8 Cara Merawat Furnitur Rotan agar Tidak Mudah Rapuh saat Udara Lembap, Tetap Awet dan Cantik

Furnitur rotan bisa mudah rapuh saat udara lembap jika salah dirawat. Simak 8 cara merawat furnitur rotan agar bebas jamur, tetap kuat, awet, dan cantik.

Liputan6.com, Jakarta - Furnitur rotan memiliki daya tarik tersendiri untuk mempercantik interior rumah. Anyamannya menghadirkan kesan alami, hangat, dan elegan sehingga cocok digunakan sebagai kursi ruang tamu, meja sudut, rak penyimpanan, hingga dekorasi di teras. Namun, di balik tampilannya yang estetik, furnitur rotan membutuhkan perawatan yang tepat agar tidak cepat rusak, terutama ketika udara lembap selama musim hujan.

Kelembapan yang tinggi dapat membuat rotan alami lebih rentan ditumbuhi jamur apabila permukaannya sering basah dan sirkulasi udara di sekitarnya buruk. Dalam kondisi tertentu, anyaman juga bisa berubah bentuk, sambungannya melemah, atau muncul bau apek. Sebaliknya, paparan panas matahari yang terlalu terik dan berkepanjangan dapat membuat rotan kehilangan kelembapan alaminya sehingga menjadi kering dan lebih mudah retak.

Karena itu, merawat furnitur rotan tidak cukup hanya dengan membersihkan debu secara rutin. Pemilik rumah juga perlu memperhatikan lokasi penempatan, cara mengeringkan, serta bahan pembersih yang digunakan. Kabar baiknya, sebagian besar perawatan tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Lantas bagaimana cara merawat furnitur rotan agar tidak mudah rapuh saat udara lembap yang tetap awet dan cantik? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (17/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Bersihkan Debu pada Anyaman Rotan secara Rutin

Debu yang menumpuk di sela-sela anyaman dapat membuat furnitur rotan terlihat kusam. Ketika bercampur dengan kelembapan, kotoran tersebut juga dapat membuat permukaan lebih sulit dibersihkan dan menciptakan kondisi yang kurang baik bagi kebersihan furnitur. Oleh karena itu, membersihkan debu secara rutin menjadi langkah awal untuk menjaga rotan tetap terawat.

Gunakan kain mikrofiber kering atau sikat berbulu lembut untuk membersihkan permukaan dan celah anyaman. Untuk bagian yang sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan sikat kecil atau penyedot debu dengan daya isap rendah. Bersihkan secara perlahan mengikuti arah anyaman agar serat tidak tersangkut, terangkat, atau mengalami kerusakan.

Lakukan pembersihan setidaknya satu kali seminggu, atau lebih sering jika furnitur berada di dekat jendela terbuka dan area yang mudah berdebu. Hindari menggunakan sikat kawat maupun alat pembersih kasar karena dapat mengikis lapisan pelindung dan merusak serat. Dengan kebiasaan sederhana ini, furnitur rotan akan lebih mudah dirawat dan tidak cepat kehilangan tampilan alaminya.

2. Hindari Membasahi Rotan Berlebihan saat Membersihkan

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah membersihkan furnitur rotan dengan air terlalu banyak. Rotan alami merupakan material berbasis serat tumbuhan yang dapat menyerap kelembapan. Jika air masuk ke sela-sela anyaman dan tidak segera mengering, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jamur, bau apek, serta kerusakan pada bagian sambungan.

Untuk membersihkan noda ringan, gunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air, kemudian peras hingga tidak menetes. Usap bagian yang kotor secara perlahan tanpa membuat seluruh permukaan furnitur basah. Jika noda berada di sela anyaman, gunakan sikat kecil yang hampir kering agar proses pembersihan lebih terkontrol.

Setelah selesai, lap kembali menggunakan kain kering dan letakkan furnitur di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan langsung menutup permukaan dengan kain pelindung ketika masih terasa lembap. Perlu diingat, rotan sintetis memiliki karakteristik berbeda dari rotan alami, tetapi air yang tertahan pada sambungan, rangka, atau bantalan tetap perlu dikeringkan untuk mencegah masalah kelembapan.

3. Letakkan Furnitur di Ruangan dengan Sirkulasi Udara Baik

Sirkulasi udara berperan penting dalam menjaga furnitur rotan tetap kering. Ruangan yang tertutup rapat, pengap, dan lembap membuat air yang menempel pada permukaan atau tersimpan di sela anyaman lebih lambat menguap. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur, khususnya pada rotan alami yang ditempatkan di sudut ruangan tanpa aliran udara memadai.

Cobalah menempatkan kursi, meja, atau rak rotan di area yang memiliki pertukaran udara cukup. Jika memungkinkan, buka jendela ketika cuaca tidak sedang hujan dan udara luar relatif kering. Berikan sedikit jarak antara furnitur dan dinding agar udara dapat bergerak di bagian belakang serta bawahnya. Hindari menjejalkan furnitur ke sudut sempit yang sulit dibersihkan.

