulit buah, sisa sayuran, dan makanan yang mulai membusuk, bisa menjadi sumber makanan bagi lalat buah. Bahkan, wadah sampah yang jarang dibersihkan dapat menyimpan cairan dan residu organik yang mendukung perkembangbiakan serangga tersebut.
Untuk mencegahnya, buang sampah organik secara teratur dan gunakan tempat sampah yang memiliki tutup. Bersihkan bagian dalam serta area di sekitar tempat sampah jika ada cairan yang tumpah. Botol dan kaleng bekas minuman juga sebaiknya dibilas sebelum disimpan untuk didaur ulang karena sisa cairan manis dapat menarik lalat buah.
Jangan lupa mengelap meja dapur setelah menyiapkan makanan dan mengeringkan kain lap atau spons yang lembap. Kebersihan menjadi langkah utama untuk mengatasi lalat buah karena perangkap hanya menangkap sebagian serangga dewasa, sedangkan sumber makanan dan tempat perkembangbiakannya tetap perlu dihilangkan.
Tips agar Lalat Buah Tidak Kembali ke Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416553/original/023612500_1763454123-unnamed__34_.jpg)
Mengusir lalat buah akan lebih efektif jika dilakukan dengan menggabungkan perangkap dan kebiasaan menjaga kebersihan. Cuka apel atau potongan buah matang dapat membantu menarik dan menangkap lalat dewasa, tetapi keduanya bukan pengganti tindakan membersihkan sumber perkembangbiakan.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan setiap hari:
-
Periksa buah dan sayuran, lalu singkirkan bagian yang busuk.
-
Simpan buah di lemari es atau wadah tertutup sesuai kebutuhan penyimpanannya.
-
Buang sampah organik secara teratur dan bersihkan tempat sampah.
-
Bersihkan sisa makanan di meja, wastafel, serta saluran pembuangan.
-
Ganti umpan perangkap secara berkala agar tetap efektif.
Jika lalat masih banyak bermunculan setelah sumber makanan dibersihkan, periksa sudut dapur, area penyimpanan bahan makanan, dan saluran pembuangan untuk menemukan sumber yang terlewat. Dengan menghilangkan tempat berkembang biak sekaligus menangkap lalat dewasa, jumlah lalat buah di dapur dapat dikurangi secara bertahap.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengusir Lalat Buah di Dapur dengan Bahan Alami yang Mudah Ditemukan
Apa bahan alami yang paling efektif untuk mengusir lalat buah di dapur?
Cuka apel dapat digunakan sebagai umpan perangkap karena aroma fermentasinya menarik lalat buah. Agar lebih efektif, kombinasikan perangkap dengan membersihkan sisa makanan dan membuang buah yang membusuk.
Mengapa lalat buah sering muncul di dapur?
Lalat buah tertarik pada buah yang terlalu matang, makanan yang membusuk, serta bahan organik yang mengalami fermentasi. Sisa makanan dan sampah organik yang dibiarkan terbuka juga dapat menarik serangga ini.
Bagaimana cara mencegah lalat buah kembali ke dapur?
Simpan buah dalam wadah tertutup atau lemari es sesuai kebutuhan penyimpanannya, buang sampah organik secara teratur, dan bersihkan meja serta saluran pembuangan wastafel. Gunakan perangkap untuk membantu mengurangi lalat dewasa yang masih berkeliaran.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588612/original/076171200_1695698562-20230926-Bansos-Beras-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373614/original/077603600_1791970419-pexels-lana-kravchenko-25433295-7529264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373618/original/021734000_1791970531-Gemini_Generated_Image_9poe3d9poe3d9poe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373565/original/048100000_1791968252-Warna_cat_ruang_tamu_yang_disesali_pemilik_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452250/original/077159100_1766392048-Ilustrasi_Tanaman_Terong_Ungu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547829/original/033974100_1775473222-Teras_dengan_Keramik_Motif_Bata__Brick_Look_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373384/original/052743200_1791964114-Gemini_Generated_Image_kgbf76kgbf76kgbf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373592/original/082238400_1791969642-Gemini_Generated_Image_laywq5laywq5layw.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363732/original/023071300_1790915391-93f8acfd-4c62-4544-a619-68088354b5df.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373503/original/024296500_1791967145-HL.jpg)