Liputan6.com, Jakarta - Aspek yang perlu diperbaiki penilaian kinerja guru menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sistem evaluasi yang efektif tidak hanya mengukur capaian guru, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Berbagai aspek yang perlu diperbaiki penilaian kinerja guru mencakup penyempurnaan indikator penilaian, kemudahan penggunaan instrumen, serta pemberian umpan balik yang lebih objektif. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan proses evaluasi yang lebih adil, transparan, dan bermanfaat bagi guru.
Memahami aspek yang perlu diperbaiki penilaian kinerja guru dapat membantu sekolah dan pemangku kepentingan menyusun strategi pengembangan yang lebih tepat sasaran. Dengan sistem penilaian yang terus disempurnakan, profesionalisme guru dan kualitas layanan pendidikan pun dapat meningkat secara optimal.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang aspek yang perlu diperbaiki penilaian kinerja guru, Rabu (8/7/2026).
Aspek yang Perlu Diperbaiki dalam Penilaian Kinerja Guru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3300677/original/093400700_1605760301-tra-nguyen-TVSRWmnW8Us-unsplash.jpg)
Berdasarkan pedoman resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang Pengelolaan Kinerja Guru serta model kompetensi guru dalam Ruang GTK, terdapat sejumlah aspek yang perlu terus disempurnakan agar penilaian kinerja guru semakin objektif, transparan, dan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Perbaikan pada setiap aspek diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi dasar pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
1. Perencanaan Pembelajaran
Guru perlu menyusun tujuan pembelajaran yang jelas, terukur, dan selaras dengan capaian pembelajaran yang ingin dicapai. Materi ajar juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, serta kemampuan peserta didik agar proses belajar menjadi lebih efektif. Selain itu, perangkat pembelajaran seperti modul ajar, media, dan instrumen asesmen perlu dipersiapkan secara lengkap dan sistematis sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai rencana.
2. Pelaksanaan Pembelajaran
Proses pembelajaran perlu semakin berpusat pada peserta didik dengan menerapkan metode yang aktif, inovatif, dan interaktif. Guru juga diharapkan mampu mengelola kelas secara kondusif sehingga siswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, maupun bekerja sama. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dan strategi yang bervariasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus membantu mereka memahami materi dengan lebih baik.
3. Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran
Guru perlu menggunakan berbagai bentuk asesmen, baik formatif maupun sumatif, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Hasil penilaian tidak hanya digunakan untuk memberikan nilai, tetapi juga menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki proses pembelajaran. Umpan balik yang jelas, konstruktif, dan tepat waktu akan membantu peserta didik memahami kekuatan serta aspek yang masih perlu ditingkatkan.
4. Pengembangan Kompetensi Profesional
Peningkatan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, lokakarya, seminar, komunitas belajar, maupun kegiatan pengembangan profesi lainnya. Guru juga perlu terus memperbarui pengetahuan sesuai perkembangan kurikulum, teknologi pendidikan, dan kebutuhan peserta didik. Refleksi terhadap praktik mengajar menjadi langkah penting agar guru dapat terus memperbaiki kualitas pembelajaran dari waktu ke waktu.
5. Kompetensi Pedagogik
Guru diharapkan memiliki kemampuan memahami karakteristik, kebutuhan, minat, dan gaya belajar setiap peserta didik. Pemahaman tersebut akan membantu guru menerapkan pembelajaran yang inklusif, berdiferensiasi, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Dengan pendekatan yang tepat, setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal sesuai potensinya.
Advertisement
6. Kompetensi Sosial dan Komunikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256071/original/083858600_1781146961-ronald-felton-6c86TCPmNRQ-unsplash.jpg)
Kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, orang tua, rekan sejawat, maupun pimpinan sekolah merupakan bagian penting dari penilaian kinerja guru. Kolaborasi yang baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung keberhasilan pembelajaran. Sikap terbuka terhadap masukan serta kemampuan membangun hubungan profesional juga perlu terus dikembangkan.
