Liputan6.com, Jakarta - Doa memohon ampunan atas kesalahan masa lalu penting diamalkan tiap muslim, mengingat dosa dan kesalahan seringkali dilakukan dan terlupakan. Tiap manusia mesti sadar tidak luput dari dosa dan kekhilafan, kecil atau besar, disengaja maupun tanpa sengaja.
Allah menegaskan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya, tanpa memandang seberapa besar dosa yang pernah diperbuat. "Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?" (QS. Ali Imran: 135).
Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam beristighfar. "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah (beristighfarlah) kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali" (H.R. Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya amalan bagi orang yang banyak dosa, tetapi juga teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia yang telah dijamin masuk surga.
Advertisement
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Nabi SAW mengajarkan berbagai doa istighfar yang mencakup permohonan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, baik yang disengaja maupun tidak, yang tersembunyi maupun terang-terangan.
Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam bukunya Doa-Doa Pilihan Terbaik juga merinci doa-doa istighfar yang paling komprehensif, termasuk Sayyidul Istighfar yang disebut sebagai penghulu istighfar.
Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah kumpulan doa memohon ampunan atas kesalahan masa lalu, tata cara dan adab, waktu terbaik, serta hikmahnya.
Kumpulan Doa Memohon Ampunan atas Kesalahan Masa Lalu
1. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Sayyidul Istighfar adalah bacaan istighfar yang paling utama. Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca sayidul istighfar di sore hari, lalu ia meninggal di malam itu, niscaya ia termasuk penghuni surga. Demikian juga berlaku bagi mereka yang membaca sayidul istighfar di pagi hari, lalu wafat di hari itu juga, niscaya ia termasuk penghuni surga".
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memasukkan Sayyidul Istighfar ke dalam doa harian yang dianjurkan untuk dibaca pagi dan sore hari. Doa ini disebut sebagai penghulu istighfar karena ia bukan sekadar permintaan ampun, melainkan pengakuan total yang di dalamnya terkandung tauhid, penghambaan, kesadaran akan janji, pengakuan nikmat, dan keberanian mengakui dosa.
2. Doa Nabi Adam AS (Rabbana Zalamna Anfusana)
Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanā zhalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā wa tarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Adam 'alaihis-salam setelah beliau melanggar larangan Allah. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa penyesalan yang mencakup pengakuan dosa dan permohonan ampunan.
Kalimat "kami telah menzalimi diri kami sendiri" menunjukkan pengakuan atas kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain. Nabi Adam AS dan Hawa tidak menjadikan godaan setan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.
Keduanya justru mengakui kesalahan dan memohon ampun langsung kepada Allah SWT. Sikap ini menjadi pelajaran penting bahwa tobat dimulai dari kesadaran dan pengakuan atas dosa.
3. Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW kepada Abu Bakar
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Latin: Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfir lii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzalimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Mahapengampun dan Mahapenyayang."
Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada sahabat Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda kepada Abu Bakar: "Ucapkanlah: Allahumma inni zalamtu nafsi zulman katsiran..."
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa istighfar yang paling komprehensif, karena mencakup pengakuan atas kezaliman diri, permohonan ampunan, dan permohonan rahmat Allah.
4. Doa Memohon Ampunan dari Segala Jenis Dosa
Arab: اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جِدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذلِكَ عِنْدِيْ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: Allaahumma-ghfir lii khathii-ati wa jahlii, wa israafii fii amrii, wa maa Anta a'lamu bihi minnii. Allaahummghfirlii jiddi wa hazli, wa khatha-i wa 'amdii, wa kullu dzaalika 'indii. Allaahumma-ghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu, wa maa asrartu wa maa a'lantu, wa maa Anta a'lamu bihi minnii, Anta-l Muqaddim wa Anta-l Mu-akhkhir, wa Anta 'alaa kulli syai-in Qadiir.
