Liputan6.com, Jakarta Banyak yang mengira Cece sekadar sapaan gaul khas pusat perbelanjaan atau ruko sebelah rumah. Faktanya, kata ini berakar dari bahasa Mandarin jiejie yang berarti kakak perempuan. Satu kata pendek, tetapi menyimpan cerita panjang tentang keluarga, dialek, dan perjumpaan budaya di Indonesia.
Kalau kamu pernah bingung membedakan Cece dan Cici, atau ragu memakainya di depan teman keturunan Tionghoa, tulisan ini merangkum semuanya secara ringkas dan bisa langsung dipraktikkan.
Kenapa Kata Cece Menarik Diketahui Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290155/original/048890200_1783428815-b4ecfcf6-6c56-4650-aea8-59a8e357b2b4.jpg)
Sejak Imlek menjadi libur nasional, kosakata Tionghoa makin akrab di telinga banyak orang. Ditambah gelombang drama Mandarin, konten TikTok, dan lagu berbahasa Mandarin, sapaan seperti Cece dan Koko kini muncul di percakapan sehari-hari, bukan cuma di lingkungan keluarga Tionghoa.
Memahami arti sebenarnya membuat kita lebih peka saat menyapa orang lain. Lebih dari itu, penguasaan bahasa Mandarin makin dianggap sebagai aset karier, mulai dari peluang jadi penerjemah hingga bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan Tiongkok. Mengenal satu kata seperti Cece bisa jadi pintu masuk yang menyenangkan.
Advertisement
Makna dan Nilai Kultural di Balik Sapaan Ini
Dalam budaya Tionghoa, panggilan bukan sekadar penanda, melainkan bentuk penghormatan. Bahasa Mandarin membedakan saudara berdasarkan usia dan jenis kelamin secara tegas.
Urutan usia sangat menentukan: jiejie untuk kakak perempuan dan meimei untuk adik perempuan, sementara gege dan didi untuk kakak dan adik laki-laki. Tidak ada kata "saudara" yang netral tanpa keterangan lebih tua atau lebih muda.
Sebutan gege dan jiejie juga kerap dipakai untuk menunjukkan kedekatan kepada orang yang sedikit lebih tua, terutama oleh anak-anak, sebagai cerminan nilai bakti kepada yang lebih tua atau xiaoshun.
Jiejie bukan sekadar label keluarga, melainkan semacam "alat sosial" untuk menyapa perempuan yang sedikit lebih tua dengan hangat dan sopan. Karena itulah, memanggil seseorang Cece terasa lebih akrab dan hormat dibanding langsung menyebut namanya.
Panduan Lengkap Memahami dan Memakai "Cece"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290156/original/052839000_1783428815-344a0706-6e62-4ddb-8f69-e157a32dd96a.jpg)
1. Arti dan Asal Kata Jiejie
Cece maupun Cici sama-sama berakar dari kata Mandarin jiejie yang berarti kakak perempuan. Dalam lidah orang Indonesia, jiejie terdengar seperti "ciecie", lalu menyesuaikan diri menjadi cece atau cici.
Di Indonesia, kata cece telah mengalami perluasan makna. Saat ini Cece dipakai bebas untuk menyapa perempuan Tionghoa mana pun, bukan hanya kakak kandung.
2. Beda Cece dan Cici: Soal Dialek, Bukan Arti
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Jawaban singkatnya: artinya sama, yang berbeda hanya cara melafalkan karena pengaruh dialek.
Kata-kata kekerabatan dalam rumpun bahasa Tionghoa - Kanton, Hakka, Mandarin, hingga Hokkien - memang memiliki pelafalan yang berbeda-beda. Dari sinilah lahir dua versi yang sama-sama benar.
| Aspek | Cece | Cici |
|---|---|---|
| Asal kata | jiejie (via dialek) | jiejie (via dialek) |
| Ciri pelafalan | huruf "C" lebih tajam | huruf "C" lebih bulat |
| Dialek yang sering dikaitkan | Hakka, Tiociu, Kanton | Hokkien |
| Kecenderungan wilayah | Kalbar, Bangka, Surabaya | Sumatra Utara, Jakarta, Jawa Barat |
| Arti | kakak perempuan | kakak perempuan |
Perlu dicatat, pemetaan wilayah di atas hanya kecenderungan, bukan aturan kaku. Ada keluarga di Belitung yang terbiasa menyebut "cece", ada pula orang yang pindah ke Jakarta lalu ikut menyebut "cici" karena menyesuaikan lingkungan. Di Semarang, banyak yang malah menyingkatnya jadi "cik".
3. Cara Pelafalan yang Tepat
Kalau ingin mengucapkannya sesuai Mandarin baku (Putonghua), pelafalan yang benar adalah "ciecie". Namun dalam pergaulan sehari-hari di Indonesia, cece dan cici sama-sama diterima dan tidak bisa disebut salah, karena keduanya hasil adaptasi alami dalam lingkungan berbahasa Indonesia.
Pelafalan dan penggunaan istilah keluarga memang bisa berbeda antardialek, termasuk antara Mandarin dan Kanton. Jadi jangan minder soal aksen; yang penting niat menyapanya sopan.
4. Kapan dan kepada Siapa Memakai Cece
Gunakan Cece untuk perempuan yang usianya sebaya atau sedikit lebih tua darimu, terutama dalam suasana informal. Contoh natural: "Cece sudah makan belum?" atau "Kemarin cece-ku ngajak makan di restoran baru."
