35 Contoh Game MPLS 2026 yang Seru dan Edukatif Lengkap dengan Cara Main

Menyebutkan contoh game MPLS 2026 yang seru dan edukatif beserta cara mainnya.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah momen krusial bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan, guru, dan teman-teman baru. Seringkali, hari-hari pertama di sekolah diwarnai dengan rasa canggung, malu, bahkan cemas karena harus keluar dari zona nyaman. Di sinilah peran penting dari ice breaking dan game kelompok. Aktivitas interaktif bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan jembatan emosional yang efektif untuk mencairkan kekakuan, membangun rasa percaya diri, serta menyuntikkan energi positif sejak hari pertama sekolah dimulai.

Pemilihan game MPLS dalam daftar ini didasarkan pada prinsip inklusivitas, kemudahan logistik, dan nilai edukatif. Permainan ini tidak membutuhkan biaya besar atau persiapan yang rumit, namun mampu memicu gelak tawa, kerja sama tim (teamwork), serta mengasah konsentrasi dan kreativitas siswa. Setiap game dirancang agar semua siswa dapat berpartisipasi aktif tanpa ada yang merasa terasingkan, sehingga esensi MPLS sebagai wadah penyambutan yang hangat dan menyenangkan dapat terwujud seutuhnya. 

Lebih lanjut, simak contoh game MPLS 2026 yang seru dan edukatif, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (8/7).

Kategori 1: Game Perkenalan & Mencairkan Suasana (Ice Breaking)

Game ini fokus untuk menghafal nama teman baru dan membuang rasa canggung.

  1. Sebut Nama dan Gaya: Siswa menyebutkan nama lengkap/panggilan diikuti satu gerakan khas, lalu seluruh anggota kelompok harus meniru nama dan gerakan tersebut.
  2. Bola Keberuntungan: Melempar bola plastik sambil diiringi musik. Saat musik berhenti, siswa yang memegang bola wajib memperkenalkan diri dan menjawab satu pertanyaan lucu dari panitia.
  3. Mencari Kembaran: Panitia menyebutkan satu karakteristik (misal: bulan lahir, warna kesukaan, atau ukuran sepatu). Siswa harus segera berlari mencari teman yang memiliki kesamaan tersebut dalam waktu 10 detik.
  4. Benar atau Bohong (Two Truths and a Lie): Siswa menuliskan tiga fakta tentang dirinya (dua benar, satu bohong). Teman sekelompok harus menebak mana pernyataan yang bohong.
  5. Wawancara Kilat (Speed Dating Sekolah): Siswa duduk berhadapan dalam dua lingkaran (luar dan dalam). Setiap 1 menit, lingkaran luar bergeser, dan mereka harus berkenalan dengan orang baru di depannya menggunakan topik acak.
  6. Rantai Nama: Orang pertama menyebutkan namanya. Orang kedua harus menyebutkan nama orang pertama lalu namanya sendiri. Orang ketiga menyebutkan nama orang pertama, kedua, baru namanya sendiri, dan seterusnya.
  7. Detektif Nama: Siswa diberikan selembar kertas berisi tabel ciri fisik (misal: memakai kacamata, rambut keriting, kidal). Mereka harus keliling mencari tanda tangan teman yang sesuai dengan ciri tersebut.
  8. Tebak Siapa Aku: Setiap siswa menuliskan satu fakta unik tentang dirinya di kertas tanpa nama, lalu digulung. Panitia mengambil acak dan membacakannya, siswa lain menebak siapa pemilik fakta tersebut.
  9. Kesan Pertama: Siswa menempelkan kertas kosong di punggung mereka. Teman-teman lain akan menuliskan satu kata positif tentang kesan pertama mereka pada siswa tersebut.

Kategori 2: Game Konsentrasi & Fokus 

Cocok dimainkan setelah materi ruangan agar siswa kembali segar dan fokus.