Artinya: "Ya Allah! Ampunilah segala kesalahan, ketidaktahuan, perbuatanku yang melampaui batas, serta segala kesalahan dan kekuranganku yang Engkau lebih mengetahuinya. Ya Allah! Ampunilah segala dosaku, baik yang aku lakukan secara sungguh-sungguh maupun bercanda, baik yang disengaja ataupun tidak, dan sungguh aku pernah melakukan semua itu. Ya Allah! Ampunilah segala dosaku, baik yang terdahulu maupun yang mungkin akan kulakukan nantinya, baik yang aku lakukan dalam kesendirianku ataupun di hadapan orang banyak, dan juga seluruh kesalahanku lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya. Engkaulah yang Mahakuasa untuk memuliakan dan menghinakan, dan Engkaulah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi SAW biasa berdoa dengan kalimat ini.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling luas cakupannya dalam hal permintaan ampunan (istighfar), karena mencakup dosa yang disengaja dan tidak disengaja, yang tersembunyi dan terang-terangan, yang telah lalu dan yang akan datang.
5. Doa Nabi Yunus AS
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minazh zhālimīn
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus 'alaihis-salam ketika berada di dalam perut ikan. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa istighfar yang sangat mustajab.
Rasulullah SAW bersabda: "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di dalam perut ikan adalah: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Maka sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa itu untuk sesuatu, kecuali Allah akan mengabulkannya" (HR. Tirmidzi).
Tata Cara dan Adab Berdoa Memohon Ampunan atas Kesalahan Masa Lalu
1. Membaca dengan Lisan dan Hati Secara Bersamaan
Istighfar yang paling utama adalah yang diucapkan dengan lisan sekaligus dihadirkan dalam hati. Syarat istighfar yang kedua harus menyertakan lisan dengan hati ketika melakukan istighfar, sebab lisan yang mengucapkan kalimat istighfar (memohon ampun), sedangkan hati berfungsi sebagai meyakinkan. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menjelaskan bahwa istighfar yang tidak disertai dengan kehadiran hati ibarat jasad tanpa ruh.
2. Berada dalam Keadaan Suci
Hendaknya seseorang yang beristighfar berada dalam keadaan suci. Meskipun istighfar dapat dilakukan dalam keadaan apa pun, namun beristighfar dalam keadaan suci (setelah berwudhu) lebih utama dan lebih cepat dikabulkan. Hal ini sejalan dengan hadits yang menyebutkan bahwa istighfar disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu.
3. Menghadap Kiblat
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, dijelaskan bahwa menghadap kiblat adalah salah satu adab berdoa yang dianjurkan, berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus-menerus berdoa hingga tenggelam matahari.
4. Memulai dengan Hamdalah, Shalawat, dan Istighfar
Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'"
5. Menyertakan Taubat yang Sungguh-Sungguh
Istighfar yang sempurna harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh, yaitu meninggalkan dosa yang telah diperbuat dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Imam Hasan Al-Basri berkata: "Istighfar tanpa meninggalkan dosa itulah taubatnya para pendusta".
Dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa taubat memiliki tiga syarat: meninggalkan dosa, menyesali perbuatan dosa, dan berniat untuk tidak mengulanginya.
6. Memperbanyak Istighfar di Waktu-Waktu Mustajab
Istighfar dapat dilakukan kapan saja, namun ada waktu-waktu tertentu yang lebih mustajab, seperti setelah shalat wajib, di waktu sahur, sebelum tidur, dan setelah berwudhu.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (H.R. Ahmad).
7. Melaksanakan Shalat Taubat
Taubat nasuha biasanya diawali dengan melaksanakan sholat taubat atau ibadah sunah yang dikhususkan untuk memohon ampun. Sebagai penyempurna ibadah, muslim dapat melafalkan dzikir taubat nasuha sebanyak-banyaknya.
Dalam buku Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa shalat taubat adalah sarana yang sangat dianjurkan untuk memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah lalu.
