Presiden Prabowo Beri Angklung kepada Perdana Menteri India Narendra Modi, Momen Diplomasi Budaya

Presiden Prabowo Subianto memberikan satu set angklung kepada PM India Narendra Modi saat kunjungan kenegaraan, melambangkan persahabatan dan kekayaan budaya.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 21:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan oleh-oleh diplomasi berupa satu set angklung kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam kunjungan kenegaraan PM Modi ke Istana Merdeka, Jakarta. Momen penyerahan alat musik tradisional tersebut berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, yang turut menandai eratnya hubungan bilateral kedua negara.

Saat menerima angklung, PM Modi tampak tersenyum gembira. Kedua pemimpin kemudian diajarkan cara memainkan alat musik bambu ini oleh seorang pemain angklung. Dengan antusias, Presiden Prabowo dan PM Modi menggoyangkan angklung hingga menghasilkan bunyi harmonis, bahkan PM Modi berhasil memainkannya dengan baik. Suasana semakin meriah ketika pemain angklung membawakan sepenggal lirik lagu populer India, Kuch Kuch Hota Hai, yang disambut tawa hangat kedua kepala negara.

Informasi mengenai momen diplomasi budaya ini dibagikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada hari yang sama.

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet)

Simbol Persahabatan dan Warisan Budaya

Pemberian satu set angklung ini tidak hanya sekadar pertukaran cendera mata, melainkan menjadi simbol kuat persahabatan antara Indonesia dan India, sekaligus representasi kekayaan budaya Indonesia.

Angklung sendiri merupakan alat musik tradisional multitonal yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia, khususnya dari masyarakat Sunda. Keberadaannya telah tercatat ratusan tahun lalu, dengan perkiraan sudah dimainkan sejak zaman Kerajaan Sunda antara abad ke-12 hingga ke-16, bahkan beberapa sumber menyebutkan angklung sudah ada sebelum era Hindu.

Secara etimologis, nama "angklung" memiliki dua penafsiran utama dari bahasa Sunda. Pertama, berasal dari kata "angkleung-angkleungan" yang menggambarkan gerakan tangan mengayunkan alat musik dan suara "klung" yang dihasilkannya. Kedua, bisa juga diartikan dari kata "angka" yang berarti nada dan "lung" yang berarti pecah, merujuk pada nada yang tidak lengkap atau pecah.

Harmoni Bambu dalam Diplomasi

Angklung dibuat dari bambu, umumnya menggunakan jenis bambu hitam (awi wulung) atau bambu ater (awi temen) yang dikenal karena seratnya yang kuat dan tahan lama. Alat musik ini dibunyikan dengan cara digoyangkan, menyebabkan benturan badan pipa bambu yang menghasilkan bunyi bergetar. Setiap angklung hanya menghasilkan satu nada spesifik, sehingga untuk menciptakan melodi yang utuh dan indah, dibutuhkan kerja sama dari beberapa pemain yang masing-masing memegang angklung dengan nada berbeda.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ada tiga teknik dasar dalam memainkan angklung. Teknik "Kerulung" atau getar adalah yang paling umum, di mana kedua tangan memegang dasar tabung bambu dan menggetarkannya ke kiri-kanan secara berulang. Teknik "Centok" atau sentak dilakukan dengan menarik tabung secara cepat oleh jari ke telapak tangan untuk menghasilkan bunyi sekali. Sementara itu, teknik "Tepuk" melibatkan menepuk bagian dasar angklung.

Halaman
Show All
Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan