Kumpulan Doa agar Anak menjadi Penyejuk Hati, Saleh dan Salehah

Anak merupakan karunia sekaligus amanah yang harus dijaga.

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Doa agar anak menjadi penyejuk hati merupakan salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan orang tua untuk memohon keturunan yang saleh dan salehah yang tentu akan membuat hati tenang. Setiap orang tua tentu berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, taat beribadah, serta membawa kebahagiaan bagi keluarga.

Anak merupakan karunia sekaligus amanah yang harus dijaga. Firman Allah dalam Surah Al-Kahfi ayat 46 bahwa harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal saleh yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Allah dan lebih baik untuk menjadi harapan. Ayat ini mengingatkan bahwa kebahagiaan memiliki anak perlu diiringi tanggung jawab untuk membimbing mereka menuju kehidupan yang diridai Allah SWT.

Pentingnya memiliki keturunan yang saleh juga tergambar dalam hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya anak saleh yang mendoakannya. Hadis ini menunjukkan bahwa pendidikan agama dan pembentukan akhlak anak memiliki arti penting, bahkan dapat menjadi jalan berlanjutnya pahala bagi orang tua setelah meninggal dunia.

Sejumlah doa untuk memohon keturunan yang baik telah diajarkan dalam Al-Qur'an. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih membahas tuntunan doa dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik membahas berbagai doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis.

Mendoakan anak sebaiknya menjadi kebiasaan yang menyertai proses pengasuhan, bukan hanya dilakukan ketika anak menghadapi masalah. Dengan menggabungkan doa, kasih sayang, dan pendidikan yang baik, orang tua dapat berusaha membentuk anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Kumpulan Doa agar Anak Menjadi Penyejuk Hati

1. Doa Qurrata A'yun (QS. Al-Furqan: 74)

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil-muttaqīna imāmā

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini adalah doa yang paling masyhur untuk memohon agar anak dan pasangan menjadi penyejuk hati. Dalam kitab Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa kata qurrata a'yun berarti "penyejuk mata" atau "hal yang menyenangkan hati".

Doa ini dipanjatkan oleh hamba-hamba Allah yang memiliki sifat-sifat mulia, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya. Mereka tidak hanya memohon untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga mereka, agar menjadi generasi yang bertakwa dan menjadi teladan bagi orang lain.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling komprehensif karena mencakup permohonan untuk pasangan dan keturunan sekaligus. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga mencantumkan doa ini sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh setiap muslim yang mendambakan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

2. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan Saleh

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Rabbi hab lī minash-shāliḥīn

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau mendambakan keturunan yang saleh. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling komprehensif untuk memohon keturunan yang saleh, karena mencakup permohonan agar anak yang dilahirkan menjadi orang yang taat kepada Allah dan bermanfaat bagi agama.

Doa ini sudah sering dan selalu dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim sejak beliau masih lajang, belum menikah. Ini menunjukkan bahwa memohon keturunan saleh adalah amalan yang sepatutnya dimulai sejak dini, bahkan sebelum menikah.

3. Doa Nabi Ibrahim AS Memohon Keturunan yang Mendirikan Shalat

Arab: رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Latin: Rabbij'alnī muqīmash-shalāti wa min dzurriyyatī rabbanā wa taqabbal du'ā'ī

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)

Doa ini merupakan permohonan Nabi Ibrahim agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjaga shalat. Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz karya Syekh Wahbah az-Zuhaili, dijelaskan bahwa Nabi Ibrahim mendoakan kebaikan bagi dirinya dan keturunannya dengan memohon agar mereka menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, yang merupakan tiang agama.

Doa ini juga dikutip dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI sebagai doa yang mencakup permohonan agar keturunan menjadi generasi yang taat beribadah.

4. Doa Nabi Zakariya AS Memohon Keturunan yang Baik

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Latin: Rabbi hab lī mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samī'ud-du'ā'

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." (QS. Ali Imran: 38)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakariya AS ketika beliau mendambakan keturunan di usia senja. Dalam kitab Tafsir at-Thobari karya Imam At-Thobari, dikisahkan bahwa Nabi Zakariya yang mendapatkan amanah untuk mengurus Maryam memanjatkan doa agar diberi keturunan yang baik dan saleh.

Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya dengan lahirnya Nabi Yahya AS, yang kemudian menjadi salah seorang nabi.

Doa ini juga dikutip dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr sebagai doa yang mencakup permohonan keturunan yang baik (dzurriyyatan thayyibah), yang mencakup kebaikan dalam agama, akhlak, dan keturunan.

5. Doa Memohon Anak yang Saleh dan Hafiz Al-Qur'an

Arab: اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Latin: Allahummaj'al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur'ani wa sunnati fuqoha fiddiin mubarokan hayatuhum fiddunya wal aakhirah

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang saleh, yang menghafal Al-Qur'an dan Sunnah, yang paham dalam urusan agama, dan keberkahan hidup mereka di dunia dan akhirat."

Doa ini dikutip dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI dan dianjurkan untuk dibaca oleh orang tua secara rutin. Doa ini mencakup permohonan agar anak-anak menjadi generasi yang saleh, hafal Al-Qur'an, dan memiliki pemahaman agama yang mendalam.

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca oleh setiap orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi penyejuk hati dan bermanfaat bagi agama.

6. Doa Memohon Perlindungan untuk Anak dari Setan

Arab: وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: Wa innī u'īdzuhā bika wa dzurriyyatahā minasy-syaithānir-rajīm

Artinya: "Dan aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada-Mu dari setan yang terkutuk." (QS. Ali Imran: 36)

Doa ini dipanjatkan oleh istri Imran ketika melahirkan Maryam. Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa perlindungan untuk anak dan keturunan dari gangguan setan.

Doa ini juga dikutip dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr sebagai doa yang mencakup permohonan perlindungan bagi anak dan keturunan dari segala keburukan.

Waktu Terbaik Doa agar Anak Menjadi Penyejuk Hati

1. Setelah Shalat Fardhu

Waktu yang paling utama untuk mendoakan anak agar menjadi penyejuk hati adalah setelah menunaikan shalat fardhu lima waktu. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa yang dilakukan setelah shalat fardhu adalah doa yang didengar oleh Allah. Doa memohon anak saleh dan salehah sebaiknya dibaca secara konsisten, dan waktu terbaiknya adalah setelah salat wajib, terutama Subuh dan Magrib.

2. Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Tahajud)

Sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Doa ibu itu mustajab, apalagi dipanjatkan saat waktu mustajab, yaitu sepertiga malam terakhir. Pada waktu ini, seorang hamba dapat memanjatkan doa agar anak-anaknya menjadi penyejuk hati dan generasi yang saleh.

3. Antara Adzan dan Iqamah

Waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan shalat.

4. Ketika Sujud dalam Shalat

Rasulullah SAW bersabda: "Adapun ketika bersujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu doa lebih cepat dikabulkan" (HR. Muslim). Sujud merupakan waktu yang sangat baik untuk memohon kebaikan bagi anak dan keturunan.

5. Ketika Turun Hujan

Waktu turun hujan adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: "Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika turun hujan" (HR. Al-Hakim). Orangtua juga bisa membaca doa ini saat hujan turun.

6. Sepanjang Hari Jumat

Hari Jumat adalah hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa, salah satunya menjelang Maghrib. Pada hari ini, doa untuk keluarga dan anak sangat dianjurkan untuk dipanjatkan.

7. Setelah Shalat Subuh dan Sebelum Matahari Terbit

Waktu setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit adalah waktu yang penuh keberkahan. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Dianjurkan untuk membaca doa agar anak menjadi penurut secara konsisten setiap pagi selama satu bulan.

8. Kapan Saja dan di Mana Saja

Pada prinsipnya, doa agar anak menjadi penyejuk hati dapat dipanjatkan kapan saja dan di mana saja. Orangtua bisa membaca doa untuk anak kapan pun, tapi waktu paling utama untuk mendoakan anak-anak mereka adalah setelah sholat fardhu, saat hujan turun, dan saat sepertiga malam.

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya menjelaskan bahwa dzikir dan doa tidak terbatas pada ruang dan waktu, dan dapat dilakukan di setiap kesempatan.

