Pesan Wamentrans Viva Yoga untuk Warga Transmigrasi di Pulubala Gorontalo

Kementrans menyerahkan 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/4/2026).

Diterbitkan 08 April 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah menyerahkan 109 SHM kepada warga transmigrasi Pulubala, Gorontalo.
  • SHM diharapkan jadi sumber ekonomi, tidak boleh dijual, namun boleh digadaikan untuk modal usaha.
  • Program transmigrasi bagian Asta Cita, tingkatkan kesejahteraan dan jaga keutuhan NKRI.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyerahkan 109 Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Rabu (8/4/2026).

Pemberian ini diserakan langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat mengunjungi Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Bukit Aren, Kec. Pulubala.

"Sekarang ini ada 109 SHM yang diserahkan, dan itu diharapkan akan bisa menjadi pedoman, menjadi landasan hukum bahwa Bapak-Ibu secara sah sudah memiliki tanah, sudah milik sendiri," ujar Viva Yoga di depan para warga.

Dalam kesempatan itu, ia berpesan kepada masyarakat agar tidak menjual sertifikat tersebut, melainkan memanfaatkannya secara optimal sebagai sumber penghasilan.

"Tapi tidak boleh dijual karena itu adalah pemberian negara kepada Bapak-Ibu yang menginginkan agar Bapak-Ibu bisa mengelola tanah itu menjadi sumber ekonomi, menjadi sumber kehidupan keluarga, dan akhirnya nanti dapat meningkatkan pendapatan," tegasnya.

Meski begitu, Viva Yoga masih memperbolehkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan jaminan di Bank dengan sertifikat tersebut. Namun, dengan catatan untuk mendapatkan modal usaha.

"Kalau untuk disekolahkan di bank sih boleh, untuk usaha, ya," tandasnya.

 

Bagian Asta Cita Presiden

Viva Yoga menegaskan, program transmigrasi yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kementrans mengembangkan berbagai program pemberdayaan rakyat, seperti peningkatan fasilitas umum, renovasi sekolah, pembangunan infrastruktur jalan non-status yang tidak dibangun kementerian lain, hingga irigasi pertanian.

"Intinya bahwa Kementerian Transmigrasi hadir di sini untuk dapat meningkatkan kesejahteraan bukan hanya masyarakat trans tapi juga warga setempat yang ada di kawasan transmigrasi, karena tanggung jawab dari Kementerian Transmigrasi," ujar Viva Yoga.

Dalam tahun anggaran 2025, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 9,5 miliar untuk mengembangkan program transmigrasi di kawasan Gorontalo.

 

Upaya Menjaga Keutuhan Bangsa

Selain itu, Viva Yoga menambahkan, program trasnmigrasi tak hanya sekadar perpindahan penduduk, melainkan salah satu upaya untuk meneguhkan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adanya perbedaan suku, adat, dan budaya dapat berkembang lewat proses asimilasi dan akulturasi melalui program transmigrasi.

"Itu semuanya disatukan karena adanya program transmigrasi untuk mempererat nilai kebangsaan, untuk menjaga keutuhan NKRI," ungkap dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6