Liputan6.com, Jakarta - Hari Jumat merupakan hari paling istimewa dalam Islam, dan disebut sebagai Sayyidul Ayyam, penghulu segala hari. Amal ibadah lebih bernilai di waktu ini dibandung hari-hari lainnya. Untuk itu, umat Islam perlu memahami amalan hari Jumat untuk mempersiapkan bekal pahala.
Rasulullah SAW bersabda: "Penghulu hari adalah Jum'at, dan ia adalah seagung-agung hari bagi Allah. Bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Dr. H. L. Ahmad Zaenuri, Lc., MA, dalam bukunya Fiqih Jumat: Mengungkap Keistimewaan & Keagungan Hari Jum'at, menjelaskan bawa pada hari Jumat Allah SWT akan melipatgandakan setiap amal kebajikan seorang hamba."
Advertisement
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag, dalam artikelnya Memahami Sunnah Rasul di Malam Jum'at, menegaskan bahwa ibadah di malam dan hari Jumat bukan hanya prioritas sebatas pemenuhan kebutuhan suami istri, melainkan mencakup berbagai amalan lain seperti memperbanyak shalat sunnah, memanjatkan doa, membaca surah Al-Kahfi, dan memperbanyak shalawat.
Umat Islam dianjurkan untuk menjadikan hari Jumat sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memahami dan mengamalkan amalan-amalan hari Jumat untuk mempersiapkan bekal pahala secara benar, setiap muslim dapat meraih keberkahan, ampunan dosa, dan pahala yang berlipat ganda, bekal berharga menuju kehidupan akhirat yang kekal.
Amalan Hari Jumat untuk Mempersiapkan Bekal Pahala
1. Mandi dan Bersuci Sebelum Shalat Jumat
Mandi pada hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, kemudian memakai wewangian lalu menuju ke masjid… niscaya akan diampuni dosanya yang terjadi di antara kedua Jumat." (HR. Bukhari).
Dr. Zaenuri dalam Fiqih Jumat menjelaskan bahwa mandi sebelum Jumat adalah "sunnah muakkad (sangat dianjurkan)." Sebagian ulama bahkan berpendapat bahwa mandi Jumat adalah suatu kewajiban. Imam Nawawi dalam Al-Majmu' menyatakan bahwa Imam Syafi'i menganjurkan untuk memotong kuku dan bulu-bulu tubuh pada hari Jumat.
Lafal niat mandi Jumat:
نَوَيْتُ غُسْلَ الْجُمُعَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla lil jumu'ati lillahi ta'ala Artinya: "Aku berniat mandi Jumat karena Allah Ta'ala."
2. Memotong Kuku dan Mencukur Kumis Rasulullah SAW biasa memotong kuku dan mencukur kumisnya pada hari Jumat. Dalam kitab As-Sunanul Kubro, Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abu Ja'far: "Nabi SAW biasa mencukur kumis dan kukunya di hari Jumat." (HR. Al-Baihaqi)
3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Dr. Zaenuri menjelaskan bahwa Islam mengajarkan setiap muslim untuk memperhatikan penampilan, terutama saat menghadap Allah.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang mandi pada hari jum'at, dan memakai pakaian yang sebaik-baiknya serta memakai wangi-wangian kalau ada, lalu ia pergi melaksanakan shalat jum'at… maka yang demikian itu menjadi kaffarat (penghapus dosa) baginya." (HR. Ibnu Hibban dan al-Hakim).
4. Bersegera ke Masjid
Bersegera menuju masjid untuk shalat Jumat memiliki keutamaan yang luar biasa. Dr. Zaenuri mengutip sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa yang berangkat pada jam pertama, maka ia seperti orang yang telah berkurban dengan sesuatu yang sangat besar… Siapa yang berangkat pada jam kelima, maka ia bagaikan berkurban sebutir telur." (HR. Muttafaq 'Alaih).