  1. Tepuk Pagi, Siang, Malam: Jika panitia bilang "Pagi" tepuk 1x, "Siang" tepuk 2x, dan "Malam" tepuk setengah (tidak berbunyi). Yang salah diberi hukuman coret bedak.
  2. Simon Berkata (Simon Says): Siswa hanya boleh mengikuti instruksi jika diawali kalimat "Simon berkata". Jika panitia langsung menyebut perintah (misal: "Pegang hidung!"), siswa yang mengikuti dinyatakan gugur.
  3. Boom Tujuh: Siswa berhitung bergantian secara berurutan. Setiap kelipatan angka 7 atau angka yang mengandung unsur 7 (7, 14, 17, dst), siswa tidak boleh menyebutkan angkanya melainkan wajib berteriak "BOOM!".
  4. Hitam - Hijau: Siswa dibagi dua baris berhadapan (baris Hitam dan baris Hijau). Jika panitia meneriakkan "Hiii-tam!", maka baris Hitam harus mengejar baris Hijau sebelum melewati garis aman.
  5. Kata Kunci (The Keyword Game): Panitia menentukan satu kata kunci (misal: "Sekolah"). Panitia kemudian bercerita, dan setiap kali kata "Sekolah" tersebut terucap, siswa harus saling menangkap jempol tangan temannya.
  6. Angin Berembus: Semua siswa duduk di kursi dalam lingkaran, satu orang berdiri di tengah tanpa kursi dan berkata, "Angin berembus kepada mereka yang memakai jam tangan". Semua yang memakai jam tangan harus berpindah kursi, dan orang di tengah berebut kursi kosong.
  7. Tebak Gerak Alami: Satu orang memperagakan profesi atau hewan tanpa suara secara estafet ke belakang, orang terakhir di barisan harus menebak gerakannya.
  8. Dengarkan Instruksinya: Panitia memberikan cerita panjang yang menyelipkan instruksi fisik implisit, misalnya "Saat matahari terbit di kanan, burung terbang ke kiri". Siswa harus bergerak sesuai arah yang disebutkan.

Kategori 3: Game Kerja Sama Tim (Teamwork) 

Melatih kepemimpinan, komunikasi, dan soliditas antar-anggota kelompok.

  1. Estafet Sarung: Seluruh anggota kelompok bergandengan tangan membentuk lingkaran. Mereka harus memindahkan kain sarung dari satu orang ke orang lain tanpa boleh melepaskan gandengan tangan.
  2. Naga Balon: Setiap kelompok berbaris memanjang ke belakang. Di antara punggung dan dada antar-siswa dijepit sebuah balon. Mereka harus berjalan dari garis start ke finish tanpa membuat balon jatuh atau meletus.
  3. Arsitek Sedotan: Setiap kelompok diberikan 20 sedotan dan 1 meter isolasi. Tugas mereka adalah membangun menara setinggi dan sekokoh mungkin dalam waktu 10 menit.
  4. Menyeberangi Sungai Beracun: Kelompok diberikan beberapa lembar kertas (sebagai batu pijakan). Mereka harus menyeberangi area "sungai" dengan syarat jumlah kertas terbatas dan kertas harus dipindahkan secara estafet ke depan.
  5. Blind Walk (Menuntun Si Buta): Semua anggota kelompok ditutup matanya, kecuali ketua kelompok yang berada di paling belakang. Ketua memberikan instruksi suara atau tepukan pundak berantai untuk mengarahkan barisan melewati rintangan.
  6. Estafet Air dengan Gelas Bocor: Memindahkan air menggunakan gelas plastik yang sudah dilubangi kecil-kecil, ditaruh di atas kepala, lalu dituangkan ke gelas teman di belakangnya tanpa menoleh.
  7. Koran Ajaib: Satu kelompok (5-6 orang) harus berdiri di atas selembar koran terbuka. Setiap babak, koran tersebut akan dilipat menjadi dua bagian lebih kecil. Kelompok yang bertahan paling lama tanpa menyentuh lantai luar koran adalah pemenangnya.
  8. Lingkaran Hula Hoop: Memindahkan hula hoop mengelilingi barisan kelompok yang saling bergandengan tangan dengan waktu tercepat.
  9. Tali Kusut (Human Knot): Siswa berdiri melingkar, lalu menjulurkan tangan untuk memegang tangan dua orang yang berbeda secara acak. Setelah kusut, mereka harus mengurai jalinan tangan tersebut menjadi lingkaran sempurna tanpa melepaskan pegangan.

