Liputan6.com, Jakarta - Harga sayur yang naik belakangan ini membuat banyak orang perlu lebih cermat saat berbelanja kebutuhan dapur. Jika sebelumnya bisa membeli sayuran dalam jumlah cukup banyak untuk persediaan beberapa hari, kini sebagian orang mungkin perlu menyesuaikan anggaran agar pengeluaran tetap terkendali. Karena itu, memilih sayur segar menjadi hal penting supaya uang yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia akibat sayuran cepat layu atau busuk sebelum sempat diolah.
Cara memilih sayur segar agar tidak cepat busuk sebenarnya bisa dimulai sejak berada di pasar atau supermarket. Jangan hanya tergiur harga murah atau tampilan sayuran yang terlihat menarik. Perhatikan warna, tekstur, aroma, hingga kondisi batang dan daunnya untuk memastikan sayuran masih segar. Sayuran yang dipilih dengan tepat umumnya lebih tahan disimpan, sehingga bisa digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain memperhatikan kesegaran, membeli sayur sesuai kebutuhan juga membantu mengurangi risiko bahan makanan terbuang. Terlebih saat harga sayur sedang naik, kebiasaan belanja yang lebih terencana dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga. Dengan mengetahui ciri-ciri sayuran segar dan cara memilihnya, Anda bisa mendapatkan bahan masakan yang berkualitas tanpa harus terlalu sering berbelanja atau membuang sayuran yang telanjur busuk. Berikut ulasan Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
1. Perhatikan Warna dan Penampilan Visual Sayuran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3593570/original/016218900_1633478844-markus-spiske-vyHo3nnk8G8-unsplash.jpg)
Langkah awal dan paling mendasar dalam menilai kualitas sayuran adalah dengan memperhatikan warna fisiknya secara teliti. Sayuran yang masih segar umumnya memiliki warna cerah, merata, dan sesuai dengan karakteristik aslinya tanpa ada bercak kecokelatan atau kehitaman. Sebaliknya, perubahan warna menjadi agak pucat atau kekuningan menandakan bahwa sayuran tersebut sudah lama dipetik dan kualitas nutrisinya mulai menurun.
Selain warna, perhatikan juga struktur bagian luar sayur seperti batang dan daunnya. Sayuran berkualitas tinggi tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah atau kulit yang berkerut. Pemeriksaan visual yang jeli ini membantu menyaring produk-produk yang sudah mengalami proses pembusukan awal di tingkat distributor.
Advertisement
2. Pilih Sayuran Berdaun yang Belum Layu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294403/original/063317200_1783834681-Panen_Pakcoy_dan_Sawi_Ditanam_di_Wadah_Dangkal.jpeg)
Bagi jenis sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, sawi, dan selada, tingkat kesegarannya dapat dilihat langsung dari tekstur helai daunnya. Sayur yang masih bagus memiliki tekstur daun yang relatif kencang, tidak lemas, serta berwarna hijau cerah. Daun yang sudah mulai menguning atau layu menunjukkan bahwa sayuran tersebut telah kehilangan banyak kandungan air akibat penyimpanan yang terlalu lama.
Selain itu, pastikan untuk memeriksa bagian urat-urat daunnya yang masih terlihat jelas dan segar. Sayuran berdaun yang baru dipanen biasanya didistribusikan tanpa melewati rantai pasok yang terlalu panjang, sehingga daya tahannya di rumah akan jauh lebih lama.
3. Cek Tekstur Permukaan dan Tingkat Kekencangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331471/original/040429200_1787545330-rens-d-hosG6-qjRak-unsplash.jpg)
Tekstur permukaan sayuran memegang peranan penting dalam menentukan tingkat kematangan dan kualitasnya. Sentuh dan raba permukaan sayuran untuk merasakan kekencangannya. Misalnya, paprika dan mentimun segar harus terasa padat serta kencang saat dipegang, bukan lembek atau kenyal berlebihan. Untuk kategori umbi-umbian seperti kentang, wortel, dan bawang, pastikan teksturnya keras dan kulitnya tidak berkerut.
Apabila sayuran buah atau umbi-umbian mulai terasa lunak, berair, atau berkeriput, hal tersebut mengindikasikan bahwa produk telah disimpan terlalu lama. Memilih tekstur yang kokoh dan keras secara langsung mengurangi risiko sayur membusuk dengan cepat di dalam wadah penyimpanan rumah.
Advertisement
4. Cium Aroma Khas Sayuran untuk Deteksi Kesegaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4772783/original/084794900_1710422708-pexels-engin-akyurt-1435904.jpg)
Selain mengandalkan indra penglihatan dan peraba, indra penciuman juga sangat membantu dalam menilai kualitas sayur. Produk nabati yang masih segar lazimnya mengeluarkan aroma alami yang khas dan segar. Sebagai contoh, kubis atau sayuran tertentu memiliki aroma khas yang akan semakin tajam dan menyengat jika usianya sudah terlalu tua.
