Liputan6.com, Jakarta - Ternak lele di galon bekas semakin diminati karena tidak membutuhkan lahan luas dan modalnya relatif terjangkau. Banyak orang memanfaatkan galon air mineral bekas berkapasitas 19 liter untuk memelihara lele di halaman rumah, teras, hingga pekarangan sempit. Cara ini juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan barang bekas yang ramah lingkungan.
Namun, tidak sedikit pemula yang mengeluhkan lele cepat mati meski baru dipelihara beberapa hari atau minggu. Ikan terlihat lemas, sering mengambang di permukaan, nafsu makan menurun, hingga akhirnya mati satu per satu. Kondisi ini tentu membuat proses budidaya menjadi kurang maksimal.
Sebenarnya, penyebab lele cepat mati di galon bekas bukan karena wadahnya semata, melainkan karena pengelolaan yang kurang tepat. Faktor seperti kualitas air, kepadatan ikan, pemberian pakan, hingga penempatan galon sangat memengaruhi kesehatan lele. Berikut penjelasan lengkap Liputan6.com
Advertisement
1. Kepadatan Tebar Terlalu Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558128/original/086598500_1776406606-Panen_Tepat_Waktu_untuk_Hasil_Maksimal.jpg)
Kesalahan paling umum adalah memasukkan terlalu banyak benih ke dalam satu galon. Banyak orang berharap hasil panen lebih banyak, padahal ruang gerak ikan menjadi sangat terbatas.
Akibatnya, ikan mudah mengalami stres karena berebut oksigen, makanan, dan ruang hidup. Selain itu, kotoran yang dihasilkan juga semakin banyak sehingga kualitas air cepat menurun.
Tips: Untuk galon bekas berukuran 19 liter, sebaiknya isi sekitar 5–10 ekor lele jika tanpa sistem filtrasi. Jika menggunakan filter atau aerator, kapasitas bisa sedikit ditingkatkan, tetapi tetap jangan berlebihan.
2. Air Cepat Kotor dan Mengandung Amonia
Sisa pakan dan kotoran lele akan terurai menjadi amonia. Jika dibiarkan menumpuk, amonia menjadi racun yang dapat merusak insang dan mengganggu pernapasan ikan.
Tanda-tanda air yang sudah buruk antara lain:
- Â Berbau menyengat.Â
- Â Berwarna keruh atau kehijauan pekat.Â
- Â Muncul busa berlebihan.Â
- Â Lele sering berenang di permukaan.Â
Semakin kecil wadah budidaya, semakin cepat kualitas air menurun.
Advertisement
3. Terlalu Banyak Memberikan Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481527/original/004190300_1769136213-Beri_Pakan_Secukupnya___Teratur.jpg)
Banyak pemula mengira semakin banyak pakan maka lele akan semakin cepat besar. Padahal, pakan yang tidak habis justru membusuk di dasar galon.
Pembusukan tersebut menghasilkan zat beracun dan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit.
Sebaiknya berikan pakan sebanyak 2–3 kali sehari dengan jumlah yang bisa habis dalam waktu sekitar lima menit.
4. Tidak Ada Aerator atau Sirkulasi Air
Memang benar lele memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara. Namun, bukan berarti ikan ini bisa hidup dalam air yang kekurangan oksigen terus-menerus.
Aerator membantu menjaga kadar oksigen terlarut sekaligus membuat air tetap bergerak sehingga kualitasnya lebih stabil.
Jika tidak memiliki aerator, lakukan pergantian sebagian air secara rutin agar kandungan oksigen tetap terjaga.
5. Jarang Mengganti Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558121/original/035598200_1776406603-cara_ternak_lele_di_galon_5_liter_agar_cepat_panen.jpg)
Mengganti air bukan berarti harus menguras seluruh isi galon. Justru penggantian total dapat membuat ikan stres karena perubahan lingkungan yang mendadak.
Cara yang lebih aman adalah mengganti sekitar 20–30 persen air setiap beberapa hari, tergantung tingkat kekeruhan air.
Dengan cara ini, kualitas air tetap baik tanpa mengganggu adaptasi ikan.
6. Galon Bekas Tidak Dibersihkan dengan Benar
Galon yang pernah digunakan untuk menyimpan cairan tertentu bisa saja masih menyisakan zat yang berbahaya bagi ikan.
Sebelum digunakan, pastikan galon:
- Â Dicuci hingga bersih.Â
- Â Dibilas beberapa kali.Â
- Â Direndam menggunakan air bersih.Â
- Â Tidak lagi mengeluarkan bau menyengat.Â
Jika menggunakan galon bekas air minum, proses pembersihan biasanya lebih mudah dibandingkan galon bekas bahan kimia.
Advertisement
7. Galon Diletakkan di Tempat yang Terlalu Panas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558123/original/053664100_1776406604-Pemilihan_Bibit_Lele_Unggul_untuk_Panen_Maksimal.jpg)
Galon berbahan plastik mudah menyerap panas matahari. Ketika terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, suhu air akan meningkat cukup cepat.
