Kumpulan Dzikir Singkat untuk Mengisi Waktu Luang Teks Arab Latin Arti, Simak Cara dan Waktunya

Berdzikir bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, terkecuali di tempat yang dilarang.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesibukan kerap membuat seseorang lalai mengingat Allah SWT. Kumpulan dzikir singkat untuk mengisi waktu luang dapat menjadi pilihan bagi umat Islam yang ingin memperbanyak ibadah di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Padahal, Allah memerintahkan agar hamba-Nya senantiasa mengingatnya. Allah SWT berfirman, yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41). Ayat ini menjadi pengingat bahwa mengingat Allah merupakan amalan penting yang dapat dibiasakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Berdzikir bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, terkecuali di tempat yang dilarang. Amalan ini bisa dilakukan saat menunggu, dalam perjalanan, atau ketika memiliki waktu senggang di sela-sela pekerjaan. Selain mudah diamalkan, dzikir juga menjadi sarana untuk mengingat Allah SWT dan menjaga hati tetap dekat dengan-Nya.

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih membahas berbagai dzikir dan amalan harian yang bersumber dari tuntunan Nabi. Sementara itu, Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan berbagai bentuk dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika seseorang berada dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring.

Dzikir tidak selalu membutuhkan waktu lama. Bacaan seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istigfar dapat diucapkan dalam waktu singkat, tetapi memiliki keutamaan yang besar.

Melalui kebiasaan sederhana ini, waktu luang tidak akan berlalu tanpa manfaat. Dengan membiasakan dzikir secara rutin, seorang Muslim dapat mengisi aktivitas harian dengan ibadah sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk senantiasa mengingat Allah SWT.

Kumpulan Dzikir Singkat untuk Mengisi Waktu Luang

1. Tasbih: Subhanallah

Arab: سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subhaanallaah

Artinya: "Maha Suci Allah."

Tasbih adalah dzikir yang paling ringan namun memiliki pahala yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: "Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh seribu kebaikan setiap hari? Ia bertasbih seratus kali, maka akan ditulis untuknya seribu kebaikan, atau dihapus darinya seribu kesalahan" (HR. Muslim).

Dalam kitab Hisnul Muslim karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, tasbih disebutkan sebagai dzikir yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat beraktivitas. Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadh as-Shalihin juga mencantumkan hadits ini pada bab keutamaan dzikir, menunjukkan betapa besar pahala yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang gemar bertasbih.

2. Tahmid: Alhamdulillah

Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillaah

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Tahmid adalah ungkapan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Rasulullah SAW bersabda: "Alhamdulillah itu memenuhi timbangan" (HR. Muslim).

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, tahmid disebutkan sebagai salah satu kalimat yang paling dicintai Allah. Dengan mengucapkan Alhamdulillah, seorang hamba mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah, sehingga hatinya terhindar dari kesombongan dan sifat kufur nikmat.

3. Takbir: Allahu Akbar

Arab: اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allaahu Akbar

Artinya: "Allah Maha Besar."

Takbir adalah pengakuan bahwa Allah lebih besar dari segala sesuatu. Rasulullah SAW bersabda: "Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar, lebih aku sukai dari apa yang matahari muncul atasnya" (HR. Muslim).

Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, takbir disebutkan sebagai dzikir yang dapat dibaca kapan saja, terutama ketika melihat sesuatu yang menakjubkan atau ketika merasa kagum. Dengan memperbanyak takbir, seorang hamba menyadari bahwa segala urusan berada dalam genggaman Allah Yang Maha Besar.

4. Tahlil: Laa Ilaaha Illallaah

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Latin: Laa ilaaha illallaah

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."

Tahlil adalah dzikir yang paling utama dan paling afdhal. Rasulullah SAW bersabda: "Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallaah" (HR. Tirmidzi). Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa tahlil adalah kalimat tauhid yang menjadi inti dari seluruh ajaran Islam. Dengan memperbanyak tahlil, seorang hamba menegaskan keesaan Allah dan membersihkan hatinya dari segala bentuk kemusyrikan.