Apabila rumah cenderung lembap selama musim hujan, kipas angin dapat membantu menggerakkan udara di sekitar furnitur. Dehumidifier juga bisa dipertimbangkan jika kelembapan ruangan terus tinggi. Sebagai panduan umum, kelembapan relatif sekitar 40–60 persen sering digunakan sebagai kisaran yang nyaman untuk ruangan dan membantu mengendalikan risiko jamur. Namun, jangan mengarahkan panas berlebihan ke rotan demi mempercepat pengeringan.

4. Jauhkan Rotan dari Tampias Hujan dan Sumber Air

Furnitur rotan yang diletakkan di teras, balkon, atau dekat jendela lebih berisiko terkena air hujan. Walaupun area tersebut memiliki atap, air masih bisa masuk melalui sisi terbuka akibat angin. Jika terjadi berulang kali, permukaan rotan alami dapat terus-menerus lembap dan lebih rentan mengalami perubahan kondisi.

Tempatkan furnitur di bagian teras yang terlindung dari tampias. Kamu juga bisa memindahkan kursi dan meja rotan beberapa langkah menjauh dari pagar terbuka atau sisi yang langsung menghadap hujan. Untuk furnitur yang sering terkena percikan air dari lantai, gunakan penempatan yang lebih tinggi dan stabil, tetapi pastikan kakinya tidak mudah bergeser.

Jika furnitur terlanjur terkena hujan, segera seka air yang terlihat dan periksa bagian bawah, sambungan, serta bantalan duduk. Keringkan di tempat teduh dengan aliran udara yang baik. Jangan menjemurnya berjam-jam di bawah matahari terik untuk mempercepat proses pengeringan karena perubahan panas yang ekstrem dapat membuat serat alami lebih mudah mengalami kerusakan.

Khusus furnitur rotan sintetis, periksa petunjuk perawatan dari produsen. Beberapa produk memang dirancang untuk penggunaan luar ruangan, tetapi ketahanan terhadap hujan dan sinar UV tetap bergantung pada bahan, kualitas anyaman, serta rangka yang digunakan.

5. Jangan Menjemur Rotan Alami di Bawah Matahari Terik Terlalu Lama

Paparan sinar matahari memang membantu mengeringkan permukaan yang lembap. Namun, menjemur furnitur rotan alami di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama bukanlah solusi terbaik. Panas yang berlebihan dapat mempercepat pengeringan serat, membuatnya lebih kaku, dan meningkatkan risiko retak, terutama jika furnitur sudah berusia lama atau lapisan pelindungnya mulai menurun.

Jika furnitur terasa lembap setelah dibersihkan, pindahkan ke area teduh yang terang dan memiliki ventilasi baik. Pastikan bagian bawah kursi, kaki meja, serta sela anyaman mendapatkan aliran udara yang cukup. Cara ini membantu kelembapan menguap tanpa memberikan paparan panas berlebihan pada material.

Untuk furnitur yang ditempatkan di dekat jendela, pertimbangkan penggunaan tirai tipis atau pengaturan posisi agar sinar matahari tidak mengenai permukaan yang sama sepanjang hari. Rotan sintetis pun perlu diperhatikan karena paparan ultraviolet berkepanjangan dapat memudarkan warna atau mempercepat penurunan kualitas material tertentu. Dengan mengatur paparan sinar matahari, tampilan furnitur dapat bertahan lebih lama.

6. Gunakan Cairan Pembersih yang Sesuai dengan Jenis Rotan

Tidak semua furnitur rotan memiliki bahan dan lapisan permukaan yang sama. Rotan alami umumnya berasal dari serat tumbuhan, sedangkan rotan sintetis dibuat dari material seperti resin atau plastik. Perbedaan ini membuat cara membersihkan dan produk perawatan yang cocok untuk keduanya juga bisa berbeda.

Untuk perawatan sehari-hari, utamakan kain lembut, sikat berbulu halus, dan sedikit air jika memang diperlukan. Hindari penggunaan pemutih, pelarut keras, atau cairan pembersih abrasif tanpa petunjuk dari produsen. Bahan tersebut berisiko mengubah warna, merusak lapisan akhir, atau membuat permukaan kehilangan perlindungannya.

Jika ingin memakai cairan pembersih khusus furnitur, periksa label dan pastikan produk tersebut sesuai dengan material rotan yang dimiliki. Uji terlebih dahulu pada bagian kecil yang tersembunyi sebelum mengaplikasikannya ke seluruh permukaan. Jangan langsung menggunakan minyak, lilin, atau semir furnitur pada rotan alami tanpa memastikan kecocokannya, sebab residu yang tertinggal dapat menarik debu atau membuat permukaan sulit dibersihkan.