Air yang terlalu panas dapat menyebabkan:
- Â Oksigen berkurang.Â
- Â Lele stres.Â
- Â Nafsu makan menurun.Â
- Â Risiko kematian meningkat.Â
Idealnya, letakkan galon di tempat yang teduh tetapi tetap mendapatkan pencahayaan alami.
8. Benih Lele Berkualitas Kurang Baik
Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi kualitas benih. Benih yang lemah atau sudah terinfeksi penyakit akan lebih mudah mati meski perawatannya sudah baik.
Pilih benih dengan ciri-ciri berikut:
- Â Gerakannya lincah.Â
- Â Ukuran relatif seragam.Â
- Â Warna tubuh cerah.Â
- Â Tidak terdapat luka pada tubuh maupun sirip.Â
Benih yang sehat juga memiliki respons cepat saat diberi pakan.
9. Tidak Melakukan Adaptasi Saat Memasukkan Benih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558124/original/096559000_1776406604-Penebaran_Bibit_dengan_Kepadatan_yang_Tepat.jpg)
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah langsung menuangkan benih ke dalam galon setelah dibeli.
Padahal, suhu dan kualitas air dari tempat pembenihan bisa berbeda dengan air di galon.
Sebaiknya lakukan proses adaptasi selama 15–30 menit dengan cara mengapungkan kantong berisi benih, kemudian tambahkan sedikit demi sedikit air dari galon sebelum ikan dilepas.
10. Tidak Mengontrol Kualitas Air Secara Berkala
Meski terlihat bersih, kualitas air belum tentu baik bagi ikan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-  pH ideal sekitar 6,5–8.Â
-  Suhu air berkisar 26–30 derajat Celsius.Â
- Â Air tidak berbau menyengat.Â
- Â Tidak terlalu keruh.Â
Pemeriksaan sederhana secara rutin dapat membantu mencegah kematian massal pada lele.
Advertisement
Cara Agar Lele di Galon Bekas Tidak Mudah Mati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290411/original/052996400_1783480247-Gemini_Generated_Image_nxrbqfnxrbqfnxrb.jpg)
Agar budidaya lele di galon bekas lebih berhasil, lakukan beberapa langkah berikut:
- Â Gunakan galon bekas yang bersih dan layak pakai.Â
- Â Hindari mengisi benih terlalu padat.Â
- Â Berikan pakan secukupnya dan sesuai jadwal.Â
- Â Ganti sebagian air secara berkala.Â
- Â Tambahkan aerator atau filter sederhana bila memungkinkan.Â
- Â Letakkan galon di tempat yang teduh.Â
- Â Pisahkan ikan yang sakit agar tidak menular ke ikan lainnya.Â
- Â Pantau kondisi air dan kesehatan ikan setiap hari.
Pertanyaan Seputar Ternak Lele di Galon Bekas Cepat Mati
1. Berapa jumlah lele yang ideal dalam satu galon bekas 19 liter?
Idealnya, satu galon bekas berkapasitas 19 liter diisi sekitar 5–10 ekor benih lele jika tidak menggunakan sistem filter atau aerator. Kepadatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan oksigen cepat habis, kualitas air menurun, dan meningkatkan risiko kematian ikan.
2. Seberapa sering air galon untuk budidaya lele perlu diganti?
Air sebaiknya tidak dikuras seluruhnya. Lakukan penggantian sekitar 20–30% air setiap 3–7 hari, atau lebih cepat jika air sudah keruh dan berbau. Cara ini membantu menjaga kualitas air tanpa membuat lele stres akibat perubahan lingkungan secara drastis.
3. Apa tanda-tanda lele mengalami stres atau kualitas air sudah buruk?
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain lele sering berenang di permukaan untuk mengambil udara, nafsu makan menurun, gerakannya lambat, tubuh terlihat pucat, serta air berbau menyengat atau berbusa. Jika gejala ini muncul, segera periksa kualitas air dan kurangi pemberian pakan sementara.
4. Apakah budidaya lele di galon bekas bisa berhasil tanpa aerator?
Bisa, tetapi perawatannya harus lebih teliti. Tanpa aerator, jumlah ikan sebaiknya dibatasi, pemberian pakan tidak berlebihan, dan kualitas air harus dijaga dengan mengganti sebagian air secara rutin. Penggunaan aerator tetap disarankan karena dapat meningkatkan kadar oksigen dan membantu menjaga kondisi air lebih stabil.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290410/original/028797800_1783480247-Gemini_Generated_Image_razpgtrazpgtrazp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290273/original/087493600_1783443068-000_B9JE88E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515056/original/074840500_1772156215-Gemini_Generated_Image_vp88r6vp88r6vp88.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260403/original/081911600_1781591891-Gemini_Generated_Image_r6yh4ir6yh4ir6yh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258681/original/020989400_1781401152-17859304121363832934.jpeg)