12 Surat Al-Qur'an yang Cocok Dihafalkan Anak sebelum Mulai Belajar Mengaji

Surat-surat ini dipilih karena jumlah ayatnya sedikit

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Qur'an yang cocok dihafalkan anak sebelum mulai belajar mengaji umumnya adalah surat-surat pendek dalam Juz 30 (Juz 'Amma). Surat-surat ini dipilih karena jumlah ayatnya sedikit, iramanya indah, dan banyak digunakan dalam bacaan sholat sehari-hari.

Menghafal surat pendek sebelum belajar membaca Al-Qur'an memberikan fondasi yang kuat bagi anak, baik dari segi hafalan maupun kesiapan mental untuk mempelajari huruf hijaiyah dan tajwid.

Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari). Hadits ini menjadi motivasi bagi para orang tua untuk mengenalkan Al-Qur'an kepada anak sejak dini.

Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I, dalam buku Panduan Menghafal Al-Qur'an bagi Anak-Anak, menegaskan bahwa kemampuan anak untuk menghafal dimulai sejak kecil, yaitu saat anak mulai belajar berbicara dan menguasainya dengan baik setelah usia tiga tahun.

Dia juga mengutip pepatah bijak, "Menghafal di waktu kecil laksana mengukir di atas batu," yang berarti hafalan di masa kanak-kanak akan tertanam kuat dan sulit hilang.

Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam kitab Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an menekankan pentingnya memulai dari surat-surat pendek agar anak tidak merasa terbebani. Metode pengulangan yang sederhana dan bertahap memungkinkan anak menguasai satu surat sebelum melanjutkan ke surat berikutnya.

Surat Al-Qur'an yang Cocok Dihafalkan Anak sebelum Mulai Belajar Mengaji

Berikut ini adalah surat-surat Al-Qur'an yang cocok dihafalkan anak sebelum mulai belajar mengaji, disusun dari yang paling pendek hingga menengah dan panjang, lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya.

Surat 3-5 Ayat: Pilihan Pertama yang Paling Mudah

Surat-surat dengan 3 hingga 5 ayat ini adalah pilihan terbaik untuk memulai. Ayatnya sangat pendek dan sering didengar, sehingga anak mudah menirukan dan mengingatnya.

1. Surat Al-Kautsar (الكوثر) - Nikmat yang Banyak

Jumlah Ayat: 3

Arab: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ١ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ٢ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ٣

Latin: Innā a'tainākal-kauṡar. Fa ṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni'aka huwal-abtar.

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

2. Surat Al-'Asr (العصر) - Demi Masa

Jumlah Ayat: 3

Arab: وَالْعَصْرِ ١ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ٢ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ٣

Latin: Wal-'aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illal-lażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.

Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.

3. Surat An-Nashr (النصر) - Pertolongan

Jumlah Ayat: 3

Arab: إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ١ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ٢ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا ٣

Latin: Iżā jā'a naṣrullāhi wal-fatḥ. Wa ra'aitan-nāsa yadkhulūna fī dīnillāhi afwājā. Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirh, innahū kāna tawwābā.

Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.

4. Surat Al-Ikhlas (الإخلاص) - Ikhlas

Jumlah Ayat: 4

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١ اللَّهُ الصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa." Allah adalah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

5. Surat Al-Falaq (الفلق) - Waktu Subuh

Jumlah Ayat: 5

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥

Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh." Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan (perempuan-perempuan penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

6. Surat An-Nas (الناس) - Manusia

Jumlah Ayat: 6

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ١ مَلِكِ النَّاسِ ٢ إِلَٰهِ النَّاسِ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ٦

Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia." Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.

Surat 6-11 Ayat: Langkah Selanjutnya yang Menyenangkan

Setelah anak menguasai surat-surat pendek di atas, lanjutkan dengan surat yang sedikit lebih panjang. Surat-surat ini tetap mudah dihafal karena banyak pengulangan dan cerita yang menarik bagi anak.

7. Surat Al-Kafirun (الكافرون) - Orang-Orang Kafir

Jumlah Ayat: 6

Surat ini menegaskan tentang toleransi dan batasan dalam beragama, di mana Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyatakan bahwa ia tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, dan mereka juga tidak menyembah apa yang disembah oleh Nabi.

8. Surat Al-Ma'un (الماعون) - Barang yang Berguna

Jumlah Ayat: 7

Surat ini menggambarkan ciri-ciri orang yang mendustakan agama, yaitu orang yang menghardik anak yatim, tidak memberi makan orang miskin, lalai dalam shalat, dan enggan memberikan bantuan.