Menciumi aroma sayur juga berfungsi untuk mendeteksi adanya indikasi jamur atau proses pembusukan tersembunyi yang tertutup oleh kemasan. Jika tercium bau asam, apek, atau aroma bahan kimia yang tidak biasa, sebaiknya urungkan niat untuk membeli produk tersebut.
5. Pertimbangkan Membeli Sayuran yang Belum Dibersihkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119632/original/096109300_1738591109-eggplants-bell-peppers-parsley-wooden-piece-high-quality-photo.jpg)
Sebagian pedagang kerap mencuci sayuran terlebih dahulu agar terlihat lebih menarik di atas meja jualan. Padahal, salah satu cara terbaik agar sayur tidak cepat busuk adalah dengan memilih sayuran yang masih utuh beserta sedikit sisa tanah atau akar yang belum dibersihkan. Sayuran yang belum dicuci cenderung memiliki pertahanan alami yang lebih baik terhadap mikroorganisme pembusuk.
Kandungan air alami di dalam jaringan sayuran yang belum dibersihkan juga masih terjaga dengan optimal. Mencuci sayur sebaiknya dilakukan tepat sebelum bahan tersebut hendak dimasak atau disimpan secara khusus di dalam lemari pendingin.
Advertisement
6. Pilih Sayuran Organik atau yang Alami Berlubang Ular
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4652416/original/066459000_1700200525-Gambar_WhatsApp_2023-11-17_pukul_12.58.41_207f6bba.jpg)
Banyak konsumen mengira bahwa sayuran dengan fisik mulus tanpa cela adalah pilihan terbaik. Faktanya, daun sayuran yang utuh sempurna sering kali mengindikasikan penggunaan pestisida kimia dalam jumlah tinggi. Sayuran segar yang sehat justru terkadang memiliki sedikit lubang-lubang kecil bekas gigitan ulat pada daunnya.
Adanya gigitan ulat membuktikan bahwa sayuran tersebut relatif aman dan bebas dari paparan pestisida sintetis berbahaya. Kendati demikian, pastikan lubang tersebut tidak disertai dengan tanda-tanda pembusukan lendir atau jamur yang luas pada keseluruhan helai daun.
7. Waktu Belanja Terbaik di Pagi Hari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3031911/original/076871700_1579871328-80774267_1009106502805445_7182081328058401256_n.jpg)
Waktu kunjungan ke pasar atau pusat perbelanjaan turut menentukan kualitas sayur yang didapatkan. Berbelanja di waktu pagi hari memberikan keuntungan besar karena pasokan sayur baru dari petani umumnya baru saja tiba di lapak penjual. Pada jam-jam awal tersebut, pilihan variasi sayur masih sangat lengkap dan kondisinya masih sangat segar.
Selain mendapatkan produk dengan kualitas terbaik, belanja di pagi hari menghindarkan pembeli dari sisa sayuran berkualitas rendah yang sudah terpapar suhu panas ruangan terlalu lama. Kebiasaan ini secara otomatis memperpanjang usia simpan sayur saat dibawa pulang.
Pertanyaan Umum Seputar Pemilihan Sayur
Q: Bagaimana cara membedakan sayur yang disemprot pestisida berlebihan?
A: Sayur yang terpapar pestisida berlebihan sering kali meninggalkan bercak putih atau residu kimia mengering pada permukaan daunnya, serta tidak memiliki bekas gigitan ulat sama sekali.
Q:Â Apakah semua jenis sayuran harus langsung dimasukkan ke dalam kulkas setelah dibeli?
A: Tidak semua sayur cocok langsung dimasukkan ke kulkas. Beberapa jenis sayuran umbi atau buah tertentu seperti kentang dan labu sebaiknya disimpan pada suhu kamar yang sejuk agar rasanya tidak berubah akibat perubahan pati.
Q:Â Kapan waktu yang tepat untuk mencuci sayur segar?
A: Sayur sebaiknya dicuci sesaat sebelum diolah atau dimasak, bukan langsung setelah dibeli, guna mencegah kelembapan berlebih yang justru memicu pertumbuhan jamur dan pembusukan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562577/original/037259200_1776832919-unnamed_-_2026-04-22T113942.522.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491417/original/009157300_1770095714-kompor_kotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375490/original/003030400_1792149629-fasad_kecil_4a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375457/original/017993800_1792147463-150956a0-dcb9-47f2-90ca-a93b3782b9c1.jpg)