Viral Kabut Asap Kebakaran Hutan Selimuti Tol Lampung

Asap kebakaran hutan di dekat jalan tol membuat jarak pandang pengendara terganggu.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 14:14 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Video kepulan asap tebal akibat kebakaran lahan di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), Lampung, viral di media sosial. Asap yang membumbung di dekat jalan tol membuat jarak pandang pengendara terganggu hingga sejumlah pengguna jalan terlihat menepikan kendaraan.

Kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026). Dalam video yang beredar, api dan kepulan asap terlihat membubung tinggi di sekitar jalur serta gerbang Tol Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Situasi itu memicu kekhawatiran pengguna jalan. Gerbang Tol Menggala bahkan disebut-sebut sempat ditutup sementara akibat kepulan asap yang mengganggu jarak pandang. Namun, PT Hutama Karya (Persero) membantah adanya penutupan gerbang tol tersebut.

Kepala Regional Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto, menegaskan lalu lintas tetap dibuka. Pengendara hanya diminta mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi terdampak asap.

“Tidak benar, Mas. Tidak ada penutupan, hanya pengguna jalan diminta berjalan pelan-pelan dan berhati-hati karena ada kejadian karhutla di sekitar pagar pembatas atau ruang milik jalan (ROW) tol,” kata Arief dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (16/10).

Kebakaran Berlangsung Sekitar Tiga Jam

Arief menjelaskan, titik api berasal dari perkebunan karet milik perusahaan yang berbatasan langsung dengan pagar jalan tol.

Kebakaran tersebut berlangsung sekitar tiga jam sejak api pertama kali muncul hingga berhasil dipadamkan.

Setelah api padam, arus lalu lintas di ruas Tol Terpeka kembali berjalan normal. Meski demikian, Hutama Karya tetap mengingatkan pengendara untuk berhati-hati, terutama ketika melintasi kawasan yang berpotensi terdampak asap.

Imbauan keselamatan disampaikan melalui Variable Message Sign (VMS) dan pengeras suara (public address) di akses masuk maupun gerbang tol.

"Kami mengimbau pengendara mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," sebutnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran lahan di sekitar jalan tol, Hutama Karya menyiapkan lima unit truk tangki air yang dilengkapi selang pemadam di ruas Terpeka.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Jumat siang (16/10/2026), titik kebakaran di sekitar ruas tol tersebut dilaporkan masih menyisakan api. Petugas juga masih berupaya melakukan pemadaman.

Hutama Karya sebelumnya menyatakan memperkuat kesiapan penanganan karhutla di sejumlah ruas Jalan Tol Trans-Sumatra, termasuk Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Indralaya-Prabumulih (Inprabu), dan Terpeka.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani mengatakan, perusahaan menyiapkan sarana pendukung pemadaman sekaligus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar area tol sesuai kewenangannya.

Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan pemerintah daerah setempat.

"Khusus di koridor Terpeka, koordinasi melibatkan petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kami mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan perjalanan ketika asap mulai menghalangi jarak pandang," ujar Hamdani.

Pengendara disarankan mengurangi kecepatan secara bertahap, menyalakan lampu utama, memperlebar jarak aman, serta menghindari pengereman mendadak dan manuver menyalip.

Pengguna jalan juga diminta tidak berhenti di lajur lalu lintas ketika menghadapi kepulan asap. Apabila perlu berhenti, pengendara disarankan memanfaatkan tempat istirahat terdekat dan mengikuti arahan petugas.

"Jika menemukan titik api atau asap yang membahayakan perjalanan, pengguna jalan diminta segera melaporkannya kepada petugas jalan tol. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, terutama di tengah meningkatnya ancaman karhutla di sejumlah wilayah Sumatra bagian selatan," tandasnya.