7. Periksa Sambungan, Anyaman, dan Kaki Furnitur secara Berkala

Furnitur rotan tidak hanya terdiri atas anyaman, tetapi juga memiliki sambungan, rangka, dan titik-titik yang menanggung beban. Bagian tersebut bisa mulai melemah akibat usia pemakaian, beban berlebihan, benturan, atau kondisi lingkungan yang kurang sesuai. Jika kerusakan kecil dibiarkan, anyaman yang terlepas atau sambungan yang longgar dapat semakin parah.

Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi furnitur setiap beberapa minggu, terutama ketika musim hujan berlangsung. Perhatikan apakah ada serat yang mencuat, anyaman yang kendur, perubahan warna, bercak jamur, atau bagian yang mulai retak. Coba goyangkan kursi secara perlahan untuk memastikan rangkanya tetap stabil. Jika furnitur terasa goyah, hindari menggunakannya untuk menahan beban berat sebelum diperbaiki.

Untuk kerusakan ringan, penanganannya perlu disesuaikan dengan material dan konstruksi furnitur. Serat yang terlepas sebaiknya tidak ditarik karena bisa membuat bagian anyaman lain ikut terbuka. Jika rangka retak, sambungan patah, atau kerusakan terjadi pada bagian penyangga utama, pertimbangkan menggunakan jasa perbaikan furnitur. Pemeriksaan rutin membantu masalah terdeteksi lebih awal sebelum furnitur benar-benar tidak bisa digunakan.

8. Gunakan Pelindung dan Penyimpanan yang Tidak Memerangkap Kelembapan

Cara terakhir untuk menjaga furnitur rotan tetap awet adalah memberikan perlindungan yang sesuai dengan lokasi penggunaannya. Furnitur yang diletakkan di teras bisa menggunakan penutup ketika tidak dipakai, terutama untuk melindunginya dari debu dan percikan hujan. Namun, penutup yang terlalu rapat pada furnitur yang masih lembap justru dapat menghambat penguapan air dan meningkatkan risiko jamur.

Pilih penutup yang sesuai dengan jenis furnitur dan kondisi lingkungan. Untuk penyimpanan di dalam ruangan, gunakan pelindung yang bersih dan pastikan furnitur benar-benar kering sebelum ditutup. Jika furnitur perlu dipindahkan selama musim hujan, simpan di area yang teduh, tidak bocor, serta memiliki ventilasi yang memadai. Jangan menumpuk barang berat di atas kursi atau meja rotan karena tekanan berlebihan dapat merusak anyaman dan rangkanya.

Apabila ingin memberikan lapisan pelindung tambahan pada rotan alami, periksa terlebih dahulu jenis finishing yang sudah ada dan rekomendasi produsennya. Produk pelapis tidak selalu cocok untuk semua rotan, terutama furnitur yang sudah diberi cat atau lapisan tertentu. Untuk rotan sintetis, utamakan produk yang secara khusus dinyatakan kompatibel dengan materialnya. Perawatan yang tepat akan lebih efektif daripada sekadar menambahkan banyak produk pelindung tanpa mengetahui kebutuhannya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Furnitur Rotan

1. Apakah furnitur rotan boleh terkena air?

Furnitur rotan alami sebaiknya tidak dibiarkan basah terlalu lama karena kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko jamur dan kerusakan serat. Untuk membersihkannya, gunakan kain yang sedikit lembap, lalu segera keringkan. Rotan sintetis umumnya lebih tahan terhadap air, tetapi rangka dan sambungannya tetap perlu diperhatikan.

2. Mengapa furnitur rotan mudah berjamur saat musim hujan?

Udara lembap, sirkulasi yang buruk, permukaan yang sering basah, dan debu yang menumpuk dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan menjaga furnitur tetap kering, membersihkannya secara rutin, dan memberikan ruang bagi udara untuk bersirkulasi.

3. Apakah furnitur rotan perlu dijemur setiap hari?

Tidak. Furnitur rotan tidak perlu dijemur setiap hari, terlebih di bawah sinar matahari terik. Jika permukaannya lembap, cukup letakkan di tempat teduh dengan ventilasi yang baik. Paparan panas berlebihan dan berkepanjangan justru dapat merusak sebagian jenis rotan.

4. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada furnitur rotan?

Periksa terlebih dahulu apakah terdapat bagian yang basah, kotor, atau berjamur. Bersihkan debu dan kotoran secara hati-hati, kemudian keringkan furnitur di area dengan sirkulasi udara yang baik. Jika jamur sudah menyebar atau bau tetap bertahan, lakukan pembersihan sesuai petunjuk material atau minta bantuan tenaga profesional.

5. Apakah furnitur rotan sintetis juga perlu dirawat saat udara lembap?

Ya. Rotan sintetis umumnya lebih tahan terhadap kelembapan dibandingkan rotan alami, tetapi debu, air yang terperangkap pada anyaman, serta korosi pada rangka logam tetap dapat menimbulkan masalah. Bersihkan secara berkala dan pastikan furnitur kering sebelum disimpan atau ditutup.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6