5. Tahlil Lengkap: Laa Ilaaha Illallaah Wahdahu Laa Syariika Lah

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang mengucapkan Laa ilaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah, lahu al-Mulku, walahu al-Hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir setiap hari 100 kali, maka baginya akan ditulis 10 keadilan budak, dicatat 100 kebajikan dan dihapuskan 100 kemiskinan" (Muttafaqun 'Alaih). Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa dzikir ini mencakup tauhid yang paling murni dan merupakan sebab diampuninya dosa.

6. Istighfar: Astaghfirullah

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Astaghfirullaah

Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah."

Istighfar adalah dzikir yang paling ringan dan dapat dilakukan kapan saja, bahkan sambil beraktivitas. Dalam kitab Istighfar dan Taubat karya Fadhl Ilahi, dijelaskan bahwa istighfar adalah sarana utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberinya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (HR. Ahmad).

Dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, istighfar disebutkan sebagai dzikir yang paling mudah namun memiliki keutamaan yang tidak terbatas.

7. Shalawat: Allahumma Shallii 'Alaa Muhammad

Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allaahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad."

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani). Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa shalawat adalah dzikir yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat beraktivitas. Dengan memperbanyak shalawat, seorang hamba menunjukkan kecintaannya kepada Nabi SAW dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.

8. Hauqalah: Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billaah

Arab: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: Laa haula walaa quwwata illaa billaah

Artinya: "Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah."

Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abdullah bin Qais! Maukah kamu kutunjukkan perbendaharaan Surga? Bacalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah".

Dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, kalimat ini disebut sebagai salah satu perbendaharaan surga yang paling utama. Dzikir ini dapat dibaca kapan saja, terutama ketika merasa lemah atau menghadapi kesulitan.

9. Hasbalah: Hasbiyallaahu Laa Ilaaha Illaa Huwa

Arab: حَسْبِيَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Latin: Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa 'alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul 'arsyil 'azhiim

Artinya: "Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan pemilik Arsy yang agung."

Dzikir ini diriwayatkan dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya pada pagi dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan segala kepentingannya" (HR. Abu Dawud).

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani mencantumkan dzikir ini sebagai salah satu dzikir perlindungan yang sangat dianjurkan.

10. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebaikan dunia dan akhirat, sehingga dapat dibaca kapan saja, termasuk saat waktu luang.

Waktu Dzikir Singkat untuk Mengisi Waktu Luang

1. Setelah Shalat Fardhu

Waktu yang paling utama untuk berdzikir adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Dalam penyuluhan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fuad Latif, dianjurkan untuk membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali setelah shalat.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan yang besar.

2. Pagi dan Petang

Waktu pagi (setelah Subuh hingga sebelum matahari terbit) dan petang (setelah Ashar hingga sebelum Maghrib) adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir. Allah berfirman: "Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 42).

Dalam Buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, dijelaskan bahwa dzikir pagi dan petang adalah benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan sepanjang hari.

3. Saat Beraktivitas

Dzikir singkat dapat dilakukan sambil beraktivitas, seperti saat bekerja, berkendara, atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dzikir dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, baik berdiri, duduk, berjalan, maupun berbaring. Dzikir tidak harus lama, tetapi bisa sambil bekerja.

4. Ketika Menunggu atau Mengantre

Waktu menunggu adalah kesempatan emas untuk berdzikir. Ketika sedang mengantre di kasir, menunggu bus, atau menunggu seseorang, seorang muslim dapat mengisi waktunya dengan tasbih, tahmid, takbir, atau istighfar.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa dzikir dapat dilakukan kapan saja, termasuk di waktu-waktu yang terlihat sepele.

5. Sebelum Tidur

Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang baik untuk berdzikir. Rasulullah SAW mengajarkan kepada Ali dan Fathimah radhiyallahu 'anhuma untuk membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali sebelum tidur.

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menganjurkan untuk membaca dzikir-dzikir ini sebagai penutup hari.