5. Melaksanakan Shalat Tahiyatul Masjid
Saat memasuki masjid, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang dari kalian datang, dan imam sedang berkhutbah atau telah keluar menuju mimbar, maka kerjakanlah shalat dua rakaat." (HR. Al-Bukhari).
Lafal niat shalat tahiyatul masjid:
أُصَلِّي سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnata tahiyyatil masjidi rak'ataini lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah Ta'ala."
6. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat, ia akan diterangi dengan cahaya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Dr. Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa surah Al-Kahfi terdiri dari 110 ayat dan mengandung empat kisah teladan: Ashabul Kahfi (keteguhan iman), pemilik dua kebun (ujian harta), pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir (haus ilmu), serta Dzulqarnain (kepemimpinan adil). Menghafal sepuluh ayat pertama surah ini juga dapat melindungi dari fitnah Dajjal (HR. Muslim).
7. Memperbanyak Shalawat
Dr. Zaenuri dalam Fiqih Jumat mengutip sabda Rasulullah SAW: "Perbanyaklah shalawat untukku pada hari Jum'at, karena sesungguhnya shalawatmu disaksikan Malaikat." (HR. Ibnu Majah).
Rasulullah SAW juga bersabda: "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum'at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum'at." (HR. Al-Baihaqi)
Lafal shalawat yang dianjurkan:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Latin: Allāhumma shalli 'alā Muhammad wa 'alā āli Muhammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya."
8. Memperbanyak Doa pada Waktu Mustajab
Hari Jumat memiliki waktu mustajab yang sangat singkat namun penuh berkah. Rasulullah SAW bersabda:, yang artinya: "Dari Sahabat Abi Hurairah r.a, sungguh Rasulullah SAW menyebut hari Jumat kemudian berkomentar: 'Pada hari itu terdapat waktu yang tidaklah seorang muslim menemuinya dalam kondisi beribadah seraya ia memohon kepada Allah suatu hajat, kecuali Allah mengabulkan permintaannya.'" (HR. Bukhari)
9. Bersedekah
Dr. Zaenuri menjelaskan bahwa seluruh amal kebaikan yang dilakukan pada hari Jumat akan dilipatgandakan, termasuk sedekah. Ibnu Al-Qayyim dalam kitab Zaadul Ma'ad menyatakan: "Sedekah pada hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti sedekah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya."
10. Membaca Al-Qur'an, Berdzikir, dan Ibadah Lainnya
Dr. Zaenuri menegaskan: "Sebagai penghulu dari hari-hari yang mempunyai banyak keistimewaan, maka sudah sepantasnya kalau setiap umat Islam lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT terlebih pada hari jum'at." Amalan yang dapat dilakukan meliputi memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan bersedekah.
11. Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba'diyah
Para ulama menganjurkan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat Jumat. Imam Nawawi dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menegaskan: "Disunnahkan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat jumat paling sedikit dua rakaat, namun yang paling sempurna adalah shalat sunnah empat rakaat sebelum dan sesudah shalat jumat."
Lafal niat shalat qabliyah Jumat (4 rakaat):
أُصَلِّي سُنَّةَ الْجُمُعَةِ الْقَبْلِيَّةَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatal jumu'atil qabliyyata arba'a raka'ātin lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku shalat sunnah qabliyah Jumat empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Lafal niat shalat ba'diyah Jumat (4 rakaat):
أُصَلِّي سُنَّةَ الْجُمُعَةِ الْبَعْدِيَّةَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: Ushallī sunnatal jumu'atil ba'diyyata arba'a raka'ātin lillāhi ta'ālā
Artinya: "Aku shalat sunnah ba'diyah Jumat empat rakaat karena Allah Ta'ala."
12. Membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Mu'awwidzatain Setelah Shalat Jumat
Dr. Zaenuri menyebutkan amalan setelah shalat Jumat: "Barangsiapa yang membaca setelah imam mengucapkan salam pada hari jum'at dan sebelum ia melangkahkan kaki surat al-Fatihah, surat al-Ikhlas dan al-Mu'awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), masing-masing tujuh kali, Allah SWT mengampunkan dosa yang telah lalu dan yang akan datang." (HR. Ibnu al-Sunny).
