Liputan6.com, Jakarta - Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan menyimpan fadhilah besar. Namun, tak banyak yang mengetahui terdapat doa setelah sholawat yang dianjurkan untuk dibaca sebagai penyempurna amalan sekaligus permohonan keberkahan yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
Doa ini menjadui inti dari rangkaian ibadah yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta melalui perantaraan kekasih-Nya.
Perintah bersholawat telah ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56). Ayat ini menunjukkan betapa istimewanya sholawat sebagai bentuk ibadah yang tidak hanya diperintahkan, tetapi juga dicontohkan langsung oleh Allah dan para malaikat.
Advertisement
Qadhi ‘Iyadh dalam kitab Asy-Syifa’ menerangkan bahwa pembacaan shalawat di setiap permulaan urusan bertujuan untuk memohon berkah atau bertabarruk.
Rasulullah SAW sendiri menegaskan pentingnya adab dalam berdoa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Fadhalah bin ‘Ubaid, beliau mendengar seseorang berdoa tanpa memuji Allah dan tanpa bersholawat kepada Nabi, lalu beliau bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaknya ia memulai dengan memuji Tuhannya, kemudian bersholawat kepada Nabi SAW. Setelah itu, barulah ia berdoa dengan apa yang ia kehendaki.”
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Jalaul Afham menegaskan bahwa doa yang didahului dengan shalawat akan naik menuju kepada Allah SWT.
Ustadz Mahmud Sami dalam kitab 70 Shalawat Pilihan menjelaskan bahwa sholawat pada hakikatnya adalah bentuk pengagungan kepada Nabi sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau di sisi Allah.
Bacaan Doa Setelah Sholawat: Arab, Latin dan Artinya
Muhammad Taufiq Ali Yahya dalam 1001 Shalawat menyebutkan bahwa doa setelah sholawat berguna menyempurnakan amalan serta memperluas keberkahan. Berikut adalah bacaan lengkap doa setelah sholawat, kandungan maknanya, serta hikmah-hikmah yang menyertainya.
Berikut adalah doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah selesai membaca shalawat, sebagaimana tercantum dalam kitab Dalailul Khairat karya Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli dan berbagai sumber kredibel lainnya.
Arab: اَللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالصَّلاَةِ عَلَيْهِ صُدُوْرَنَا، وَيَسِّرْ بِهَا أُمُوْرَنَا، وَفَرِّجْ بِهَا هُمُوْمَنَا وَاكْشِفْ بِهَا غُمُومَنَا، وَاغْفِرْ بِهَا ذُنُوْبَنَا وَاقْضِ بِهَا دُيُوْنَنَا، وَأَصْلِحْ بِهَا أَحْوَالَنَا وَبَلِّغْ بِهَا آمَالَنَا وَتَقَبَّلْ بِهَا تَوْبَتَنَا، وَاغْسِلْ بِهَا حَوْبَتَنَا وَانْصُرْ بِهَا حُجَّتَنَا، وَطَهِّرْ بِهَا أَلْسِنَتَنَا، وَآنِسْ بِهَا وَحْشَتَنَا، وَارْحَمْ بِهَا غُرْبَتَنَا، وَاجْعَلْهَا لَنَا نُوْرًا بَيْنَ أَيْدِيْنَا وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا، وَمِنْ فَوْقِنَا وَمِنْ تَحْتِنَا، وَفِى حَيَاتِنَا وَمَوْتِنَا، وَفِى قُبُوْرِنَا وَحَشْرِنَا وَنَشْرِنَا، وَظِلاًّ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى رُؤُوْسِنَا، وَثَقِّلْ بِهَا يَا رَبِّ مَوَازِيْنَ حَسَنَاتِنَا، وَأَدِمْ بَرَكَاتِهَا عَلَيْنَا حَتَّى نَلْقَى نَبِيَّنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ آمِنُوْنَ مُطْمَئِنُّوْنَ فَرِحُوْنَ مُسْتَبْشِرُوْنَ، وَلاَ تُفَرِّقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ حَتَّى تُدْخِلَنَا مَدْخَلَهُ وَتَأْوِيَنَا إِلَى جِوَارِهِ الكَرِيْمِ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا. ذَلِكَ الفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
Latin: Allāhummasyroh biṣ-ṣalāti ‘alaihi ṣudūranā, wa yassir bihā umūranā, wa farrij bihā humūmanā, waksyif bihā ghumūmanā, waghfir bihā dzunūbanā, waqdhi bihā duyūnanā, wa aṣliḥ bihā aḥwālanā, wa balligh bihā āmālanā, wataqabbal bihā taubatanā, waghsil bihā ḥaubatanā, wanshur bihā ḥujjatanā, waṭahhir bihā alsinatanā, wa ānis bihā waḥsyatanā, warḥam bihā ghurbatanā, waj‘alhā lanā nūran baina aidīnā wa min khalfinā, wa ‘an aimāninā wa ‘an syamāilinā, wa min fauqinā wa min taḥtinā, wa fī ḥayātinā wa mautinā, wa fī qubūrinā wa ḥasyrinā wa nasyrinā, wa ẓillan yaumal-qiyāmati ‘alā ru’ūsinā, wa tsaqqil bihā yā rabbi mawāzīna ḥasanātinā, wa adim barakātihā ‘alainā ḥattā nalqā nabiyyanā wa sayyidanā Muḥammadan ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, wa naḥnu āminūna muṭma’innūna fariḥūna mustabsyirūn, wa lā tufarriq bainanā wa bainahū ḥattā tudkhilanā madkhalahū wa ta’wiyanā ilā jiwārihil-karīm, ma‘al-ladzīna an‘amta ‘alaihim minan-nabiyyīna waṣ-ṣiddīqīna wasy-syuhadā’i waṣ-ṣāliḥīn, wa ḥasuna ulā‘ika rafīqā. Dzālikal-faḍlu minallāhi wa kafā billāhi ‘alīmā. Allāhumma shalli ‘alā Muḥammadin wa ‘alā āli Muḥammad, kamā shallayta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka Ḥamīdun Majīd. