Cara Mengatasi Pori-Pori Hidung Tersumbat agar Kulit Tampak Lebih Bersih

Ketika sebum bercampur dengan sel kulit mati, sisa makeup, debu, dan kotoran, pori-pori hidung dapat tersumbat.

Diterbitkan 16 September 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pori-pori hidung yang tersumbat menjadi salah satu masalah yang kerap diperhatikan dalam rutinitas perawatan kulit. Pori-pori merupakan lubang kecil pada permukaan kulit yang terhubung dengan folikel rambut dan kelenjar minyak.

Area hidung cenderung menghasilkan lebih banyak sebum dibandingkan bagian wajah lainnya sehingga lebih rentan mengalami penyumbatan. Ketika sebum bercampur dengan sel kulit mati, sisa makeup, debu, dan kotoran, pori-pori dapat tersumbat.

Kondisi ini bisa memicu munculnya komedo, membuat tekstur kulit terasa kasar, hingga menyebabkan pori-pori terlihat semakin besar. Melansir Medical News, Jumat, 7 Agustus 2026, penumpukan sebum, sel kulit mati, serta kotoran dari lingkungan menjadi beberapa faktor yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.

Jika tidak dirawat dengan tepat, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Sayangnya, masih banyak orang yang mencoba mengatasi komedo dengan cara memencetnya menggunakan tangan atau alat. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan iritasi, luka, hingga meninggalkan bekas pada kulit.

Sementara itu, Healthline menjelaskan bahwa ukuran pori-pori dipengaruhi faktor genetik sehingga tidak dapat diperkecil secara permanen. Meski begitu, perawatan kulit yang tepat dapat membantu membuat tampilannya terlihat lebih bersih dan halus.

Perawatan pun tidak harus rumit. Membersihkan wajah secara rutin, melakukan eksfoliasi sesuai kebutuhan, dan memilih skincare yang sesuai jenis kulit dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.

Penyebab Penyumbatan

Pori-pori kulit terhubung dengan kelenjar keringat dan kelenjar sebasea yang menghasilkan sebum. Minyak alami ini berfungsi menjaga kelembapan kulit sekaligus membantu melindunginya dari bakteri. Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyebabkan pori-pori, terutama di area hidung, tersumbat.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, perubahan hormonal, stres, dan tingkat kelembapan lingkungan. Penggunaan produk seperti makeup dan tabir surya yang tidak dibersihkan dengan baik juga dapat memicu penumpukan pada pori-pori.

Untuk mencegahnya, hindari menggosok area hidung terlalu keras atau mencuci wajah secara berlebihan. Kebiasaan tersebut justru dapat menyebabkan iritasi dan merangsang produksi minyak lebih banyak. Sebaliknya, bersihkan wajah secara rutin dengan produk yang sesuai untuk membantu menjaga pori-pori tetap bersih.

Lakukan Eksfoliasi

Eksfoliasi menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi pori-pori tersumbat, terutama di area hidung. Perawatan ini membantu mengangkat sel kulit mati, minyak berlebih, dan kotoran yang menumpuk di permukaan kulit sehingga risiko penyumbatan pori dapat dikurangi.

Meski begitu, eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup lakukan satu hingga dua kali dalam seminggu agar kulit tetap bersih tanpa mengganggu lapisan pelindung alaminya. Pilih produk eksfoliasi yang sesuai dengan kondisi kulit, baik berupa eksfoliator kimia maupun eksfoliator fisik dengan tekstur yang lembut.

Setelah eksfoliasi, gunakan pelembap untuk membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi risiko iritasi. Jika dilakukan secara rutin dan tidak berlebihan, eksfoliasi dapat membantu membuat tekstur kulit terasa lebih halus, mengurangi penumpukan kotoran, serta meminimalkan munculnya komedo di sekitar hidung.

Pilih Skincare yang Tepat

Selain membersihkan wajah dan melakukan eksfoliasi, pemilihan produk skincare juga penting untuk membantu mencegah pori-pori kembali tersumbat. Pilih produk dengan label non-comedogenic, yang diformulasikan agar tidak mudah menyumbat pori-pori.

Pelembap berbahan dasar gel, sunscreen, dan makeup dengan formula serupa dapat menjadi pilihan, terutama bagi pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat. Produk dengan tekstur ringan juga membantu menjaga kulit tetap terhidrasi tanpa meninggalkan rasa berat atau memicu penumpukan minyak di area hidung.

Masker wajah dapat digunakan sebagai pelengkap perawatan. Pilih jenis masker sesuai kebutuhan kulit, misalnya clay mask yang membantu menyerap minyak berlebih dan mengangkat kotoran dari permukaan kulit. Masker dengan kandungan charcoal juga dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan pori-pori. Gunakan masker satu hingga dua kali seminggu agar kulit terasa lebih bersih dan halus.