13. Tidak Berbicara Saat Khutbah Berlangsung
Dr. Zaenuri menekankan pentingnya mendengarkan khutbah dengan seksama. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila engkau berkata-kata kepada salah seorang temanmu: 'diamlah', pada saat imam sedang menyampaikan khutbahnya, maka berarti engkau telah berbuat sia-sia." (HR. Al-Bukhari).
14. Pindah Tempat Duduk Saat Mengantuk
Rasulullah SAW memberikan solusi praktis bagi jamaah yang mengantuk saat khutbah: "Apabila seseorang mengantuk pada saat hari jum'at di tempat duduknya, maka hendaklah ia bergeser/berpindah dari tempat duduknya ke tempat yang lain."
Waktu Pelaksanaan Amalan Hari Jumat untuk Mempersiapkan Bekal Pahala
1. Malam Jumat (Sejak Terbenamnya Matahari Hari Kamis)
Malam Jumat adalah waktu yang tepat untuk memulai rangkaian ibadah menyambut hari yang mulia. Dr. Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa amalan yang dapat dilakukan pada malam Jumat meliputi memperbanyak shalat sunnah, memanjatkan doa, membaca surah Al-Kahfi, dan memperbanyak shalawat.
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca surah al-Kahfi pada malam Jum'at, dia akan (mendapatkan) sinar antara dirinya dan Kakbah." (HR. Al-Darimi).
2. Pagi Hari Jumat (Setelah Terbit Fajar hingga Sebelum Khutbah)
Waktu pagi hingga menjelang khutbah adalah waktu untuk melaksanakan mandi Jumat, memotong kuku, mencukur kumis, memakai pakaian terbaik, dan memakai wewangian. Kemudian bersegera menuju masjid untuk melaksanakan shalat sunnah dan membaca Al-Qur'an.
3. Saat Khutbah Berlangsung
Dr. Zaenuri menjelaskan bahwa waktu sejak khatib duduk di atas mimbar hingga selesainya shalat Jumat merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Mayoritas ulama Syafi'iyyah berpendapat bahwa "waktu ijabah yang paling diharapkan pada hari Jumat ialah sejak khatib duduk di atas mimbar sebelum memulai khutbah hingga imam selesai melaksanakan shalat Jumat dengan salam".
4. Setelah Shalat Ashar hingga Terbenamnya Matahari
Pendapat kedua mengenai waktu mustajab adalah setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Dr. Zaenuri mengutip riwayat dari Jabir RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Carilah saat tersebut di akhir waktu setelah 'ashar." (HR. Al-Nasa'i).
5. Setelah Shalat Jumat
Waktu setelah shalat Jumat juga dianjurkan untuk mengisi dengan amalan-amalan tertentu seperti membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali, serta shalat sunnah ba'diyah.
Keutamaan Mengamalkan Amalan Hari Jumat untuk Mempersiapkan Bekal Pahala
1. Mendapat Ampunan Dosa
Hari Jumat adalah hari pengampunan. Rasulullah SAW bersabda: "Shalat lima waktu dan dari jum'at yang satu ke jum'at berikutnya, dari ramadhan ke ramadhan berikutnya, dihapuskannya dosa seseorang selama ia tidak melakukan dosa besar." (HR. Muslim).
Dr. Zaenuri menjelaskan bahwa barang siapa yang berwudhu dengan baik, bersegera melaksanakan shalat Jumat, dan mendengarkan khutbah dengan baik, maka Allah SWT akan mengampunkan dosanya di antara Jumat dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari setelah itu.
2. Pahala Dilipatgandakan
Allah SWT melipatgandakan semua amal kebajikan pada hari Jumat. Dr. Zaenuri mengutip hadis Qudsi: "Barang siapa yang melakukan satu perbuatan baik, maka akan dibalas dengan sepuluh kebajikan sepertinya." (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud).
