Liputan6.com, Jakarta - Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) merupakan terapi yang memanfaatkan oksigen murni dalam ruang bertekanan tinggi untuk membantu meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Metode ini digunakan dalam sejumlah kondisi medis, terutama ketika tubuh membutuhkan dukungan tambahan selama proses pemulihan.
Prosedur HBOT dilakukan dengan menghirup oksigen murni di dalam hyperbaric chamber yang memiliki tekanan udara lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Tekanan tersebut memungkinkan paru-paru menyerap oksigen dalam jumlah lebih banyak.
Oksigen kemudian dibawa melalui aliran darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan, melansir Psychology Today, Rabu (16/9/2026). Secara umum, terdapat dua jenis ruang hiperbarik, yakni monoplace dan multiplace.
Advertisement
Monoplace chamber dirancang untuk satu pasien dan tersedia dalam struktur keras maupun lunak. Sementara itu, multiplace chamber dapat menampung beberapa pasien sekaligus.
Pada ruang multiplace, pasien berada di dalam ruangan bertekanan yang berisi udara medis, kemudian menghirup oksigen 100 persen melalui masker atau perangkat khusus. Bentuk pemberian oksigen dapat berbeda sesuai fasilitas yang tersedia.
Tekanan yang lebih tinggi membuat jumlah oksigen terlarut dalam darah meningkat. Kondisi tersebut memungkinkan oksigen didistribusikan ke jaringan yang membutuhkan pasokan tambahan, termasuk jaringan yang mengalami kerusakan atau kekurangan oksigen.
Meski bentuk ruang dan perangkatnya berbeda, kedua jenis chamber bekerja dengan prinsip serupa. Selama terapi berlangsung, tenaga medis memantau kondisi pasien dan mengatur tekanan serta pemberian oksigen sesuai kebutuhan.
Proses tersebut dilakukan secara terkontrol untuk memastikan terapi berlangsung sesuai kondisi masing-masing pasien.
Penggunaan HBOT
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3367056/original/086931700_1612331056-man-shirt-having-heartache_23-2147934427__1_.jpg)
Peningkatan kadar oksigen yang masuk ke jaringan menjadi alasan HBOT digunakan dalam kondisi ketika tubuh membutuhkan dukungan pemulihan tambahan. Terapi ini dapat membantu pertumbuhan pembuluh darah dan jaringan baru, serta mendukung aktivitas sistem kekebalan tubuh.
Luka yang sulit sembuh, termasuk luka pada kaki akibat diabetes, menjadi salah satu kondisi yang dapat ditangani menggunakan HBOT. Terapi ini juga digunakan pada infeksi serius tertentu, cedera akibat tekanan, cangkok kulit yang berisiko mengalami kerusakan jaringan, serta cedera akibat radiasi.
Prosesnya tidak berlangsung hanya dalam satu sesi untuk semua kondisi. Keadaan darurat seperti keracunan karbon monoksida dapat membutuhkan beberapa sesi, sedangkan kondisi luka yang tidak kunjung sembuh dapat memerlukan puluhan kali terapi.
Durasi satu sesi umumnya berlangsung sekitar 1,5 jam hingga 2 jam dan pasien tetap dipantau oleh tenaga kesehatan selama prosedur.
Advertisement
Potensinya untuk Otak dan Proses Pemulihan Sel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316397/original/020807400_1755234533-chang-duong-nDi4YTMKP-g-unsplash.jpg)
HBOT turut dibicarakan dalam konteks kesehatan otak karena peningkatan pasokan oksigen dapat memengaruhi jaringan yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar. HBOT berpotensi mendukung fungsi kognitif, aliran darah, dan neuroplastisitas pada orang dewasa yang mengalami proses penuaan.
Neuroplastisitas merujuk pada kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk atau memperkuat koneksi tertentu. Sejumlah penelitian yang dibahas dalam artikel tersebut mengaitkan HBOT dengan perubahan pada aliran darah, peradangan, serta proses yang berkaitan dengan perbaikan jaringan otak.
Riset mengenai manfaat HBOT untuk kesehatan otak masih terus berkembang. Klaim mengenai peningkatan fungsi kognitif atau pembalikan proses penuaan biologis belum dapat diperlakukan sebagai manfaat umum yang sudah pasti berlaku bagi semua orang.
HBOT Perlu Dilakukan di Fasilitas Medis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598656/original/006015600_1696417451-stephen-andrews-GwgFPDXiSIs-unsplash.jpg)
HBOT umumnya dianggap aman ketika dilakukan untuk kondisi yang sesuai dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Tekanan udara serta paparan oksigen berkadar tinggi tetap dapat menimbulkan efek samping, seperti nyeri telinga atau sinus, perubahan penglihatan sementara, cedera pada telinga bagian tengah, hingga penurunan fungsi paru dalam kondisi tertentu.
Risiko yang lebih serius memang jarang terjadi, tetapi tetap perlu diperhatikan. Terjadinya paru-paru kolaps dan kejang kemungkinan akibat paparan oksigen berlebih, sementara lingkungan yang kaya oksigen juga meningkatkan risiko kebakaran, sehingga prosedur harus dilakukan dengan peralatan dan standar keselamatan yang sesuai.
Prosedur HBOT tidak dirancang untuk dilakukan secara mandiri di rumah. Terapi ini perlu dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas yang terakreditasi, sedangkan kebutuhan jumlah sesi ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan respons tubuh terhadap terapi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350031/original/038888200_1789552849-cek_fakta_-_Bank_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3500682/original/096699800_1625403120-photo-1615486510988-2c6ecc66ceba.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3981857/original/069499800_1648798744-fernando-lavin-fi5YSQfxbVk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376575/original/063263700_1760009184-rupiah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340947/original/088518800_1788537895-suede_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4829617/original/048171400_1715558360-IMG_2462.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350126/original/079179800_1789563652-Gemini_Generated_Image_23n6zh23n6zh23n6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4592983/original/061347100_1695990908-ifrah-akhter-9tC7Q6v-kZQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349852/original/007395600_1789547341-3455f9dd-07b8-4f92-9ed6-ee1e2a4e7f79.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299696/original/022467500_1753848306-woman-with-melanoma-her-skin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334751/original/063261800_1787897457-01M13BWTDR0VX07CZZSDQF6BNS.jpg)