7. Kompetensi Kepribadian
Guru perlu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, dan etika profesi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sebagai teladan bagi peserta didik, guru juga diharapkan mampu menjaga perilaku, konsistensi, dan komitmen terhadap nilai-nilai pendidikan. Kompetensi kepribadian yang baik akan memperkuat kepercayaan peserta didik maupun masyarakat terhadap profesi guru.
8. Perilaku Kerja
Aspek perilaku kerja meliputi kedisiplinan, komitmen, akuntabilitas, serta kemampuan bekerja secara profesional. Guru juga perlu menunjukkan kesiapan dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan, memanfaatkan teknologi, dan terbuka terhadap evaluasi maupun saran perbaikan. Sikap proaktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja.
9. Tindak Lanjut Hasil Observasi
Hasil observasi pembelajaran sebaiknya tidak berhenti pada proses penilaian, tetapi menjadi dasar penyusunan rencana perbaikan yang konkret. Guru perlu melakukan refleksi secara berkala terhadap praktik mengajar, kemudian menerapkan tindak lanjut yang sesuai dengan masukan yang diterima. Dokumentasi terhadap perubahan dan peningkatan yang telah dilakukan juga penting sebagai bukti pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, aspek-aspek tersebut selaras dengan komponen resmi Pengelolaan Kinerja Guru yang meliputi praktik kinerja, perilaku kerja, pelaksanaan tugas pokok, dan pengembangan kompetensi. Penilaian ini juga mengacu pada empat kompetensi utama guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, sehingga dapat menjadi acuan dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus profesionalisme guru di lingkungan sekolah.
Tentang Penilaian Kinerja Guru oleh Kepala Sekolah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4858826/original/029006600_1718007833-young-woman-teacher-wearing-glasses-sitting-school-desk-front-blackboard-classroom-with-abacus-globe-checking-class-register-holding-pointer-smiling-confident.jpg)
Melansir Pusat Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Penilaian Kinerja Guru (PKG) merupakan tahapan pengiriman hasil penilaian kinerja guru kepada Kepala Dinas Pendidikan.
Data yang diinput melalui fitur Pengelolaan Kinerja selanjutnya dianalisis oleh Kemendikdasmen sebagai salah satu dasar dalam proses penetapan Predikat Kinerja Organisasi oleh Dinas Pendidikan.
Penilaian tersebut mencakup Predikat Kinerja yang ditetapkan oleh kepala sekolah berdasarkan dua komponen utama, yaitu rating praktik kinerja dan rating perilaku kerja.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan kinerja guru sekaligus mempertimbangkan hasil pengembangan kompetensi yang telah dicapai. Proses ini mengacu pada ketentuan dalam PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 sehingga penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan sesuai standar yang berlaku.
Kepala sekolah hanya perlu mengirimkan data Penilaian Kinerja satu kali. Apabila masih terdapat guru yang belum menyelesaikan proses penilaian, kepala sekolah dapat melengkapinya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap penetapan predikat kinerja. Mekanisme ini bertujuan agar seluruh data yang dikirim telah lengkap, akurat, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Sebelum hasil penilaian dikirimkan kepada Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah masih memiliki kesempatan untuk meninjau kembali dan melakukan perbaikan apabila ditemukan data yang kurang tepat.
Setelah seluruh informasi dipastikan benar, hasil Penilaian Kinerja Guru akan diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan sebagai dasar pelaksanaan Penetapan Predikat Kinerja Organisasi.
Advertisement
Variabel Pengelolaan Kinerja Guru (PKG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862125/original/043103600_1718253413-2148925455.jpg)
Melansir Pusat Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Pengelolaan Kinerja Guru (PKG) terdiri atas empat variabel utama yang menjadi dasar penilaian kinerja guru. Keempat variabel tersebut juga menjadi komponen penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang terintegrasi dengan sistem e-Kinerja BKN.