Kategori 4: Game Kreativitas & Cerdas Cermat 

Mengasah otak, pengetahuan umum tentang sekolah, serta keberanian tampil di depan umum.

  1. Yel-Yel Kreatif: Setiap kelompok diberikan waktu 15 menit untuk menciptakan yel-yel unik yang menggabungkan nama kelompok mereka dan visi sekolah baru mereka.
  2. Kuis Ranking 1: Cerdas cermat dengan sistem eliminasi menggunakan papan jalan/kertas. Pertanyaan berkisar seputar sejarah sekolah, nama guru, fasilitas sekolah, dan pengetahuan umum.
  3. Iklan Nyeleneh: Kelompok diminta mempromosikan sebuah barang tidak biasa yang ada di sekitar mereka (misal: daun kering, batu bata, penghapus usang) menjadi barang yang bernilai tinggi di depan kelompok lain.
  4. Sambung Cerita: Panitia memulai cerita dengan satu kalimat (misal: "Pagi itu di kantin sekolah..."). Siswa pertama menyambung satu kalimat, dilanjutkan siswa kedua, dan seterusnya hingga membentuk cerita utuh yang lucu.
  5. Tebak Lagu Daerah/Nasional: Panitia menggumamkan (humming) nada lagu nasional atau daerah, kelompok yang paling cepat mengangkat tangan dan menebak judulnya dengan benar mendapatkan poin.
  6. Scavenger Hunt (Berburu Harta Karun): Siswa diberikan daftar teka-teki mengenai tempat atau benda di sekolah (misal: "Tempat menyimpan ilmu yang dijaga oleh keheningan" = Perpustakaan). Mereka harus menuju ke sana dan mengambil bukti foto kelompok.
  7. Melukis Wajah Teman: Dua siswa duduk berhadapan. Dalam waktu 1 menit dan tanpa melihat ke arah kertas (hanya melihat wajah temannya), mereka harus menggambar sketsa wajah satu sama lain.
  8. Gaya Bahasa Isyarat: Menebak satu kata benda atau kalimat yang berkaitan dengan lingkungan sekolah melalui gerakan tubuh tanpa suara.
  9. Pantun Kilat Berantai: Kelompok harus saling membalas pantun bertema sekolah secara spontan. Jika kelompok lawan tidak bisa membalas dalam waktu 10 detik, mereka dinyatakan kalah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Contoh Game MPLS

1. Apa tujuan diadakannya game saat MPLS?

Game saat MPLS bertujuan membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mencairkan suasana, membangun rasa percaya diri, serta mempererat hubungan dengan teman dan guru melalui aktivitas yang menyenangkan.

2. Bagaimana memilih game MPLS yang tepat?

Pilih permainan yang mudah dipahami, aman, sesuai dengan jumlah peserta, dan mendorong seluruh siswa untuk berpartisipasi. Sebaiknya game juga memiliki nilai edukatif, seperti melatih kerja sama, komunikasi, atau kreativitas.

3. Apakah game MPLS harus menggunakan banyak peralatan?

Tidak. Banyak game MPLS dapat dimainkan hanya dengan perlengkapan sederhana seperti bola, kertas, spidol, sedotan, balon, atau bahkan tanpa alat sama sekali. Yang terpenting adalah aturan permainan jelas dan mudah diikuti.

4. Bagaimana memastikan game MPLS tetap aman dan inklusif?

Panitia perlu menghindari permainan yang berpotensi membahayakan fisik, mempermalukan peserta, atau memicu perundungan. Pastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi tanpa memandang kemampuan fisik maupun latar belakangnya.

5. Berapa lama durasi ideal untuk satu game MPLS?

Umumnya, satu permainan berlangsung sekitar 10–20 menit, tergantung jenis dan jumlah peserta. Durasi tersebut cukup untuk menjaga antusiasme siswa tanpa mengganggu jadwal penyampaian materi MPLS.   

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6