Liputan6.com, Jakarta - Dehidrasi pada kucing bisa terjadi tanpa disadari, terutama ketika hewan peliharaan kurang minum, kehilangan banyak cairan, atau mengalami gangguan kesehatan tertentu. Mengenali ciri kucing dehidrasi sejak dini penting dilakukan agar pemilik dapat segera mengambil langkah yang tepat sebelum kondisinya semakin parah. Meski terlihat sederhana, kekurangan cairan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh kucing.
Kucing membutuhkan air untuk menjaga suhu tubuh, membantu pencernaan, mendukung sirkulasi darah, serta mengangkut oksigen dan nutrisi ke organ. Sayangnya, sebagian kucing tidak memiliki dorongan minum yang kuat. Kucing yang lebih sering mengonsumsi makanan kering juga perlu mendapatkan perhatian karena asupan air dari makanannya relatif sedikit.
Perubahan perilaku, kondisi mulut, elastisitas kulit, hingga kebiasaan buang air kecil dapat menjadi petunjuk adanya dehidrasi. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan dan bisa menyerupai tanda penyakit lain. Karena itu, pemilik perlu memahami tanda-tandanya sekaligus mengetahui kapan kucing harus mendapatkan pertolongan dokter hewan. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (16/10/2026).
Advertisement
1. Gusi Terasa Kering atau Lengket
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010304/original/021811300_1651156271-alena-ganzhela-_OLiar50J-A-unsplash.jpg)
Salah satu ciri kucing dehidrasi yang dapat diperhatikan adalah perubahan kelembapan gusi. Pada kucing dengan hidrasi normal, gusi umumnya terasa lembap dan licin. Sebaliknya, gusi yang terasa kering atau lengket dapat menunjukkan bahwa tubuhnya kekurangan cairan.
Untuk memeriksanya, pemilik bisa mengangkat bibir kucing secara perlahan apabila hewan tersebut nyaman disentuh. Hindari memaksa membuka mulut jika kucing meronta atau menunjukkan tanda ketakutan.
Cornell University College of Veterinary Medicine melalui Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa membran mukosa yang kering atau lengket merupakan salah satu indikator fisik dehidrasi. Meski demikian, kondisi gusi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya patokan karena masalah mulut dan kondisi kesehatan lainnya juga bisa memengaruhi hasil pengamatan.
Perhatikan pula warna gusinya. Gusi yang sangat pucat, putih, kebiruan, atau keabu-abuan perlu mendapatkan pemeriksaan segera karena dapat menandakan gangguan serius, termasuk masalah sirkulasi atau pernapasan.
2. Kulit Lambat Kembali Setelah Dicubit Lembut
Elastisitas kulit dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi hidrasi kucing. Pada kucing yang terhidrasi dengan baik, kulit biasanya kembali ke posisi semula dengan cepat setelah diangkat dan dilepaskan. Jika kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali atau tetap membentuk lipatan menyerupai tenda, kondisi tersebut dapat mengindikasikan kekurangan cairan.
Pemeriksaan sederhana ini dikenal sebagai skin tent test. Pemilik dapat mengangkat sedikit lipatan kulit di sekitar bahu kucing secara perlahan, kemudian melepaskannya tanpa menarik terlalu kuat.
Animal Clinic of Milford dan Cornell Feline Health Center sama-sama menyebutkan bahwa penurunan elastisitas kulit dapat menjadi salah satu tanda dehidrasi pada kucing. Namun, hasil tes ini memiliki keterbatasan. Kucing senior, misalnya, dapat mengalami penurunan elastisitas kulit akibat perubahan usia meskipun kebutuhan cairannya terpenuhi.
Oleh karena itu, jangan langsung menyimpulkan kucing mengalami dehidrasi hanya berdasarkan pemeriksaan kulit. Cocokkan hasil pengamatan dengan perubahan nafsu makan, aktivitas, kondisi gusi, serta kebiasaan buang air kecil.
