WNI Diduga Disekap dan Disiksa Sindikat Mafia Tambang di Malaysia

KBRI Kuala Lumpur menerima laporan dugaan penyekapan dan penganiayaan WNI asal Prabumulih, Sumatera Selatan, berinisial DC pada 16 Mei.

Diterbitkan 18 Mei 2026, 05:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polri mengusut dugaan penganiayaan WNI oleh sindikat tambang timah ilegal di Malaysia.
  • Korban WNI berinisial DC diselamatkan setelah mengalami patah kaki dan cedera akibat kekerasan.
  • Penyelamatan melibatkan koordinasi Atase Polri KBRI dengan kepolisian Malaysia di Sepang.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengusut dugaan penganiayaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) oleh sindikat tambang timah ilegal di Malaysia. Selain itu, Polri menyatakan sedang berupaya mengevakuasi WNI tersebut dari Malaysia.

“Dittipidter (Direktorat Tindak Pidana Tertentu Polri) sedang proses koordinasi untuk upaya penyelamatan dan evakuasi dengan Divhubinter (Divisi Hubungan Internasional Polri), serta Atase Kepolisian Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Malaysia,” ujar Direktur Tipidter Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Irhamni di Jakarta, Minggu (18/5/2026).

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa mulanya Atase Polri (Atpol) KBRI Kuala Lumpur menerima laporan terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang WNI asal Prabumulih, Sumatera Selatan, berinisial DC pada 16 Mei 2026.

Adapun berdasarkan keterangan awal, korban mengaku dipaksa untuk membawa timah dari Indonesia dan dibujuk untuk datang ke Malaysia. Setibanya di Malaysia, korban malah mengalami penganiayaan.

“Berdasarkan laporan awal, korban mengalami patah kaki serta cedera pada bagian tangan dan kepala akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh pelaku penyelundupan timah ilegal,” katanya.

Korban Diselamatkan

Oleh sebab itu, Atpol KBRI Kuala Lumpur berkoordinasi dengan Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Langat. Namun demikian, setelah dilakukan pengecekan ulang, diketahui lokasi kejadian berada dalam wilayah hukum IPD Sepang.

Selanjutnya, IPD Sepang mengerahkan Balai Polis Sungai Pelek untuk melakukan tindakan penyelamatan hingga akhirnya korban DC dapat diselamatkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6