Liputan6.com, Jakarta - Pakis monyet (Cibotium barometz) merupakan salah satu tanaman hias ikonik yang sangat digemari karena tampilannya yang eksotis. Ciri khas berupa bulu-bulu halus berwarna emas kecokelatan di bagian pangkal batangnya membuat pakis ini menyerupai hewan monyet yang sedang meringkuk. Di habitat aslinya, tanaman purba ini tumbuh subur di lingkungan hutan hujan tropis yang lembap, teduh, dan terlindungi dari terik matahari langsung. Oleh karena itu, menanamnya di area yang cenderung panas dan kering sering kali dianggap sebagai tantangan besar bagi para pencinta tanaman hias.
Meskipun pakis monyet secara alami menyukai tempat yang sejuk, bukan berarti Anda sama sekali tidak bisa menanamnya di lokasi yang bersuhu tinggi. Kuncinya terletak pada bagaimana Anda memanipulasi faktor kelembapan, memilih media tanam yang tepat, dan memberikan perlindungan ekstra agar tanaman tidak mengalami stres akibat dehidrasi. Dengan rekayasa lingkungan yang konsisten, bulu-bulu emas pakis monyet Anda akan tetap berkilau indah, dan daun-daun hijaunya yang lebar tidak akan mudah menguning atau terbakar meskipun cuaca di luar sedang terik-teriknya.
Rekayasa Media Tanam yang Mengikat Kelembapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289463/original/056135400_1783405794-95e6ff05-bc8e-4791-9087-526b858f7752.jpeg)
Tantangan terbesar menanam pakis monyet di lokasi panas adalah cepatnya penguapan air dari dalam pot. Untuk menyiasati hal ini, Anda tidak bisa menggunakan tanah taman biasa yang cenderung cepat mengeras dan kering. Anda membutuhkan racikan media tanam khusus yang memiliki porositas tinggi sekaligus mampu menahan kelembapan dalam jangka waktu yang lebih lama. Campuran yang ideal adalah kombinasi antara cacahan pakis hitam, moss (lumut kering), sedikit sekam bakar, dan kompos matang dengan perbandingan yang seimbang.
Moss dan cacahan pakis berfungsi sebagai "spons" alami yang akan menyimpan cadangan air setiap kali Anda melakukan penyiraman. Sementara itu, sekam bakar memastikan bahwa media tanam tetap gembur dan tidak memadat, sehingga akar pakis monyet tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Pastikan Anda menghindari penggunaan tanah lempung yang terlalu padat, karena ketika cuaca panas, tanah jenis ini akan mencengkeram akar terlalu kuat dan memicu pembusukan akibat sirkulasi udara yang buruk saat disiram kembali.
Sebagai langkah pelengkap, lapisi bagian atas media tanam dengan mulsa alami seperti sabut kelapa halus (cocopeat) atau lumut hidup. Lapisan atas ini berfungsi sebagai pelindung atau benteng pertahanan pertama dari paparan panas langsung yang menyengat permukaan pot. Dengan adanya mulsa ini, penguapan air dari media tanam dapat ditekan secara drastis, sehingga akar pakis monyet Anda tetap berada dalam lingkungan yang sejuk dan basah meskipun suhu udara di sekitarnya sedang meningkat.
Advertisement
Memilih Posisi Strategis dan Peneduh Buatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289464/original/078134200_1783405794-09466e0e-0d8f-4669-a8e1-a1e65d2393f2.jpeg)
Menanam pakis monyet di lokasi panas bukan berarti Anda membiarkannya terpapar matahari langsung tanpa pelindung sepanjang hari. Lokasi panas yang dimaksud di sini adalah area dataran rendah atau teras rumah yang memiliki suhu udara tinggi namun tetap bisa disiasati pencahayaannya. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menempatkan pot pakis monyet di area yang hanya terkena sinar matahari pagi, misalnya di bawah jam 9 pagi, karena intensitas sinarnya belum terlalu membakar.
Jika area rumah Anda benar-benar terbuka dan minim peneduh alami, penggunaan paranet (jaring peneduh) adalah solusi yang sangat wajib. Pasanglah paranet dengan kerapatan minimal 70% di atas area penempatan pakis monyet untuk menyaring intensitas cahaya matahari. Dengan cara ini, tanaman tetap mendapatkan energi cahaya yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis, namun radiasi panas yang ekstrem dapat diredam dengan sangat baik sehingga daun pakis tidak gosong.
Selain itu, Anda bisa memanfaatkan tanaman pelindung lain yang berukuran lebih besar dan tahan panas untuk memayungi pakis monyet. Letakkan pakis monyet di bagian bawah atau di antara rimbunan tanaman seperti pohon palem, ketapang kencana, atau tanaman merambat lainnya. Metode intercropping atau pengelompokan tanaman ini terbukti efektif menciptakan keteduhan alami dan membantu menurunkan suhu mikro di sekitar area pakis monyet secara signifikan.