Waktu Terbaik Doa Memohon Ampunan atas Kesalahan Masa Lalu
1. Setelah Shalat Fardhu
Waktu yang paling utama untuk beristighfar adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Umat Islam sangat dianjurkan untuk beristigfar setelah melaksanakan salat wajib. Rasulullah SAW biasa beristighfar tiga kali setelah selesai shalat.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa istighfar setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan. Setelah shalat, seseorang berada dalam keadaan suci dan dekat dengan Allah, sehingga doa dan istighfarnya lebih mudah dikabulkan.
2. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)
Waktu sahur, terutama di sepertiga malam terakhir, adalah waktu yang sangat agung untuk beristighfar. Allah berfirman: "Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" (QS. Az-Zariyat: 18).
Ini menunjukkan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang sedikit tidurnya di malam hari dan memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur. Beberapa ulama menekankan bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat taubat adalah pada 2/3 malam.
Pada saat itu, suasana tenang dan hening memungkinkan seseorang untuk merenungkan kesalahannya dengan lebih mendalam dan sungguh-sungguh memohon ampunan.
3. Segera Setelah Tersadar Melakukan Maksiat
Waktu terbaik untuk bertaubat adalah segera setelah seseorang tersadar telah melakukan maksiat. Jangan menunda-nunda taubat, karena ajal bisa datang kapan saja.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar pelaku dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar pelaku dosa di malam hari bertaubat" (HR. Muslim).
4. Sebelum Tidur
Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang baik untuk beristighfar. Dengan beristighfar sebelum tidur, seseorang menutup harinya dengan permohonan ampun kepada Allah, sehingga ia tidur dalam keadaan bersih dari dosa dan dijaga oleh malaikat Allah.
Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menganjurkan untuk membaca doa-doa perlindungan dan istighfar sebelum tidur.
5. Di Antara Adzan dan Iqamah
Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak" (HR. Tirmidzi). Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat. Doa memohon ampunan dapat dipanjatkan pada momen yang penuh keberkahan ini.
6. Setelah Berwudhu
Istighfar disyariatkan untuk dibaca setelah berwudhu. Hal ini karena wudhu menyucikan diri secara lahir, dan istighfar menyucikan diri secara batin. Kombinasi keduanya menjadikan seorang hamba lebih dekat kepada Allah. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa setelah wudhu dianjurkan untuk dibaca sebagai penyempurna ibadah wudhu.
7. Setiap Saat dan di Mana Saja
Pada prinsipnya, istighfar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.
Hikmah Doa Memohon Ampunan atas Kesalahan Masa Lalu
1. Mendapatkan Ampunan dan Penghapusan Dosa
Istighfar adalah sarana utama untuk mendapatkan ampunan Allah. Pengampunan adalah penghapusan dosa dan menghilangkan jejak dosa itu, dan bukan seperti anggapan kebanyakan orang, yaitu sebagai bentuk penyembunyian dosa.
Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya sendiri, lalu ia memohon ampun kepada Allah, dia akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. An-Nisa: 110).
2. Mendatangkan Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka-sangka
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (H.R. Ahmad).
Istighfar juga bisa melapangkan rezeki, menambah kekuatan dalam menghadapi hidup, memudahkan segala urusan, serta menenangkan hati.
3. Memberikan Kelapangan dari Kegundahan dan Kesempitan
Dalam hadits riwayat Abdullah bin Abbas, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang biasa beristighfar, maka Allah SWT telah memberi jalan keluar untuknya dari semua kesulitan dan dari semua kegalauan mereka, serta memberi rezeki-Nya dari tempat yang tidak diduga-duga" (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad).
Ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya membersihkan dosa, tetapi juga menjadi sebab datangnya pertolongan dan keberkahan hidup.
4. Menjadi Penyelamat dari Siksa dan Azab
Allah SWT berfirman: "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyiksa mereka, sedang mereka memohon ampun" (QS. Al-Anfal: 33). Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menyiksa orang-orang yang melakukan perbuatan dosa saat mereka beristighfar.