3. Mata Terlihat Cekung atau Tidak Segar
Mata kucing yang tampak lebih cekung daripada biasanya juga perlu diwaspadai. Dalam kondisi dehidrasi yang cukup berat, bola mata dapat terlihat seolah-olah masuk lebih dalam ke rongganya. Tatapan kucing pun mungkin tampak kurang cerah dibandingkan biasanya.
Cornell Feline Health Center memasukkan mata yang terlihat cekung sebagai salah satu tanda dehidrasi yang lebih berat. Artinya, perubahan ini tidak sebaiknya dianggap sebagai persoalan ringan, terlebih jika disertai kelemahan, penurunan nafsu makan, atau gusi kering.
Meski demikian, tampilan mata juga dapat berubah akibat penyakit lain, usia, atau kondisi tubuh tertentu. Pemilik perlu memperhatikan apakah perubahan tersebut muncul secara mendadak dan disertai gejala tambahan.
Jika mata terlihat cekung bersamaan dengan tubuh yang lemas, kucing menolak makan dan minum, atau responsnya terhadap lingkungan menurun, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Advertisement
4. Lebih Lesu dan Tidak Aktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3935835/original/014042800_1644993277-pexels-anel-rossouw-2558605.jpg)
Kucing yang biasanya aktif bermain, berjalan mengikuti pemilik, atau menyambut waktu makan mungkin mendadak lebih banyak berbaring. Ia juga bisa terlihat enggan bergerak, bersembunyi di tempat yang jarang digunakan, atau kehilangan minat terhadap aktivitas favoritnya.
Kelesuan atau lethargy merupakan salah satu ciri kucing dehidrasi yang dijelaskan oleh Cornell Feline Health Center. Kekurangan cairan dapat mengganggu sirkulasi dan keseimbangan fungsi tubuh sehingga kucing merasa lemah. Pada kondisi yang lebih serius, kucing bahkan bisa kesulitan berdiri atau berjalan dengan stabil.
Namun, kelesuan bukan gejala khusus dehidrasi. Infeksi, nyeri, demam, gangguan ginjal, dan berbagai penyakit lainnya juga dapat membuat kucing kehilangan energi.
Pemilik sebaiknya memperhatikan perubahan dari kebiasaan normal kucing. Jika hewan peliharaan terlihat sangat lemah, sulit dibangunkan, tidak mampu berdiri, atau menunjukkan penurunan kesadaran, jangan menunggu gejala lain muncul. Kondisi tersebut membutuhkan pertolongan dokter hewan sesegera mungkin.
5. Nafsu Makan Menurun
Kucing yang mengalami dehidrasi dapat kehilangan minat terhadap makanan. Pakan yang biasanya habis justru tersisa, atau kucing hanya mengendus makanan tanpa benar-benar memakannya. Sebagian kucing juga menunjukkan perilaku lebih sering menyendiri ketika merasa tidak nyaman.
Menurut Animal Clinic of Milford, penurunan nafsu makan merupakan salah satu tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan. Kondisi ini dapat memperburuk kekurangan cairan, terutama pada kucing yang mengandalkan makanan basah sebagai salah satu sumber air hariannya.
Hubungan antara nafsu makan dan hidrasi juga dapat membentuk lingkaran masalah. Ketika kucing tidak makan, asupan air dari makanan ikut berkurang. Jika pada saat yang sama ia juga enggan minum, tubuh semakin sulit mengganti cairan yang hilang.
Meski begitu, jangan menganggap semua kucing yang menolak makanan pasti mengalami dehidrasi. Masalah gigi, mual, gangguan pencernaan, stres, dan penyakit lainnya dapat menimbulkan gejala serupa.
Jika kucing tidak makan selama sekitar 24 jam, segera konsultasikan kondisinya kepada dokter hewan. Anak kucing atau kucing yang sudah sakit dapat memburuk lebih cepat sehingga sebaiknya tidak menunggu selama itu apabila kondisinya mengkhawatirkan.
6. Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang
Perubahan kebiasaan menggunakan kotak pasir dapat menjadi petunjuk penting untuk menilai kesehatan kucing. Kucing yang kekurangan cairan mungkin menghasilkan urine dalam jumlah lebih sedikit atau memiliki gumpalan urine yang lebih kecil dibandingkan kebiasaan normalnya.
Ketika asupan cairan tidak mencukupi, tubuh berusaha mempertahankan air yang tersedia. Akibatnya, produksi urine dapat berkurang. Perubahan warna urine menjadi lebih pekat juga bisa terjadi, meskipun warna urine saja tidak cukup untuk memastikan dehidrasi.
Ridgefield Veterinary Center menjelaskan bahwa kebiasaan buang air kecil perlu diperhatikan bersama perubahan konsumsi air, nafsu makan, dan tingkat aktivitas. Hal ini penting karena peningkatan frekuensi buang air kecil juga dapat menjadi tanda penyakit ginjal atau diabetes, yang justru bisa meningkatkan risiko kehilangan cairan.
Pemilik harus membedakan urine yang berkurang dari kesulitan buang air kecil. Jika kucing berkali-kali masuk ke kotak pasir, mengejan, mengeong kesakitan, tetapi hanya mengeluarkan sedikit urine atau tidak mengeluarkan urine sama sekali, segera bawa ke rumah sakit hewan. Sumbatan saluran kemih merupakan kondisi darurat, terutama pada kucing jantan.
7. Mengalami Sembelit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312106/original/064815200_1785480605-pexels-helenalopes-8076351.jpg)
Kurangnya cairan dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan dan membuat feses menjadi lebih keras. Akibatnya, kucing mungkin buang air besar lebih jarang, mengejan ketika berada di kotak pasir, atau mengeluarkan feses berukuran kecil dan kering.
Animal Clinic of Milford menyebutkan sembelit sebagai salah satu gejala yang dapat berkaitan dengan dehidrasi. Ketika tubuh kekurangan air, proses pembentukan feses dapat terganggu sehingga kotoran menjadi lebih sulit dikeluarkan.
Meski demikian, sembelit pada kucing tidak selalu disebabkan oleh kekurangan cairan. Pola makan, kurangnya aktivitas, gangguan pencernaan, rasa sakit, hingga masalah kesehatan tertentu juga dapat menjadi penyebabnya.
Perhatikan frekuensi buang air besar dan perubahan bentuk feses. Jika kucing tampak kesakitan, muntah, kehilangan nafsu makan, atau perutnya membesar, segera periksakan ke dokter hewan. Jangan memberikan obat pencahar manusia atau melakukan tindakan lain tanpa petunjuk tenaga medis veteriner.
8. Terengah-engah atau Bernapas Lebih Cepat
Kucing yang terengah-engah, terutama dengan mulut terbuka, perlu mendapatkan perhatian serius. Berbeda dari anjing, kucing umumnya tidak terengah-engah sebagai perilaku normal dalam aktivitas sehari-hari.
Animal Clinic of Milford memasukkan terengah-engah dan napas cepat sebagai tanda yang perlu diwaspadai ketika kucing dicurigai mengalami dehidrasi. Gejala tersebut dapat muncul ketika kondisi tubuh terganggu, tetapi juga bisa berkaitan dengan kepanasan, gangguan jantung, penyakit pernapasan, nyeri, atau masalah serius lainnya.
Karena itu, jangan langsung menganggap napas cepat hanya disebabkan oleh kurang minum. Jika kucing bernapas dengan mulut terbuka saat beristirahat, tampak kesulitan bernapas, atau menunjukkan perubahan warna gusi, segera cari pertolongan dokter hewan darurat.
Jangan memaksa kucing minum saat mengalami kesulitan bernapas. Tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko cairan masuk ke saluran pernapasan dan justru memperburuk keadaan.
Apa Penyebab Kucing Mengalami Dehidrasi?