Hindari memakainya untuk perempuan yang jauh lebih tua (setara ibu atau nenek), karena di situ ada sapaan lain yang lebih pas. Menyebut kerabat yang lebih senior dengan nama aslinya dianggap tabu, sehingga istilah kekerabatan menjadi satu-satunya sapaan yang pantas.
5. Mengenal Keluarga Besar Panggilan Tionghoa
Cece tidak berdiri sendiri. Ia bagian dari sistem sapaan yang kaya. Berikut beberapa yang paling umum terdengar di Indonesia, dengan catatan bahwa ejaan bisa bervariasi antardialek.
| Panggilan di Indonesia | Asal kata | Arti |
|---|---|---|
| Koko / Engkoh | gege | kakak laki-laki |
| Cece / Cici | jiejie | kakak perempuan |
| Didi | didi | adik laki-laki |
| Meimei | meimei | adik perempuan |
| Susuk | shushu | paman |
| Ai / Ii | ayi | bibi atau tante |
Koko, misalnya, berasal dari gege dan diserap lewat dialek Hokkien, Tiociu, serta Khek. Kata ini bahkan meninggalkan jejak pada busana, yaitu baju koko yang dinamai dari sebutan "engkoh-engkoh".
Baca juga: kosakata Mandarin dasar yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
6. Variasi Antardaerah di Indonesia
Karena etnis Tionghoa di Indonesia berasal dari beberapa subsuku, pelafalannya ikut berwarna-warni. Di Sumatra yang dekat dengan pengaruh berbeda, ada yang menyebut "ge" dan "ce"; di Jakarta dan Jawa Barat umumnya "ko" dan "ci"; di Jawa Tengah dan Yogyakarta sering terdengar "koh" dan "cik".
Keragaman ini bukan kesalahan, melainkan kekayaan. Ia menunjukkan bagaimana satu kata bisa berakar di banyak komunitas sekaligus, dari sejarah masyarakat Tionghoa di Surabaya hingga permukiman Pecinan di kota-kota lain.
Tips Pemula: Tiga Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Menganggap Cece dan Cici beda arti. Keduanya sama, hanya beda dialek.
- Memakainya untuk perempuan yang jauh lebih tua. Untuk yang setara tante atau nenek, gunakan sapaan lain seperti Ai atau Ema.
- Memaksakan sapaan saat lawan bicara kurang nyaman. Kalau ragu, tanyakan dulu panggilan yang ia sukai. Menyapa "Mbak", "Kak", atau namanya juga tetap sopan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cece dalam Bahasa Cina
Cece artinya apa?
Cece artinya kakak perempuan. Kata ini berasal dari bahasa Mandarin jiejie yang dilafalkan mirip "ciecie". Selain untuk kakak kandung, Cece juga dipakai sebagai sapaan sopan dan hangat kepada perempuan Tionghoa yang usianya lebih tua, meski tidak ada hubungan darah.
Apa perbedaan Cece dan Cici?
Perbedaannya hanya pada pelafalan, bukan arti. Keduanya berakar dari kata jiejie dan sama-sama berarti kakak perempuan. Cece cenderung dilafalkan dengan huruf "C" lebih tajam dan sering dikaitkan dengan dialek Hakka, Tiociu, atau Kanton, sedangkan Cici terdengar lebih bulat dan lekat dengan dialek Hokkien. Wilayah pemakaiannya pun beragam dan sering saling tumpang tindih.
Apakah Cece termasuk bahasa Mandarin?
Akarnya memang dari Mandarin, yaitu jiejie. Namun bentuk "cece" dan "cici" yang kita dengar sehari-hari lebih merupakan hasil penyesuaian lewat dialek Tionghoa seperti Hokkien, Hakka, dan Tiociu, sekaligus adaptasi lidah orang Indonesia. Jadi dalam Mandarin baku, pelafalan yang tepat adalah "ciecie", sementara cece dan cici adalah versi lokal yang sudah membaur dalam keseharian kita.
Pada akhirnya, satu sapaan sederhana seperti Cece mengingatkan kita bahwa bahasa selalu bergerak, berpindah, dan tumbuh bersama orang-orang yang memakainya. Menyapa dengan tepat bukan hanya soal benar atau salah, melainkan cara menunjukkan hormat dan kehangatan, dua hal yang tak pernah kehilangan nilainya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290154/original/045207500_1783428815-9e7a9a9b-f1f7-4d96-8916-eed16771b9a7__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238313/original/043635800_1783129470-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476394/original/056758700_1768741971-trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289269/original/089484000_1783396770-000_B9C94LX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289662/original/002196700_1783411861-Portugal_s_Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4631896/original/089632600_1698833268-alone-young-disabled-man-wheelchair-garden.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289766/original/015818600_1783414863-_gtrg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289620/original/052753600_1783410583-Kombinasi_Tanaman_Hias_dalam_Pot_yang_Cocok_untuk_Teras_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289871/original/088700700_1783417032-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508771/original/005712200_1626144727-rod-long-DRgrzQQsJDA-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289698/original/028806700_1783412928-HL_teras.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289749/original/046808600_1783414653-julien-tromeur-_zkb2-BXoTk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472843/original/054838400_1782378172-15080172360213501685.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289883/original/050588200_1783417324-05543d80-2bf3-4ab6-a519-5bf7fb0b5446.jpg)