Infografis Sejumlah Wilayah Indonesia Hadapi Anomali Cuaca Hujan Saat Musim Kemarau

Potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia meski sudah masuk musim kemarau. di Mana saja dan seperti apa?

Diperbarui 19 Agustus 2025, 16:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG memprediksi cuaca ekstrem hujan lebat disertai kilat dan angin kencang di Indonesia.
  • Peningkatan curah hujan terjadi di musim kemarau karena MJO dan fenomena kemarau basah.
  • Wilayah terdampak meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali pada Agustus 2025.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang, masih akan terjadi disejumlah wilayah Indonesia.

"Beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan walau pun sebagian besarnya masih berada pada periode musim kemarau," ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani kepada Liputan6.com, Selasa 19 Agustus 2025.

Wilayah mana sajakah? Disebutkan BMKG, cuaca Indonesia pada periode 19-21 Agustus 2025 akan hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang di antaranya di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, dan Bali.

Untuk periode 22-25 Agustus 2025, cuaca di Indonesia hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang di antaranya akan melanda Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

BMKG menjelaskan, terdapat sejumlah faktor beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami peningkatan curah hujan walau pun sebagian besarnya masih berada pada periode musim kemarau.

Yakni salah satunya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 3 yang diprediksi memasuki fase 4 secara spasial diperkirakan aktif.

Selain itu, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edvin Aldrian juga menyebut, curah hujan meningkat signifikan di berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2025, meski seharusnya sedang berada di musim kemarau.

Edvin mengatakan, hal ini terjadi karena tengah berlangsung fenomena kemarau basah.

Lantas, wilayah mana saja yang memiliki potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat meski sudah musim kemarau? Mengapa bisa terjadi? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

Infografis Sejumlah Wilayah Indonesia Hadapi Anomali Cuaca Hujan Saat Musim Kemarau

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6