Dehidrasi terjadi ketika jumlah cairan yang hilang dari tubuh lebih besar daripada cairan yang masuk. Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh berkurangnya asupan air, meningkatnya kehilangan cairan, atau kombinasi keduanya.
Beberapa penyebab yang perlu diketahui pemilik kucing meliputi:
-
Kurang minum: Sebagian kucing jarang mendatangi tempat minum, terutama jika air tidak mudah dijangkau atau wadahnya kurang bersih.
-
Muntah dan diare: Gangguan pencernaan dapat menyebabkan tubuh kehilangan air dan elektrolit.
-
Penyakit ginjal: Gangguan fungsi ginjal dapat membuat kucing kehilangan lebih banyak air melalui urine.
-
Diabetes dan hipertiroidisme: Kondisi tertentu dapat meningkatkan rasa haus sekaligus jumlah urine yang dikeluarkan.
-
Cuaca panas: Suhu lingkungan yang tinggi dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh.
-
Masalah gigi atau mulut: Rasa sakit ketika makan atau minum dapat mengurangi asupan cairan.
-
Akses air terbatas: Persaingan dengan hewan lain atau lokasi wadah yang sulit dijangkau dapat membuat kucing enggan minum.
Kucing yang masih minum belum tentu terbebas dari dehidrasi. Pada penyakit tertentu, cairan dapat terus hilang melalui urine atau saluran pencernaan sehingga jumlah yang diminum tidak mampu menggantikan kehilangan tersebut.
Advertisement
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kucing Mengalami Dehidrasi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7238466/original/069263200_1780023089-Pemilik_Kucing_Bermain_dengan_Peliharaannya.jpeg)
Jika menemukan beberapa ciri kucing dehidrasi, pemilik sebaiknya menghubungi dokter hewan, terutama jika gejala terus berlangsung atau semakin berat. Sambil menunggu arahan, sediakan air bersih dalam wadah yang mudah dijangkau dan tawarkan makanan basah yang biasa dikonsumsi jika kucing masih sadar, mampu menelan dengan normal, dan bersedia makan.
Jangan memaksa air masuk ke mulut menggunakan spuit atau pipet tanpa instruksi dokter hewan. Cairan dapat masuk ke saluran pernapasan, khususnya jika kucing lemah, mual, atau meronta. Hindari pula memberikan minuman elektrolit manusia atau obat tanpa rekomendasi tenaga medis veteriner.
Segera cari pertolongan darurat jika kucing mengalami kelemahan berat, pingsan, kesulitan bernapas, muntah berulang, tidak mampu mempertahankan cairan yang diminum, atau tidak bisa buang air kecil.
Dokter hewan dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, tes darah serta urine untuk menilai kondisi hidrasi dan mencari penyebabnya. Penanganan dapat berupa pemberian cairan melalui infus atau di bawah kulit, sesuai tingkat keparahan dan kondisi kesehatan kucing. Pengobatan terhadap penyakit yang mendasari juga diperlukan agar kekurangan cairan tidak terus berulang.
Cara Mencegah Dehidrasi pada Kucing
Pencegahan dapat dimulai dengan menyediakan beberapa sumber air bersih di lokasi yang tenang dan mudah dijangkau. Ganti air setiap hari dan bersihkan wadah secara teratur agar kucing tertarik untuk minum.
Pemilik juga dapat mempertimbangkan makanan basah karena kandungan airnya relatif tinggi. Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa makanan basah dapat mengandung hingga sekitar 80 persen air. Dengan demikian, kucing dapat memperoleh sebagian kebutuhan cairannya dari makanan, bukan hanya dari mangkuk minum.
Sebagian kucing lebih tertarik pada air yang mengalir dari pancuran minum khusus. Namun, setiap kucing memiliki preferensi berbeda sehingga penggunaan pancuran air tidak selalu meningkatkan konsumsi air pada semua hewan.