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
Artinya: “Ya Allah, dengan shalawat kepada Nabi Muhammad, lapangkanlah dada kami, mudahkanlah urusan kami, hilangkanlah kesedihan kami, singkapkanlah kegundahan kami, ampunilah dosa-dosa kami, lunaskanlah hutang-hutang kami, perbaikilah keadaan kami, sampaikanlah cita-cita kami, terimalah taubat kami, bersihkanlah kesalahan kami, menangkanlah hujjah kami, sucikanlah lisan kami, hiburlah kesepian kami, sayangilah kami dalam keterasingan kami, dan jadikanlah shalawat tersebut sebagai cahaya di hadapan kami, di belakang kami, di samping kanan dan kiri kami, di atas dan di bawah kami, dalam kehidupan dan kematian kami, di dalam kubur, saat kebangkitan, dan saat penyebaran kami, serta sebagai naungan di hari Kiamat di atas kepala kami. Dan beratkanlah dengannya, wahai Tuhanku, timbangan kebaikan kami. Dan kekalkanlah keberkahannya atas kami hingga kami bertemu dengan Nabi dan junjungan kami Muhammad SAW dalam keadaan aman, tenteram, gembira, dan penuh bahagia. Dan janganlah Engkau pisahkan kami darinya hingga Engkau masukkan kami ke tempatnya dan tempatkan kami di sisi mulianya, bersama orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, yaitu para nabi, orang-orang yang benar, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka adalah teman yang sebaik-baiknya. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Kandungan Mendalam Doa Setelah Sholawat
Doa setelah shalawat ini memiliki kandungan makna yang sangat dalam dan komprehensif. Setiap frasa dalam doa ini mencerminkan permohonan seorang hamba yang ingin meraih keberkahan dalam seluruh aspek kehidupannya.
Pertama, permohonan kelapangan dada dan kemudahan urusan. Doa diawali dengan permohonan agar Allah melapangkan dada (syarhush shudur) dan memudahkan segala urusan (taysir al-umur). Ini adalah inti dari keberkahan hidup—ketika hati lapang dan urusan dimudahkan, maka segala aktivitas akan terasa ringan dan penuh keberkahan.
Kedua, permohonan penghilangan kesedihan dan kegundahan. Keberkahan tidak hanya tentang kelimpahan materi, tetapi juga tentang ketenangan jiwa dan kebahagiaan batin. Doa ini mengajarkan bahwa seorang mukmin memohon kepada Allah agar dijauhkan dari segala bentuk kesedihan yang dapat menghalangi kedekatan kepada-Nya.
Ketiga, permohonan ampunan dan penyucian diri. Keberkahan sejati hanya akan terasa jika dosa-dosa diampuni dan keadaan diperbaiki. Doa ini mencakup permohonan ampunan lahir dan batin, serta perbaikan kondisi hidup secara menyeluruh.
Keempat, permohonan cahaya dan naungan di hari Kiamat. Doa ini memohon agar shalawat yang dibaca menjadi cahaya yang menerangi di segala sisi—depan, belakang, kanan, kiri, atas, bawah—serta menjadi naungan di hari Kiamat. Ini adalah permohonan agar amalan shalawat tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga menjadi bekal yang menyelamatkan di akhirat.
Kelima, permohonan bertemu dengan Rasulullah SAW. Puncak dari doa ini adalah permohonan agar kelak dapat bertemu dengan Rasulullah SAW dalam keadaan aman, tenteram, gembira, dan penuh bahagia, serta ditempatkan di sisi mulianya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Inilah keberkahan tertinggi yang diidamkan oleh setiap Muslim.
Hikmah Doa Setelah Shalawat
1. Doa lebih berpeluang dikabulkan
Membaca shalawat sebelum dan sesudah berdoa merupakan salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Shalawat menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengiringi permohonan seorang hamba kepada Allah SWT.