9. Surat Quraisy (قريش) - Suku Quraisy

Jumlah Ayat: 4

Surat ini mengingatkan suku Quraisy tentang nikmat Allah yang telah memberi mereka keamanan dan rezeki, sehingga mereka harus menyembah Allah pemilik Ka'bah.

10. Surat Al-Fil (الفيل) - Gajah

Jumlah Ayat: 5

Artinya: Surat ini menceritakan kisah pasukan bergajah yang ingin menghancurkan Ka'bah, namun Allah mengirimkan burung-burung yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat.

11. Surat Ad-Duha (الضحى) - Waktu Dhuha

Jumlah Ayat: 11

Artinya: Surat ini berisi penghiburan Allah kepada Nabi Muhammad, menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan beliau dan akan memberikan karunia-Nya.

12. Surat Al-Insyirah (الشرح) - Kelapangan

Jumlah Ayat: 8

Surat ini mengingatkan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan, dan memerintahkan untuk terus berusaha dan berharap kepada Allah.

Manfaat Menghafal Surat Al-Qur'an bagi Anak Sebelum Mulai Belajar Mengaji

1. Membangun Fondasi Ibadah Sejak Dini

Dengan menghafal surat-surat pendek, anak memiliki bekal untuk melaksanakan sholat. Surat-surat ini akan menjadi bacaan setelah Al-Fatihah, sehingga sholat anak lebih bermakna dan tidak monoton. Hal ini juga melatih anak untuk terbiasa membaca Al-Qur'an dalam ibadah sehari-hari.

2. Mengasah Daya Ingat dan Konsentrasi

Menghafal surat pendek melatih kemampuan memori anak. Proses pengulangan yang dilakukan secara bertahap membantu anak mengembangkan daya ingat jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa pengulangan konsisten secara bertahap mampu mengoptimalkan hafalan dan memperkuat retensi memori.

3. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Kemandirian

Ketika anak berhasil menghafal satu surat, ia akan merasa bangga dan percaya diri. Rasa pencapaian ini mendorongnya untuk terus belajar dan menghafal surat berikutnya. Menghafal juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab.

4. Mempersiapkan Kesiapan Belajar Mengaji

Anak yang sudah terbiasa mendengar dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an akan lebih mudah beradaptasi ketika mulai belajar membaca huruf hijaiyah. Telinganya sudah terlatih dengan bunyi huruf dan harakat, sehingga proses belajar mengaji menjadi lebih lancar.

5. Menanamkan Kecintaan pada Al-Qur'an

Membiasakan anak menghafal surat pendek sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta dan kedekatan dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya bacaan saat belajar mengaji. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Al-Qur'an untuk membentuk pribadi yang berakhlak Qur'ani.

Pertanyaan Seputar Surat Al-Qur'an yang Cocok Dihafalkan Anak

1. Surat apa yang paling pertama sebaiknya dihafalkan anak?

Surat yang paling direkomendasikan untuk dihafal pertama kali adalah Surat Al-Kautsar karena hanya terdiri dari 3 ayat dan sangat pendek. Setelah itu, lanjutkan dengan Al-'Asr, An-Nashr, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Urutan ini memudahkan anak karena surat-surat tersebut juga sering dibaca dalam sholat.

2. Berapa usia ideal anak mulai menghafal surat pendek?

Anak dapat mulai diperkenalkan dengan hafalan surat pendek sejak usia 3-4 tahun, yaitu saat kemampuan berbicara mulai berkembang. Pada usia ini, anak sangat mudah menirukan apa yang didengarnya. Namun, yang terpenting adalah memulai, merutinkan, dan bersikap sabar dalam mendampingi anak.

3. Bagaimana cara mengajarkan hafalan surat pendek kepada anak yang belum bisa membaca?

Metode yang paling efektif adalah metode talaqqi, yaitu guru atau orang tua membacakan ayat secara langsung di hadapan anak, kemudian anak menirukan. Metode ini memungkinkan anak melihat gerak bibir guru secara tepat dan mengulangi bacaan hingga benar-benar hafal.

4. Apakah anak harus menghafal surat secara berurutan dari Juz 30?

Tidak harus berurutan dari awal Juz 30. Justru, disarankan untuk memulai dari surat-surat terpendek di bagian akhir mushaf, seperti An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan seterusnya. Strategi ini membangun rasa pencapaian dan memudahkan anak menguasai hafalan sebelum melanjutkan ke surat yang lebih panjang.

5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan anak untuk menghafal satu surat pendek?

Waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung kemampuan anak dan intensitas latihan. Untuk surat 3 ayat seperti Al-Kautsar, anak dapat menghafalnya dalam beberapa hari hingga satu minggu jika dilatih secara rutin. Yang terpenting adalah konsistensi dan suasana belajar yang menyenangkan.