Keutamaan Doa agar Anak Menjadi Penyejuk Hati

1. Mendapatkan Anak Saleh yang Menjadi Investasi Akhirat

Anak yang saleh adalah investasi akhirat yang pahalanya tidak akan terputus. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang telah meninggal, maka semua amalnya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya" (HR. Muslim).

Dengan mendoakan anak agar menjadi penyejuk hati, orang tua berinvestasi untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Anak yang saleh akan menjadi penyejuk hati saat di dunia dan jalur pahala jariyah yang terus mengalir saat sudah di alam barzakh.

2. Mendapatkan Keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Doa Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yun mencakup permohonan agar keluarga menjadi penyejuk hati dan sumber ketenangan. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran-Nya) adalah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan menjadikan kasih sayang di antara kamu" (QS. Ar-Rum: 21).

Dengan doa ini, seorang hamba memohon agar keluarganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Memiliki keturunan yang shalih dapat menyelamatkan kehidupan orang tua baik di dunia maupun di akhirat.

3. Doa Orang Tua adalah Doa yang Mustajab

Doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu doa yang mustajab dan tidak tertolak. Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi iaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bermusafir dan doa orang tua pada anaknya" (HR. Ibnu Majah).

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada doa yang tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir" (HR. Al-Baihaqi). Dengan demikian, doa orang tua untuk anaknya memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah.

4. Meneladani Doa Para Nabi dan Orang Saleh Doa-doa untuk anak yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits merupakan doa yang dipanjatkan oleh para nabi dan orang-orang saleh. Nabi Ibrahim, Nabi Zakariya, dan Nabi Ismail 'alaihimus-salam telah mencontohkan doa-doa ini. Gus Awis menegaskan bahwa doa ayah untuk anak-anaknya adalah tradisi para nabi yang harus dilestarikan.

Dengan mengamalkannya, seorang muslim meneladani jejak para kekasih Allah dan mendapatkan keberkahan dari doa-doa yang mustajab. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, "Doa seorang muslim untuk kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan orang itu adalah doa yang mustajab" (HR. Muslim).

5. Membangun Generasi yang Menegakkan Shalat

Doa Nabi Ibrahim Rabbij'alnī muqīmash-shalāti wa min dzurriyyatī adalah doa yang sangat penting untuk membangun generasi yang menjaga shalat. Dalam kitab Tafsir Al-Mishbah, Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan agar keturunan menjadi orang-orang yang mendirikan shalat, yang merupakan tiang agama.

Dengan doa ini, seorang hamba berusaha memastikan bahwa keturunannya menjadi generasi yang taat beribadah. Doa ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan spiritual antara orang tua dan anak.

 

Pertanyaan Seputar Doa Anak Saleh

1. Apa doa yang paling utama untuk memohon agar anak menjadi penyejuk hati?

Doa yang paling utama adalah Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a'yunin waj'alnā lil-muttaqīna imāmā (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa). Doa ini bersumber dari QS. Al-Furqan ayat 74 dan merupakan doa yang paling masyhur untuk memohon anak yang menjadi penyejuk hati.

2. Kapan waktu terbaik mendoakan anak agar menjadi penyejuk hati?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat fardhu, terutama Subuh dan Magrib, sepertiga malam terakhir (waktu tahajud), antara adzan dan iqamah, ketika sujud dalam shalat, ketika turun hujan, dan sepanjang hari Jumat.

3. Apakah doa orang tua untuk anaknya mustajab?

Ya, doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu doa yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda: "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi iaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bermusafir dan doa orang tua pada anaknya" (HR. Ibnu Majah).

4. Apa keutamaan memiliki anak yang menjadi penyejuk hati?

Keutamaannya antara lain mendapatkan anak saleh yang menjadi investasi akhirat, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, serta pahala yang terus mengalir hingga akhirat. Anak yang saleh juga akan menjadi penyejuk hati saat di dunia dan jalur pahala jariyah yang terus mengalir saat sudah di alam barzakh.

5. Apakah doa agar anak menjadi penyejuk hati bisa dibaca untuk anak yang sudah dewasa?

Ya, doa ini bisa dibaca untuk anak yang sudah dewasa. Doa orang tua tidak mengenal batas usia anak. Bahkan, doa orang tua untuk anaknya yang sudah dewasa tetap mustajab, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir dan antara adzan dan iqamah.