Dalam buku 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, dibahas keutamaan shalawat dalam kaitannya dengan doa. Karena itu, mengawali dan mengakhiri doa dengan shalawat dapat menjadi bagian dari adab berdoa yang perlu diperhatikan.
2. Mendapat balasan sepuluh kali lipat dari Allah SWT
Salah satu keutamaan membaca shalawat adalah mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang bershalawat kepadanya satu kali, Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali.
Dalam riwayat yang sama disebutkan keutamaan berupa penghapusan sepuluh kesalahan dan peningkatan sepuluh derajat. Membaca shalawat sebelum berdoa menjadi salah satu cara untuk memperbanyak amalan yang memiliki keutamaan tersebut.
3. Memohon keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan
Doa yang dipanjatkan setelah membaca shalawat dapat berisi permohonan agar Allah SWT memberikan keberkahan dalam kehidupan. Seorang Muslim dapat memohon kelapangan hati, kemudahan urusan, pengampunan dosa, penyelesaian utang, serta jalan keluar dari berbagai kesulitan.
Doa juga menjadi sarana untuk menyampaikan harapan dan cita-cita dengan tetap menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Dengan demikian, doa setelah shalawat dapat menjadi momen untuk memohon kebaikan secara menyeluruh, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
4. Memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT
Membaca doa setelah shalawat juga dapat menjadi sarana untuk memohon perlindungan dari keburukan, musibah, dan berbagai kesulitan. Seorang Muslim dapat meminta pertolongan agar diberi kekuatan menghadapi ujian, keteguhan dalam mempertahankan kebenaran, serta kemampuan menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat.
Permohonan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
5. Memohon kedudukan mulia di sisi Rasulullah SAW pada hari akhir
Kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ucapan shalawat, tetapi juga dengan mengikuti ajaran dan meneladani akhlak beliau. Seorang Muslim dapat memohon kepada Allah SWT agar kelak dikumpulkan bersama Rasulullah SAW dan orang-orang saleh di akhirat.
Harapan untuk memperoleh kedudukan mulia di sisi Nabi merupakan dambaan umat Islam. Oleh karena itu, memperbanyak shalawat, mengamalkan sunnah, dan memperbaiki akhlak menjadi bagian penting dari ikhtiar untuk meraih kebahagiaan di akhirat.
Pertanyaan Seputar Membaca Shalawat
1. Apakah doa setelah membaca shalawat harus dibaca dengan lafal tertentu atau bisa dengan doa sendiri?
Doa setelah shalawat dapat dibaca dengan lafal yang diajarkan oleh para ulama, seperti doa dari kitab Dalailul Khairat, namun seorang Muslim juga boleh berdoa dengan bahasa dan redaksi apa pun yang diinginkan setelah membaca shalawat. Yang terpenting adalah memohon kepada Allah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
2. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa setelah shalawat?
Waktu terbaik adalah segera setelah selesai membaca shalawat, terutama setelah salat fardhu atau setelah membaca shalawat dalam majelis ilmu dan dzikir. Waktu setelah salat merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa, sehingga sangat dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa setelahnya.
3. Apakah doa setelah shalawat harus dibaca dengan suara keras?
Tidak harus. Doa dapat dibaca dengan suara lirih (sirr) maupun keras (jahr), tergantung pada situasi dan kondisi. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan ketulusan hati dalam berdoa.
4. Apa hubungan antara shalawat dan terkabulnya doa?
Shalawat menjadi wasilah (perantara) yang mendekatkan doa kepada Allah SWT. Dengan shalawat, maka turunlah rahmat Allah SWT, sehingga sepatutnya bagi seorang Muslim yang ingin hajatnya terkabul untuk memulai dan mengakhiri doanya dengan membaca shalawat.
5. Apakah doa setelah shalawat hanya boleh dibaca setelah membaca shalawat tertentu?
Tidak. Doa ini sangat baik dibaca setelah membaca shalawat secara umum, baik shalawat yang pendek maupun yang panjang. Doa ini bersifat universal dan dapat diamalkan setelah membaca berbagai macam shalawat, seperti Shalawat Ibrahimiyah, Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, atau shalawat lainnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375655/original/2203975-email-attachment_2026_10_17_hermawan-arifianto_krisis-bbm-kembali-terjadi-di-jember-pertamina-sebut-jadwal-kapal-tangker-yang-berubah_antre_BBM_Jember_Jatimnet_Atta.jpeg.2000x1333_q85_crop.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528302/original/061463600_1773276398-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375633/original/041819800_1792194157-1001768681.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375632/original/012044700_1792193445-IMG-20261016-WA0078.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375531/original/017620000_1792153242-1000137357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375599/original/069554900_1792164495-496322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375595/original/050718200_1792163465-496317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375589/original/046837500_1792162667-IMG_20261016_192527.jpg)