Cara Menanam Kubis di Pot yang Benar untuk Hasil Panen Melimpah

Tak perlu membutuhkan ruang luas di ladang, begini cara menanam kubis di pot yang benar.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kubis (Brassica oleracea) dikenal sebagai sayuran musim dingin atau cuaca sejuk yang biasanya membutuhkan ruang luas di ladang. Namun, bagi Anda yang memiliki lahan terbatas, balkon, atau pekarangan kecil, menanam kubis di dalam pot atau kontainer adalah solusi yang sangat efektif. Dengan perawatan yang tepat, kubis dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan bonggol yang padat di dalam pot.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang akurat untuk menanam dan merawat kubis di pot, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (7/7).

1. Memilih Pot dan Media Tanam yang Tepat

Kubis adalah tanaman yang memiliki sistem perakaran cukup luas dan membutuhkan nutrisi dalam jumlah besar (heavy feeder).

  • Ukuran Pot: Gunakan pot yang memiliki kedalaman minimal 30 cm (12 inci) dan diameter sekitar 30–45 cm untuk satu tanaman kubis. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah agar air tidak tergenang.
  • Media Tanam: Jangan gunakan tanah taman biasa karena cenderung memadat di dalam pot. Gunakan potting mix (media tanam pot) berkualitas tinggi yang gembur, kaya bahan organik (kompos), dan memiliki drainase yang baik. Kubis menyukai pH tanah yang agak asam hingga netral (antara 6,0 hingga 6,8).

2. Kebutuhan Cahaya dan Suhu

  • Sinar Matahari: Kubis membutuhkan paparan sinar matahari penuh (full sun). Letakkan pot di tempat yang menerima setidaknya 6 hingga 8 jam cahaya matahari langsung setiap hari.
  • Suhu: Sebagai tanaman cuaca sejuk, kubis tumbuh paling optimal pada suhu antara 15°C hingga 21°C. Di iklim tropis seperti Indonesia, letakkan pot di tempat yang agak teduh dari terik matahari sore yang ekstrem untuk mencegah tanaman mengalami stres atau mengalami bolting (berbunga terlalu cepat sebelum membentuk bonggol).

3. Cara Menanam (Dari Benih atau Bibit)

  • Penyemaian Benih: Jika memulai dari benih, tanam benih sedalam 0,5 hingga 1 cm di wadah semai. Setelah bibit memiliki 3 hingga 4 daun sejati (biasanya berumur 4–6 minggu), bibit siap dipindahkan ke pot besar.
  • Menggunakan Bibit: Jika membeli bibit siap tanam, buat lubang di pot sedalam bola akar bibit tersebut. Masukkan bibit, timbun kembali dengan media tanam, dan tekan perlahan di sekitar pangkal batang untuk menghilangkan kantong udara. Siram segera setelah ditanam.

4. Perawatan dan Penyiraman

  • Penyiraman: Kubis membutuhkan kelembapan yang konsisten. Tanah di dalam pot lebih cepat kering daripada di tanah terbuka, jadi periksa kelembapan tanah setiap hari. Siram secara teratur agar tanah tetap lembap, tetapi tidak becek atau berlumpur. Penyiraman yang tidak konsisten (terlalu kering lalu tiba-tiba terlalu basah) dapat menyebabkan bonggol kubis retak atau pecah.
  • Cara Menyiram: Siramlah di bagian dasar tanaman (langsung ke tanah) menggunakan saringan atau corong lambat. Hindari membasahi daun secara berlebihan karena air yang terperangkap di sela-sela daun dapat memicu pembusukan dan penyakit jamur.

5. Pemupukan (Heavy Feeder)

Karena kubis membutuhkan banyak nutrisi dan volume tanah di dalam pot terbatas, pemupukan berkala sangatlah krusial:

  • Campurkan pupuk organik atau kompos matang ke dalam media tanam saat pertama kali menanam.
  • Setelah tanaman mulai tumbuh aktif dan daun-daunnya mulai melipat membentuk bonggol, berikan pupuk cair yang kaya nitrogen atau pupuk sayuran seimbang setiap dua minggu sekali untuk mendukung pertumbuhan daun yang lebat dan padat.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Menanam di pot dapat mengurangi risiko penularan penyakit dari tanah tanah terbuka, namun Anda tetap harus waspada terhadap hama daun:

  • Hama Umum: Ulat kubis (cabbage worms) dan kutu daun (aphids) adalah musuh utama tanaman ini.
  • Solusi: Periksa bagian bawah daun secara rutin. Anda bisa membasmi ulat secara manual atau menggunakan semprotan organik seperti minyak neem (neem oil) atau sabun insektisida jika terjadi serangan. Penutupan pot dengan jaring halus (floating row covers) juga sangat efektif mencegah kupu-kupu bertelur di daun kubis.

7. Pemanenan

Kubis di dalam pot siap dipanen ketika bonggolnya sudah terasa keras dan padat saat ditekan dengan tangan. Jangan biarkan kubis terlalu lama di pot setelah matang karena dapat memicu bonggolnya pecah atau rasanya menjadi pahit.

  • Cara Panen: Gunakan pisau tajam untuk memotong bonggol tepat di bagian dasar batang, di bawah daun-daun pelindung bagian luar.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Kubis di Pot

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga kubis di pot bisa dipanen?

Secara umum, kubis membutuhkan waktu sekitar 60 hingga 100 hari untuk matang setelah dipindahkan ke pot, tergantung pada varietas yang Anda tanam. Varietas kubis awal (early varieties) biasanya matang lebih cepat dibandingkan varietas kubis musim dingin yang berukuran besar.

2. Mengapa bonggol kubis saya pecah atau retak sebelum sempat dipanen?

Masalah ini biasanya disebabkan oleh penyiraman yang tidak konsisten. Jika tanah dibiarkan terlalu kering dalam waktu lama lalu tiba-tiba disiram dengan air yang sangat banyak, tanaman akan menyerap air terlalu cepat. Hal ini membuat bagian dalam bonggol tumbuh lebih cepat daripada kulit luarnya, sehingga bonggol menjadi retak. Pastikan media tanam selalu lembap secara stabil.

3. Apakah saya bisa menanam lebih dari satu tanaman kubis dalam satu pot besar?

Sebaiknya tidak. Kubis adalah tanaman heavy feeder (rakus nutrisi) dan membutuhkan ruang akar yang luas. Menanam lebih dari satu kubis dalam satu pot—kecuali pot Anda berukuran raksasa atau berupa raised bed yang panjang—akan memicu perebutan nutrisi dan air. Akibatnya, tanaman akan kerdil dan gagal membentuk bonggol yang padat.

4. Mengapa tanaman kubis saya berbunga padahal bonggolnya belum terbentuk sempurna?

Fenomena ini disebut bolting. Hal ini biasanya dipicu oleh stres lingkungan, paling sering karena kenaikan suhu udara yang terlalu panas atau paparan terik matahari yang ekstrem. Jika Anda menanam di dataran rendah atau daerah tropis, pastikan untuk memberi peneduh (shading net) atau memindahkan pot ke area yang lebih sejuk saat matahari siang sedang terik-teriknya.

5. Daun kubis saya bolong-bolong kecil, apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab paling umum adalah serangan ulat kubis (cabbage worms) atau kutu lompat (flea beetles). Periksa bagian bawah daun secara teliti; ulat hijau sering kali berkamuflase dengan warna daun. Anda bisa memungut ulatnya secara manual jika jumlahnya sedikit, atau menyemprotkan cairan organik seperti neem oil (minyak neem) secara berkala di sore hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6