6. Ketika Sedang Berjalan atau Berkendara

Dzikir dapat dilakukan ketika sedang berjalan kaki, mengendarai motor, atau berada di dalam mobil. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa Nabi SAW selalu berdzikir dalam setiap perjalanan, termasuk ketika menaiki kendaraan.

7. Ketika Merasa Gelisah atau Cemas

Dzikir singkat juga sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang merasa gelisah atau cemas. Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Dalam buku Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan, Dr. MS. Udin, MA menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

8. Kapan Saja dan di Mana Saja

Pada prinsipnya, dzikir singkat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.

Hikmah Mengamalkan Dzikir Singkat untuk Mengisi Waktu Luang

1. Mendapatkan Pahala yang Besar Meskipun Amalan Ringan

Allah Maha Pemurah dan memberikan pahala yang besar atas amalan yang ringan. Rasulullah SAW bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (amalan) dan dicintai oleh Ar-Rahman, yaitu Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil 'Azhim" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Riyadh as-Shalihin, Imam An-Nawawi mengawali bab dzikir dengan hadits ini, menunjukkan bahwa dzikir yang singkat sekalipun bisa menjadi amalan besar di sisi Allah. Dengan mengamalkan dzikir singkat, seorang hamba dapat meraih pahala yang berlimpah tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaganya.

2. Menghapus Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Dzikir singkat seperti Subhanallah wa bihamdihi memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Riyadh as-Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah bagi hamba-Nya yang mau berdzikir, meskipun dengan kalimat yang singkat.

3. Menenangkan Hati dan Menghilangkan Kecemasan

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa. Dengan mengisi waktu luang dengan dzikir, seseorang akan merasakan ketenangan batin yang berdampak pada kesehatan fisik dan mentalnya.

4. Mendapatkan Perlindungan dari Gangguan Setan

Dzikir berfungsi sebagai benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa dzikir adalah "perisai" yang menjaga seseorang dari segala keburukan yang tidak terlihat. Dengan memperbanyak dzikir singkat, seorang hamba akan selalu berada dalam lindungan Allah.

5. Meneladani Sunnah Nabi SAW

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam berdzikir. Beliau selalu berdzikir dalam setiap keadaan, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menegaskan bahwa berdzikir adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim. Dengan mengamalkan dzikir singkat, seorang hamba meneladani jejak Nabi SAW dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.

 

Pertanyaan Seputar Dzikir singkat

1. Apa saja dzikir singkat yang bisa dibaca sambil beraktivitas?

Dzikir singkat yang bisa dibaca sambil beraktivitas antara lain Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaah, Astaghfirullah, shalawat, Laa haula walaa quwwata illaa billaah, dan Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa. Dzikir-dzikir ini dapat diucapkan dengan lisan maupun dalam hati.

2. Kapan waktu terbaik untuk mengamalkan dzikir singkat?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, pagi dan petang, saat beraktivitas, ketika menunggu atau mengantre, sebelum tidur, ketika sedang berjalan atau berkendara, ketika merasa gelisah, dan kapan saja secara rutin.

3. Apakah dzikir singkat bisa dibaca dalam hati saja?

Ya, dzikir dapat dibaca dengan lisan maupun dalam hati. Namun, yang paling utama adalah dengan menggabungkan keduanya, yaitu melafalkan dengan lisan sambil menghadirkan hati dan memahami maknanya.

4. Apa keutamaan membaca Subhanallah 100 kali?

Rasulullah SAW bersabda: "Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk memperoleh seribu kebaikan setiap hari? Ia bertasbih seratus kali, maka akan ditulis untuknya seribu kebaikan, atau dihapus darinya seribu kesalahan" (HR. Muslim).

5. Apakah dzikir singkat bisa menghapus dosa?

Ya, dzikir singkat seperti Subhanallah wa bihamdihi yang dibaca 100 kali sehari dapat menghapus dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Subhanallah wa bihamdihi seratus kali dalam sehari, maka akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR. Bukhari dan Muslim).