Alasan Pramono Belum Putuskan Tarif TransJakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov masih mengkaji usulan penyesuaian tarif TransJakarta.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 13:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI akan hitung ulang subsidi Transjakarta sebelum putuskan tarif baru.
  • Perhitungan penting untuk anggaran dan warga, termasuk besaran subsidi pemerintah.
  • Penetapan tarif prioritas, namun 15 golongan masyarakat tetap digratiskan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan menghitung ulang besaran subsidi transportasi Jakarta (Transjakarta) sebelum memutuskan usulan penyesuaian tarif.

Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan tarif tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran sekaligus kepentingan warga ibu kota.

Selain itu, Pramono memastikan usulan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif Transjakarta telah diterima dan kini tengah dipelajari oleh Pemprov DKI.

"Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu dan dalam minggu-minggu depan ini kami akan segera menghitung kembali," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Pramono, perhitungan ulang diperlukan karena keputusan mengenai tarif transportasi umum tidak hanya menyangkut besaran tarif yang dibayar penumpang, tetapi juga men mempertimbangkan besaran subsidi yang harus ditanggung pemerintah.

"Karena memang untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung dan dilakukan untuk itu," ujar Pramono.

 

Agenda Prioritas

Ia menambahkan, pembahasan mengenai usulan tarif saat ini berlangsung bersamaan dengan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama DPRD DKI Jakarta. Meski begitu, penetapan tarif menjadi salah satu agenda prioritas yang ingin segera diselesaikan.

"Sekarang ini sedang dalam tahap pembahasan APBD dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tetapi itu menjadi prioritas untuk segera diputuskan," ucap dia.

Lebih lanjut, Pramono menyebut bahwa keputusan yang diambil nantinya tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Menurut dia, Pemprov DKI juga terus menambah jumlah kelompok masyarakat yang memperoleh layanan transportasi umum secara gratis.

"Karena ada 15 golongan yang terus kita tambah untuk kita gratiskan, sehingga dengan demikian siapapun yang nanti mengalami kenaikan tarif, pastilah orang-orang yang mampu untuk itu. Sementara 15 golongan tersebut, sekarang saya sudah minta untuk digalakkan dan tetap kita gratiskan," kata Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6