Selain itu, pantau perubahan kebiasaan makan, minum, buang air kecil, dan buang air besar. Kucing senior atau kucing yang memiliki penyakit kronis membutuhkan perhatian lebih karena risiko gangguan keseimbangan cairan dapat meningkat.
Sebagai gambaran umum, Cornell Feline Health Center menyebutkan kebutuhan sekitar empat ons air total per lima pon berat badan ideal setiap hari. Angka ini mencakup air dari makanan dan minuman, sehingga bukan berarti seluruh kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari mangkuk. Kebutuhan sebenarnya dapat berbeda berdasarkan jenis makanan, aktivitas, cuaca, obat-obatan, dan kondisi kesehatan.
Pada akhirnya, mengenali ciri kucing dehidrasi tidak hanya membantu pemilik mengetahui kapan hewan peliharaan membutuhkan lebih banyak perhatian, tetapi juga membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Jika muncul beberapa gejala sekaligus atau kondisi kucing memburuk, pemeriksaan dokter hewan merupakan langkah paling aman.
Tanya Jawab Seputar Kucing
1. Bagaimana cara mengetahui kucing mengalami dehidrasi?
Perhatikan gusi yang kering atau lengket, kulit yang lambat kembali setelah diangkat lembut, mata cekung, tubuh lesu, penurunan nafsu makan, serta perubahan jumlah urine. Gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul bersamaan, sehingga pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk memastikan kondisinya.
2. Apakah kucing bisa mengalami dehidrasi meskipun masih minum?
Ya. Penyakit ginjal, diabetes, muntah, dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan yang lebih besar daripada jumlah air yang diminum. Karena itu, perubahan perilaku, nafsu makan, dan kebiasaan buang air tetap perlu diperhatikan.
3. Bagaimana cara membantu kucing memenuhi kebutuhan cairan?
Sediakan air bersih setiap saat, tempatkan beberapa wadah di lokasi berbeda, dan pertimbangkan makanan basah sesuai kebutuhan nutrisinya. Jika kucing menunjukkan gejala dehidrasi, jangan hanya mengandalkan penambahan air di rumah. Hubungi dokter hewan untuk menentukan penanganan yang tepat.
4. Apakah dehidrasi pada kucing bisa sembuh sendiri?
Kekurangan cairan ringan dapat membaik jika penyebabnya teratasi dan kucing mampu makan serta minum secara normal. Namun, dehidrasi akibat penyakit, muntah, atau diare dapat memburuk jika tidak ditangani. Pemeriksaan dokter hewan diperlukan apabila gejala muncul atau menetap.
5. Kapan kucing yang dehidrasi harus dibawa ke dokter hewan?
Segera konsultasikan jika kucing mengalami penurunan nafsu makan, lesu, gusi kering, muntah, atau diare. Bawa ke layanan darurat apabila kucing sangat lemah, pingsan, sulit bernapas, memiliki gusi pucat atau kebiruan, maupun berulang kali mengejan tanpa bisa mengeluarkan urine.
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375195/original/050145200_1792134418-Screenshot_2026-10-16_132433.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291739/original/068539700_1783575979-COver.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371964/original/052876500_1791860193-pexels-udoka-gabriel-1914060-20131038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369928/original/078656600_1791540457-laura-chouette-YpoczNsZYts-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366955/original/043672700_1791281476-HL_pagar_kucing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367842/original/028337200_1791364682-Screenshot_2026-10-07_at_16.16.27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368509/original/042925600_1791437936-186fcce8-ebaa-4762-a0c4-48ce2594a7b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366155/original/087043400_1791256281-anabul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320201/original/046205800_1786340039-4208b3fc-ac57-4b9b-8e81-f9c2b38913d1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353100/original/026566700_1789904226-Screenshot_2026-09-20_at_18.31.58.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345977/original/080654200_1789101864-Ide_dekorasi_cat_room_di_ruangan_sempit_yang_bikin_kucing_nyaman_bermain_dan_tidak_setres.jpg)