Karena itu pula, Abu Musa berkata: "Kami mendapat dua keselamatan, satu pergi dan yang lainnya tetap" (HR Ahmad).
5. Menambah Pahala dan Meningkatkan Posisi di Sisi Allah
Istighfar berfungsi sebagai penambah pahala dan meningkatkan posisi seseorang di sisi Allah SWT. Bahkan, istighfar dapat menghapus semua dosa orang yang beristighfar atau bahkan menambah pahala dan meningkatkan posisinya di sisi Allah jika ternyata istighfarnya lebih banyak dari dosa-dosanya.
Imam Ibnu Taimiyah mengatakan: "Istighfar adalah termasuk amalan yang paling utama, dan pintunya sangat luas. Barangsiapa yang merasakan kekurangan dalam ucapan, perbuatan, keadaan, rezeki, atau gejolak hatinya, maka hendaklah ia berpegang pada tauhid dan istighfar, karena keduanya mengandung obat jika dilakukan dengan jujur dan ikhlas".
6. Menghapus Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, membaca istighfar 100 kali sehari akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
7. Meneladani Sunnah Nabi SAW
Rasulullah SAW, meskipun telah dijamin masuk surga dan terbebas dari dosa, tetap membaca istighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih dari tujuh puluh kali" (Riwayat al-Bukhari). Ini menunjukkan bahwa istighfar adalah amalan yang sepatutnya dihidupkan oleh setiap muslim, meneladani sunnah Nabi.
8. Menjaga Kesehatan Mental dan Mencegah Stres
Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dan istighfar merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa. Ketika seseorang beristighfar, ia menyerahkan beban dosa dan kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hatinya menjadi tenang dan pikirannya menjadi jernih.
9. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Stabilitas Emosi
Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dengan memperbanyak istighfar, seorang hamba akan merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Malam yang sunyi menjadi saksi bisu pertaubatan seorang hamba, dan Allah menjanjikan ampunan serta rahmat bagi mereka yang kembali kepada-Nya.
10. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga
Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum sore, ia termasuk penghuni surga; dan siapa yang membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu wafat sebelum pagi, ia termasuk penghuni surga". Hadits ini menunjukkan bahwa istighfar yang dibaca dengan penuh keyakinan dapat menjadi jaminan masuk surga.
Pertanyaan Seputar Istighfar
1. Apa bacaan istighfar yang paling utama?
Bacaan istighfar yang paling utama adalah Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yaitu Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka... yang dibaca pagi dan sore hari. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan lalu wafat pada hari itu, ia termasuk penghuni surga.
2. Kapan waktu terbaik membaca istighfar?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, waktu sahur (sepertiga malam terakhir), segera setelah tersadar melakukan maksiat, sebelum tidur, antara adzan dan iqamah, dan setelah berwudhu.
3. Apakah istighfar harus dibaca dengan suara keras?
Tidak, istighfar dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap. Yang terpenting adalah menghadirkan hati dan memahami maknanya.
4. Apa perbedaan istighfar dan taubat?
Istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah, sedangkan taubat adalah proses kembali kepada Allah dengan meninggalkan dosa, menyesali perbuatan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Istighfar tanpa meninggalkan dosa disebut sebagai taubatnya para pendusta.
5. Berapa kali sebaiknya membaca istighfar dalam sehari?
Rasulullah SAW membaca istighfar minimal 70 hingga 100 kali sehari. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, terutama pada waktu-waktu mustajab, karena istighfar dapat menghapus dosa, melapangkan rezeki, dan menenangkan hati.
.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4057548/original/020107600_1655630991-daftar_makanan_berbahaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152114/original/020170500_1741235399-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588612/original/076171200_1695698562-20230926-Bansos-Beras-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919191/original/040795900_1723718109-Ilustrasi_pasrah__berserah__berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374026/original/060853100_1792030610-IMG_20261014_234940.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333118/original/065161300_1787732519-85239.jpg)