Teknik Penyiraman Eksklusif untuk Area Bersuhu Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289465/original/094767500_1783405794-2cfb1d0c-d984-4620-86f5-3c2f55ca351e.jpeg)
Di lokasi yang panas, frekuensi dan teknik penyiraman memegang peranan hidup dan mati bagi pakis monyet. Anda tidak bisa lagi menyiram tanaman ini dengan jadwal standar seperti dua hari sekali; di tempat yang panas, penyiraman harus dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum matahari terik dan sore hari saat suhu mulai turun. Hindari menyiram pada siang hari yang terik karena perbedaan suhu air dan media yang ekstrem justru dapat membuat tanaman mengalami syok alias stres termal.
Teknik penyiraman pun tidak boleh sembarangan hanya membasahi media tanam di dalam pot saja. Mengingat pakis monyet menyerap kelembapan melalui seluruh bagian tubuhnya, Anda wajib membasahi bagian batang yang berbulu emas serta menyemprot bagian bawah daunnya. Bulu-bulu halus pada batang pakis monyet berfungsi seperti jaringan spons yang menyimpan air, sehingga membasahi batangnya secara merata akan membantu menjaga kesegaran tanaman sepanjang hari.
Untuk memberikan hasil yang maksimal, sangat disarankan untuk menggunakan metode misting atau pengabunan otomatis jika Anda memiliki anggaran lebih. Penggunaan misting yang menyala secara berkala selama beberapa menit pada jam-jam krusial di siang hari akan sangat membantu menurunkan suhu udara di sekitar tanaman. Jika tidak ada alat otomatis, Anda bisa meletakkan nampan berisi air dan batu kerikil di bawah pot pakis monyet agar uap air dari nampan tersebut terus memberikan kelembapan konstan dari bawah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pakis Monyet di Lokasi Panas
1. Apakah pakis monyet benar-benar bisa bertahan hidup di dataran rendah yang panas?
Bisa. Meskipun habitat aslinya adalah hutan hujan tropis yang sejuk, pakis monyet memiliki daya adaptasi yang cukup baik. Kuncinya adalah konsistensi dalam memanipulasi kelembapan lingkungan sekitar, seperti memodifikasi media tanam, memasang peneduh, dan menjaga jadwal penyiraman yang ketat agar tanaman tidak dehidrasi.
2. Mengapa kita tidak boleh menggunakan tanah taman biasa atau tanah lempung untuk pakis monyet?
Di lokasi yang panas, tanah taman biasa atau tanah lempung akan sangat cepat mengeras, padat, dan kering. Ketika disiram, tanah jenis ini justru akan menahan air secara berlebihan di satu titik tanpa sirkulasi udara yang baik, sehingga mencengkeram akar terlalu kuat dan memicu pembusukan akar. Pakis monyet membutuhkan media yang porous (gembur) tetapi tetap mengikat air seperti campuran moss dan cacahan pakis hitam.
3. Kapan waktu terbaik untuk menyiram pakis monyet di lingkungan yang bersuhu tinggi?
Penyiraman harus dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi hari (sebelum matahari terik) dan sore hari (saat suhu udara mulai turun). Sangat dilarang menyiram pada siang hari bolong karena perbedaan suhu yang ekstrem antara air dan media tanam dapat membuat tanaman mengalami syok atau stres termal.
4. Bagian tubuh pakis monyet mana saja yang wajib terkena air saat penyiraman?
Selain media tanam di dalam pot, Anda wajib membasahi seluruh bagian batang yang berbulu emas serta menyemprot bagian bawah daunnya. Bulu-bulu halus pada batang pakis monyet berfungsi seperti spons alami yang menyimpan cadangan air, sehingga membasahinya secara merata akan menjaga tanaman tetap segar sepanjang hari.
5. Apa solusi alternatif jika saya tidak memiliki modal untuk memasang sistem kabut (misting) otomatis?
Anda bisa menggunakan trik alami yang murah, yaitu dengan meletakkan nampan berisi air dan batu kerikil tepat di bawah pot pakis monyet. Pastikan dasar pot bertumpu di atas kerikil (tidak terendam air langsung). Penguapan air dari nampan tersebut akan naik ke atas dan menciptakan mikroklimat yang lembap secara konstan di sekitar tanaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289462/original/037717300_1783405794-a811e5ce-3120-42c9-9acb-5390b9a1bfb4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289279/original/026350400_1783397376-063_2282982710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289611/original/039931600_1783410397-Belgium_s_Hans_Vanaken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516749/original/064060200_1772345295-Rumah_Biophilic_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288246/original/069460500_1783308119-gXWM0ORexIK8NnRC18qNGm5HYrktTIqYCVCh4QXJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8940531/original/064843600_1782965628-axgv0bAsUofGGBnaV571Av6qU1Yad3ACeGaFIHnQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289501/original/071367300_1783407098-Gemini_Generated_Image_bwv4bsbwv4bsbwv4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289649/original/084103100_1783411408-bale-bale_cor_2a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289384/original/026519500_1783403557-fb4eab44-65e4-451a-8370-ce1cdd1a3dd5.jpg)