1. Pelaksanaan Tugas Pokok
Variabel ini menilai sejauh mana guru memahami dan menjalankan tugas pokoknya sesuai ketentuan. Kepala sekolah akan memverifikasi dokumen akuntabilitas, seperti kurikulum satuan pendidikan, rekap kehadiran, serta surat tugas tambahan. Dokumen tersebut cukup ditunjukkan secara langsung tanpa perlu diunggah ke sistem.
2. Praktik Kinerja
Praktik kinerja berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Guru dan kepala sekolah bersama-sama menentukan subindikator yang menjadi prioritas pengembangan selama periode penilaian. Penetapannya mengacu pada dimensi dalam Rapor Pendidikan, khususnya indikator praktik pembelajaran, sehingga peningkatan kinerja dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
3. Perilaku Kerja
Perilaku kerja menilai sikap dan tindakan guru dalam menjalankan tugas sehari-hari. Penilaian mengacu pada nilai-nilai BERAKHLAK ASN, dengan guru memilih satu fokus perilaku yang paling relevan sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Penentuan fokus tersebut dilakukan melalui diskusi bersama kepala sekolah.
4. Pengembangan Kompetensi
Guru bersama kepala sekolah menentukan satu indikator kompetensi yang menjadi prioritas pengembangan berdasarkan Model Kompetensi Guru. Kegiatan pengembangan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk pembelajaran tanpa ketentuan minimal jam atau jenis kegiatan tertentu. Setelah selesai, guru diminta membuat refleksi mengenai hasil belajar dan penerapannya dalam pembelajaran. Refleksi tersebut menjadi bahan pertimbangan kepala sekolah dalam menilai perkembangan kompetensi guru, sehingga tidak diperlukan unggahan sertifikat atau dokumen pendukung ke dalam sistem.
Pertanyaan Seputar Aspek yang Perlu Diperbaiki Penilaian Kinerja Guru
Mengapa penilaian kinerja guru perlu diperbaiki?
Penilaian kinerja guru perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru, serta memastikan sistem yang lebih efektif dan berdampak positif maksimal bagi peserta didik.
Apa saja aspek utama yang perlu disederhanakan dalam rubrik penilaian?
Rubrik penilaian, terutama di Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada bagian observasi kelas, memiliki puluhan indikator konkret yang perlu disederhanakan agar lebih spesifik, mudah dipahami, dan dilengkapi contoh penerapan yang objektif.
Bagaimana cara meningkatkan kualitas umpan balik untuk guru?
Kualitas umpan balik dapat ditingkatkan dengan memberikan masukan yang konstruktif, jelas, dan mengadakan sesi diskusi untuk membahas hasil penilaian serta mendengarkan pandangan guru.
Apa peran pengembangan profesional berkelanjutan dalam perbaikan kinerja guru?
Pengembangan profesional berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengajar guru. Ini dapat dilakukan melalui pelatihan, tutor sebaya, atau Kelompok Kerja Guru (KKG) mini, serta pemberian penghargaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290567/original/020573700_1783485904-teacher_in_indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290434/original/044767200_1783481299-depan_rumah_5a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379012/original/028490600_1760331533-outgoing-cute-asian-brunette-woman-scroll-online-shop-purchase-summer-tour-internet-hold-smartphone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290403/original/018961400_1783479246-6e3aa014-d370-4bfc-a832-a09aba1fd422.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290410/original/028797800_1783480247-Gemini_Generated_Image_razpgtrazpgtrazp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289260/original/011599500_1783396292-aZPHeUBPHyeS4joh4ouRSmxguLFaNBN8cecnJ9WJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289208/original/030666000_1783395716-OqZVlmf4sywRhlJVsoNVVUToc8DCtd6xB0x3XVrD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290388/original/057690400_1783478990-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290369/original/020122900_1783477523-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261090/original/085612100_1781679456-Kebun_Sayur_Vertikal_dari_Galon_Bekas.jpg)