SMRA Kantongi Pendapatan Rp 8,76 Triliun, Turun 17,4% pada 2025

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat pendapatan dan laba turun pada 2025.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 14:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatat kinerja keuangan lesu pada 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (17/3/2026), pendapatan Summarecon Agung turun 17,47% menjadi Rp 8,76 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 10,62 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung susut 15,3% menjadi Rp 4,36 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,16 triliun.

Laba kotor perseroan terpangkas 19,4% menjadi Rp 4,39 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 5,46 triliun.

Beban penjualan naik menjadi Rp 570,15 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 513,65 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 1,25 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,17 triliun. Perseroan juga meraih keuntungan pelepasan investasi sebesar Rp 60,86 miliar pada 2025 dari sebelumnya tidak ada. Selain itu, penghasilan operasi bertambah menajdi Rp 17,44 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 17,33 miliar dan beban operasi lain naik menjadi Rp 72,16 miliar dari 2024 sebesar Rp 60,50 miliar.

Seiring hal itu, laba usaha perseroan terpangkas 30,6% menjadi Rp 2,58 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,73 triliun.

Seiring hal tersebut, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 44,18% menjadi Rp 1,20 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,84 triliun.  Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot menjadi Rp 46,43 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 83,19.

Ekuitas perseroan naik 15,7% menjadi Rp 16 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 13,83 triliun. Liabilias bertambah 13,37% dari Rp 6,81 triliun pada 2024 menjadi Rp 7,34 triliun pada 2025. Aset perseroan naik 14,3% menajdi Rp 38,34 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 33,53 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 3,37 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,29 triliun.

Summarecon Agung (SMRA) Suntik Modal Rp 231,8 Miliar ke Dua Anak Usaha

Sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mengumumkan adanya penambahan dana pada dua perusahaan anak melalui entitas terkendali pada 13 November 2025. Langkah tersebut dilakukan oleh PT Serpong Cipta Lestari, yang menyalurkan modal senilai Rp 139,1 miliar ke PT Serpong Cipta Kreasi dan Rp 92,7 miliar ke PT Lestari Kreasi.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025), Perseroan menuturkan penempatan modal ini tidak menimbulkan perubahan terhadap aktivitas inti perusahaan.

Manajemen menambahkan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai regulasi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur modal pada tingkat anak usaha.

Sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mengumumkan adanya penambahan dana pada dua perusahaan anak melalui entitas terkendali pada 13 November 2025.

Langkah tersebut dilakukan oleh PT Serpong Cipta Lestari, yang menyalurkan modal senilai Rp139,1 miliar ke PT Serpong Cipta Kreasi dan Rp92,7 miliar ke PT Lestari Kreasi.

Corporate Secretary SMRA, Lydia Tjio, dalam pernyataan tertanggal Senin (17/11/2025), menuturkan bahwa penempatan modal ini tidak menimbulkan perubahan terhadap aktivitas inti perusahaan.

“Peningkatan modal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha SMRA,” ujar Tjio.

Manajemen menambahkan bahwa seluruh prosedur telah dijalankan sesuai regulasi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur modal pada tingkat anak usaha.

 

LRT Jakarta Gandeng Summarecon Buat Akses Stasiun dengan Mal di Kelapa Gading

Sebelumnya, PT LRT Jakarta sebagai operator transportasi publik menggandeng perusahaan pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk berkolaborasi dalam menciptakan kemudahan akses yang terintegrasi.

Salah satunya dengan menghadirkan fasilitas jembatan penghubung (connecting bridge). Jembatan yang dibangun sepanjang 120 dengan tambahan 20 meter itu menuju GAFOY, dapat menghubungkan antara stasiun dengan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Kelapa Gading.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi mengatakan, kerja sama naming rights yang dilakukan Summarecon menjadi bukti bahwa Summarecon terus konsisten mendukung program pemerintah, khususnya bagi pengembangan kota Jakarta yang semakin berorientasi kepada transportasi publik.

"Kolaborasi ini akan menjadi sebuah kerja sama yang saling menguntungkan antara pengembang dan operator transportasi publik, di mana kami harap pengunjung bisa memaksimalkan penggunaan transportasi publik yang aman dan nyaman. Hal ini juga sekaligus menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat untuk bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak positif pada berkurangnya kemacetan," ujar dia, Rabu (30/7/2025).

Connecting bridge ini menerapkan konsep open air dengan tambahan atap yang memaksimalkan sirkulasi udara di sekitar. Untuk keamanan juga dipasang CCTV di berbagai sudut, serta petugas keamanan yang berjaga di sekitar area, dan dibuka mengikuti jam operasional mal mulai 10.00 hingga 22.00 WIB.