Jerhemy Owen Tebang 10 Hektar Sawit Ilegal, Siapkan Penanaman 150 Ribu Pohon di Sumatra

Jerhemy Owen menebang 10 hektar sawit ilegal di Aceh untuk restorasi hutan. Sebanyak 150 ribu pohon akan ditanam demi memulihkan ekosistem.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jerhemy Owen memimpin restorasi hutan Aceh, menebang 10 hektar sawit ilegal.
  • Proyek ini melibatkan penebangan 1.300 pohon sawit ilegal dan penanaman 150.000+ pohon.
  • Tujuannya mengembalikan fungsi hutan, habitat gajah, dan manfaat ekonomi masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Jerhemy Owen kembali menjadi sorotan setelah membagikan perkembangan terbaru dari aksi restorasi hutan yang dijalankannya di Aceh, Sumatra. Konten kreator yang dikenal aktif dalam berbagai kampanye lingkungan itu terlibat langsung dalam penebangan sekitar 10 hektar kebun sawit ilegal yang berada di kawasan hutan lindung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan hutan yang sebelumnya mengalami alih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Informasi ini dibagikan melalui media sosial Jerhemy dan mendapat perhatian luas dari masyarakat. "Doain ya kita bisa tanam sebanyak-banyaknya pohon di sini supaya jadi hutan kembali!" tulisnya dalam unggahan.

Mengganti Lahan Sawit Ilegal di Sumatra

Dalam proyek tersebut, sekitar 1.300 pohon sawit ilegal menjadi target penebangan. Jerhemy bahkan turun langsung menggunakan mesin gergaji bersama masyarakat setempat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta mitra konservasi yang terlibat di lapangan. Menurutnya, proses penebangan bukan pekerjaan yang mudah karena seluruh area harus dipulihkan secara bertahap agar dapat kembali berfungsi sebagai habitat alami bagi flora dan fauna di kawasan tersebut.

Ia juga mengungkap tujuan penanaman kembali pohon dan menggantikan lahan sawit ilegal tersebit.

"Tujuannya ga hanya untuk penghijauan kembali, tapi juga bermanfaat secara ekonomi untuk warga, termasuk mengembalikan habitat gajah-gajah Sumatra @wwf_id. Share sebanyak-banyaknya video ini supaya makin banyak pohon yang kita tanam," lanjutnya.

Kawasan Direstorasi Melalui 150.000 Penanaman Pohon

Aksi penebangan itu bukanlah tujuan akhir. Setelah lahan berhasil dibersihkan, kawasan tersebut akan direstorasi melalui penanaman pohon dalam jumlah besar. Jerhemy mengungkapkan bahwa program penghijauan akan mencakup penanaman lebih dari 150.000 pohon kayu dan pohon buah di sejumlah titik di Aceh. Sebagian kawasan di Tenggulun, Aceh Tamiang, akan menerima sekitar 20.000 bibit, sementara kawasan CRU DAS Peusangan di Bener Meriah menjadi lokasi utama dengan target lebih dari 150.000 pohon.

Program restorasi ini dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi konservasi dan masyarakat lokal. Sejumlah pihak yang disebut ikut mendukung di antaranya Leuser Conservation Forum dan WWF Indonesia. Keterlibatan masyarakat sekitar dinilai penting agar proses pemulihan hutan tidak berhenti pada penanaman saja, melainkan berlanjut hingga perawatan pohon dan perlindungan kawasan dalam jangka panjang.

"Tempat yang terdampak bencana banjir Sumatra dan kita akan ubah jadi hutan kembali! 150.000++ pohon agroforestri yang tujuannya ga cuma mengembalikan hutan, tapi juga supaya bisa dimanfaatkan warga setempat, sekaligus mengembalikan habitat satwa seperti Gajah Sumatra," sebutnya dalam unggahan Instagram.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Kisah Nyata Sore di Indosiar, Rabu 8 Juli Pukul 15.00 WIB

Febi Anindya KiranaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan