Liputan6.com, Jakarta - Usia merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tak ada yang tahu kapan kematian akan menghampiri. Dalam Islam, panjang umur bukan sekadar tentang bertambahnya waktu hidup, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengisinya dengan keimanan dan amal saleh.
Setiap waktu yang berlalu tidak akan kembali, sementara kesempatan untuk berbuat baik memiliki batas. Itulah yang mendasari berbagai alasan seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh sebelum usia bertambah.
Pentingnya memanfaatkan waktu ditegaskan dalam Surah Al-'Ashr ayat 1–3. Allah berfirman bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut mengingatkan manusia agar menjadikan iman dan amal saleh sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
Advertisement
Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih membahas pentingnya menghidupkan amalan harian yang bersumber dari tuntunan Nabi, termasuk memohon keberkahan dalam kehidupan. Doa memohon keberkahan usia menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim agar waktu yang dimilikinya dapat digunakan untuk kebaikan.
Sementara itu, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar menjelaskan bahwa terdapat banyak amalan yang mudah dilakukan, tetapi memiliki ganjaran besar di sisi Allah SWT. Sayangnya, amalan-amalan tersebut terkadang dianggap sepele sehingga luput dari perhatian.
Alasan Seorang Muslim Dianjurkan Memperbanyak Amal Saleh Sebelum Usia Bertambah
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah alasan kenapa seorang muslim perlu memperbanyak amal dan kebaikan sebelum usia bertambah:
1. Usia adalah Nikmat yang Akan Dipertanggungjawabkan
Setiap detik kehidupan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya bagaimana ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang ia amalkan" (HR. Tirmidzi).
Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam al-Ghazali mengingatkan bahwa waktu adalah amanah dan setiap detik yang hilang tanpa ibadah, ilmu, atau amal saleh akan menjadi penyesalan panjang di akhirat. Semakin bertambah usia seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memperbaiki amal.
2. Masa Muda adalah Masa Paling Produktif untuk Beramal
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu..." Hadis ini menunjukkan bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh sebelum datangnya masa tua yang penuh keterbatasan.
Dalam kitab Syarh Hadis Arba'in Imam al-Nawawi, Syaikh Muhammad Shalih bin al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadis ini mengandung perintah untuk melakukan amalan-amalan sebelum masanya berlalu dan mempersiapkan diri untuk bekal setelah kematian, agar kelak manusia tidak mengalami penyesalan.
Imam al-Ghazali dalam Ayyuhal Walad juga menegaskan bahwa waktu muda adalah kesempatan emas yang tidak akan pernah terulang kembali.
3. Kesehatan dan Waktu Luang adalah Dua Nikmat yang Sering Dilupakan
Rasulullah SAW bersabda: "Ada dua nikmat yang membuat banyak orang terkecoh, yaitu nikmat kesehatan dan masa senggang" (HR. Bukhari). Syeikh Hisyam Kamil Hamid Musa, ulama Al-Azhar Kairo, menjelaskan bahwa kesehatan merupakan kenikmatan bagi pemuda karena memiliki kesehatan yang sangat prima, sedangkan waktu luang adalah kesempatan yang begitu banyak juga yang dimiliki pemuda. Apabila dua kenikmatan ini bisa disyukuri dan digunakan sebaik mungkin, maka akan membawa kemajuan-kemajuan pada seluruh aspek kehidupannya.
Dua nikmat yang disia-siakan oleh banyak orang: kesehatan dan waktu luang. berarti tidak memanfaatkannya dengan baik kemudian mengetahui nilainya yang berharga ketika sudah hilang.
4. Kematian Bisa Datang Kapan Saja
Allah SWT berfirman: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun" (QS. Al-A'raf: 34). Kematian tidak mengenal usia, dan tidak ada jaminan bahwa seseorang akan sampai pada usia tua.
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany menegaskan dunia merupakan negeri cobaan, ujian dan tantangan. Siapa saja yang tidak kuat niscaya akan terpelanting ke dalam kubangan hawa nafsu. Lebih baik berlelah-lelah dahulu, bersenang-senang kemudian, daripada bersenang-senang dahulu, tapi menderita kemudian.
5. Amal Saleh adalah Bekal untuk Kehidupan Akhirat
Allah SWT berfirman: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi" (QS. Al-Qashash: 77).
Dalam kitab Madarij al-Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa dunia adalah tempat bercocok tanam dan akhirat adalah tempat menuai hasilnya.
Oleh karena itu, seorang hamba dituntut untuk terus beramal selagi nyawa masih dikandung badan dan selagi nafas masih berhembus. Amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal yang sangat berharga di kehidupan yang kekal.
6. Bertambah Usia Berarti Bertambahnya Tanggung Jawab
Setiap tahun yang berlalu adalah pengurangan jatah umur dan pertambahan tanggung jawab. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalnya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalnya" (HR. Ahmad).
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, dijelaskan bahwa manusia harus menyadari bahwa kehidupan ini hanya sementara, serta memperbanyak mengingat kematian. Karena itu merupakan sebab seseorang bisa semangat melakukan berbagai amal shalih.
Al-Imam Ibnul Jauzi RA berkata: "Wahai jiwa, berlelah-lelahlah engkau sebentar! kelak engkau akan mendapatkan ketenangan di surga firdaus selamanya."
7. Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
Dalam Psikologi Remaja Muslim dijelaskan bahwa membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal ia tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Pepatah Arab menyebutkan "Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau".
Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA berkata: "Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan perolehannya lebih banyak di hari esok. Tetapi, waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok".
Amalan-Amalan Harian yang Ringan Berpahala Besar
1. Dzikir dan Doa Harian
Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa dzikir sunnah yang diajarkan oleh Nabi sangat beragam, di antaranya: membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali setelah shalat fardhu, membaca ayat kursi, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, serta membaca sayyidul istighfar pada pagi dan petang. Dzikir-dzikir ini ringan diucapkan namun memiliki pahala yang sangat besar.
2. Membantu Keperluan Sesama Muslim
Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh, (seandainya) aku menyertai saudaraku untuk (membantunya) menyelesaikan satu keperluannya, (hal tersebut) lebih aku sukai daripada aku beriktikaf selama sebulan di masjid ini (yaitu Masjid Nabawi)" (HR. Thabarani).
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany menjelaskan bahwa menyertai seorang muslim untuk memenuhi keperluannya lebih utama daripada berdiam diri selama satu bulan lamanya untuk fokus beribadah kepada Allah di masjid Nabawi.
3. Belajar Ilmu Agama di Masjid atau Mengajarkannya
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak ada maksud kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya maka baginya pahala seperti haji yang sempurna" (HR. Thabarani).
Dalam kitab Shahihul Jami', hadis ini disebutkan sebagai motivasi besar untuk mempelajari ilmu syar'i di masjid. Al-Imam Ahmad bin Hambal RA berkata: "Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada kebutuhan akan makan dan minum".
4. Bersedekah dengan Sesuatu Walaupun Sedikit
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang bersedekah senilai satu buah kurma dari penghasilan yang halal... Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya kemudian memeliharanya untuk pemiliknya, sebagaimana salah seorang kalian memelihara anak kudanya, sampai sedekah itu menjadi sebesar gunung" (HR. Bukhari).
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, dijelaskan bahwa selagi seorang hamba menyertakan keikhlasan dalam memberikan sedekah, niscaya Allah akan menerimanya dan mengembangkannya hingga menjadi sebesar gunung.
5. Senyum, Salam, dan Ucapan yang Baik
Rasulullah SAW bersabda: "Kamu tersenyum di hadapan saudaramu (seagama) adalah sedekah. Kamu menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar adalah sedekah. Kamu membimbing seorang yang tersesat di suatu tempat adalah sedekah" (HR. Tirmidzi).
Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa senyum yang diberikan saat bertemu saudara termasuk shadaqah.
6. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh aku melihat seorang laki-laki bolak-balik di dalam surga, (dia masuk ke dalam surga) disebabkan sebuah pohon di tengah jalan yang dia tebang, pohon tersebut mengganggu manusia" (HR. Muslim).
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany menegaskan bahwa dengan menyingkirkan gangguan dari jalan manusia, seseorang bisa memasuki surga.
7. Shalat Sunnah Rawatib
Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa shalat sunnah rawatib yang muakkad berjumlah dua belas rakaat. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga" (HR. Muslim).
8. Membaca Al-Qur'an
Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa dzikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur'an. Beribadah kepada Allah dengan cara membaca Al-Qur'an selalu dilakukan oleh kaum salaf hingga mereka rela bergadang di malam hari untuk melakukannya dengan mengurangi jatah tidur mereka.
Hikmah Memperbanyak Amal Saleh Sebelum Usia Bertambah
1. Mendapatkan Keberkahan Usia
Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Ya Allah, panjangkanlah umur kami dalam menaati-Mu dan menaati rasul-Mu." Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa memohon keberkahan usia adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan oleh setiap muslim. Usia yang diberkahi adalah usia yang diisi dengan amal saleh dan ketaatan kepada Allah.
2. Terhindar dari Penyesalan di Hari Kiamat
Allah SWT berfirman: "Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Mahamenyaksikan segala sesuatu" (QS. Al-Mujadilah: 6).
Orang-orang yang memiliki bashirah mengetahui bahwa mereka akan ditanyai dalam proses hisab dan akan dituntut dengan berbagai tuntutan yang sedetil-detilnya. Memperbanyak amal saleh sebelum usia bertambah adalah upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi hisab tersebut.
3. Mendapatkan Pahala yang Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda: "Jika anak keturunan Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo'akan orang tuanya" (HR. Muslim).
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, dijelaskan bahwa amalan-amalan ini akan terus mengalir pahalanya setelah kematian.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Setiap amalan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Dalam kitab Madarij al-Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa ibadah-ibadah sunnah dapat mengantarkan seseorang pada derajat kecintaan Allah.
Allah berfirman dalam hadis qudsi: "Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya."
5. Membangun Kebiasaan Baik Sejak Dini
Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany menegaskan bahwa jangan sampai seseorang meremehkan kebaikan sekecil apapun walaupun mungkin terlihat sepele.
Karena bisa jadi, justru dengan sebab kebaikan itulah dia akan memasuki Jannah yang penuh kenikmatan. Membiasakan amal saleh sejak usia muda akan membentuk karakter yang kuat dan istiqamah hingga usia senja.
6. Menjadi Manusia Terbaik di Sisi Allah
Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalnya" (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas manusia tidak diukur dari panjangnya usia semata, melainkan dari kualitas amal yang dilakukannya.
Pertanyaan Seputar Amal Saleh
1. Mengapa masa muda disebut sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh?
Masa muda adalah waktu terbaik karena pada fase ini seseorang memiliki kesehatan yang prima, energi yang kuat, dan waktu luang yang lebih banyak. Rasulullah SAW bersabda: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu..." Dalam kitab Syarh Hadis Arba'in, Syaikh al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadis ini mengandung perintah untuk melakukan amalan sebelum masanya berlalu.
2. Amalan ringan apa saja yang bisa dilakukan sehari-hari untuk memperbanyak pahala?
Beberapa amalan ringan yang berpahala besar antara lain: membaca dzikir pagi dan petang, membantu keperluan sesama muslim, belajar ilmu agama di masjid, bersedekah walau sedikit, tersenyum dan mengucapkan salam, menyingkirkan gangguan dari jalan, shalat sunnah rawatib, dan membaca Al-Qur'an. Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, dijelaskan bahwa Allah menjadikan amalan-amalan ringan yang pahalanya sangat besar.
3. Apa yang dimaksud dengan "lima perkara sebelum lima perkara" dalam hadis Nabi?
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa fakirmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum kematianmu." Dalam kitab Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah al-Zuhaili menjelaskan bahwa kelima nikmat tersebut sering melalaikan manusia, padahal semuanya akan sirna.
4. Bagaimana cara agar tetap istiqamah dalam beramal saleh seiring bertambahnya usia?
Cara agar tetap istiqamah adalah dengan memperbanyak dzikir dan doa, bergaul dengan orang-orang saleh, menghadiri majelis ilmu, dan mengingat kematian. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa memperbanyak doa dan dzikir dapat menjaga hati tetap tenang dan bersih dari kesombongan dunia.
5. Apakah amal saleh yang dilakukan di usia muda akan berpengaruh pada usia tua?
Ya, amal saleh yang dilakukan di usia muda akan menjadi tabungan pahala yang terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalnya." Dalam kitab Madarij al-Salikin, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal yang sangat berharga di kehidupan yang kekal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363846/original/005606000_1758975885-Yogya.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374924/original/095595400_1792104658-karhutla-di-mentigen-kawasan-gunung-bromo-menewaskan-tiga-9q-erzk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374919/original/058586900_1792103373-tragedi-karhutla-bromo-korban-tewas-bertambah-jadi-4-orang-satu-lagi-petugas-tnb-csivteab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374378/original/091619400_1792048512-000056400_1792048269-Screenshot_20261015-114859_WhatsApp.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374753/original/077556300_1792063607-Screenshot_2026-10-15_182237.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374890/original/073843500_1792081286-IMG-20261015-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374866/original/018960600_1792077221-IMG-20261015-WA0056.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374850/original/078906700_1792074552-49a122ef-04ed-40fd-81a5-f9a73b287901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374845/original/049765800_1792073454-IMG-20260912-WA0062.jpg__1_.jpg)