Beliau menjelaskan bahwa perbuatan baik yang dilakukan pada hari yang memiliki keistimewaan akan diberikan nilai plus bagi pelakunya.
3. Doa Dikabulkan
Hari Jumat memiliki waktu mustajab di mana setiap doa akan dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pada hari jum'at terdapat satu waktu, di mana setiap muslim kalau bermohon kepada-Nya, niscaya akan dikabulkan segala permohonannya." (HR. Muslim).
4. Mendapat Pahala Seperti Berpuasa dan Shalat Setahun
Dr. Zaenuri mengutip sabda Rasulullah SAW: "Barang siapa mandi dan membersihkan diri, kemudian pergi meninggalkan tempat (rumah) lebih awal menuju masjid, lalu mendekatkan diri kepada imam tanpa harus berkata, maka baginya pahala orang yang berpuasa dan shalat setahun untuk setiap langkahnya." (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Majah dan Imam Al-Tirmidzi).
5. Dijauhkan dari Siksa Kubur dan Mendapat Pahala Syahid
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang meninggal dunia pada hari jum'at, Allah SWT memberikannya ganjaran seperti orang yang mati syahid dan akan diselamatkan dari siksa kubur." (HR. 'Abdul Raziq dalam al-Mushannif dari Zuhri). Dr. Zaenuri menjelaskan bahwa ganjaran ini diberikan bagi mereka yang secara lahiriah dan bathiniah taat kepada Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Amalan Jumat
1. Apa saja amalan hari Jumat untuk mempersiapkan bekal pahala?
Amalan hari Jumat meliputi mandi dan bersuci, memotong kuku, memakai pakaian terbaik dan wewangian, bersegera ke masjid, shalat tahiyatul masjid, membaca surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, berdoa pada waktu mustajab, bersedekah, membaca Al-Qur'an dan berdzikir, shalat sunnah qabliyah dan ba'diyah, serta mendengarkan khutbah dengan seksama.
2. Kapan waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat?
Menurut mayoritas ulama Syafi'iyyah, waktu mustajab adalah sejak khatib duduk di atas mimbar hingga selesainya shalat Jumat. Pendapat lain menyebutkan setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Kedua waktu ini dianjurkan untuk memperbanyak doa.
3. Apakah benar hubungan suami istri di malam Jumat pahalanya sama dengan membunuh seribu Yahudi?
Tidak. Dr. Zaenuri dalam Fiqih Jumat menegaskan bahwa ungkapan tersebut "tidak akan pernah dijumpai dalam semua kitab hadis, baik hadis dhaif apalagi shohih. Artinya, hadis 'sunnah rasul' tersebut dipastikan bukan hadis alias palsu yang dikarang oleh orang yang tidak bertanggung jawab." Dr. Uswatun juga menegaskan bahwa hadis tersebut terkategori palsu karena bertentangan dengan logika yang sehat.
4. Apa keutamaan membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat?
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at, cahaya antara kedua Jum'at akan menyinarinya." (HR. Hakim). Surah ini mengandung empat kisah teladan yang dapat membawa pembacanya kepada pembelajaran penting mengenai kehidupan.
5. Apakah shalawat di hari Jumat memiliki keutamaan khusus?
Ya. Rasulullah SAW bersabda: "Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum'at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum'at." (HR. Al-Baihaqi). Orang yang paling dekat dengan Rasulullah di hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadanya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375275/original/028575700_1792137598-Screenshot_2026-10-16-14-33-59-62_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375252/original/082816400_1792136868-1001766549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375204/original/080756500_1792134856-1001766589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375186/original/018595000_1792134213-1000661172.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375041/original/099497600_1792123072-1000660473.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375036/original/024066500_1792122441-Screenshot_20261016_103049_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375032/original/065267400_1792121666-Screenshot_20261016_103122_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375009/original/048479400_1792119940-viral-pria-diduga-dicambuk-di-kppg-bogor-1792076639758_169.jpg)