Bacaan Dzikir yang Dianjurkan setelah Selesai Sholat, Panduan Lengkap

Bacaan dzikir setelah sholat fardhu merupakan amalan yang dianjurkan.

Diterbitkan 17 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan dzikir setelah sholat fardhu merupakan amalan yang dianjurkan. Setelah salam, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak langsung beranjak dari tempat sholat, tetapi meluangkan waktu untuk berdzikir dan berdoa sebagai bentuk syukur sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah bacaan dzikir yang dapat diamalkan. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan berbagai tuntunan dzikir yang bersumber dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Bacaan-bacaan tersebut menjadi sarana untuk mengingat Allah, memohon ampunan, dan menjaga kedekatan spiritual setelah beribadah.

Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik juga membahas pentingnya doa dan dzikir sebagai amalan yang mudah dilakukan, tetapi memiliki keutamaan besar. Rangkaian bacaan dzikir setelah sholat juga dapat ditemukan dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI.

Memahami urutan bacaan dzikir setelah sholat dapat membantu umat Islam mengamalkannya secara lebih teratur dan sesuai tuntunan. Karena itu, penting untuk mengetahui bacaan Arab, latin, arti, serta dalil dan keutamaannya agar dzikir tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga dilakukan dengan pemahaman dan penghayatan.

Urutan Bacaan Dzikir Setelah Selesai Sholat

1. Istighfar (3 Kali)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم

Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīm (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (3x)

Diriwayatkan dari Tsauban, bahwa Rasulullah SAW apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali. Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, istighfar ini dibaca sebagai pembuka dzikir setelah sholat, sebagai bentuk pengakuan atas kekurangan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama sholat.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa istighfar setelah shalat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan, karena seorang hamba menyadari bahwa ibadahnya tidak luput dari kekurangan.

2. Doa Keselamatan: Allahumma Antas Salam

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin: Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām

Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah As-Salam (sumber keselamatan), dan dari-Mu lah keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Tsauban. Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, doa ini disebutkan sebagai doa yang selalu dibaca Nabi setelah istighfar, dan mengandung pujian kepada Allah sebagai sumber segala keselamatan serta permohonan keberkahan.

3. Kalimat Tauhid dan Doa Warid

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr. Allāhumma lā māni‘a limā a‘thaita wa lā mu‘thiya limā mana‘ta wa lā yanfa‘u dzal-jaddi minkal jadd

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (adzab)-Mu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu'bah. Dalam Buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi setelah sholat, dan mencakup tauhid, pengakuan atas kekuasaan Allah, serta kepasrahan total kepada-Nya.

4. Doa Memohon Pertolongan untuk Dzikir dan Syukur

Arab: اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik

Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i dari Muadz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW pernah memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Muadz, demi Allah aku mencintaimu. Aku wasiatkan kepadamu, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai shalat untuk mengucapkan doa ini".

Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebut sebagai doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga pilar utama ibadah: dzikir, syukur, dan ibadah yang baik.

5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 Kali)

Arab: سُبْحَانَ اللهِ (33x) الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x) اللهُ أَكْبَرُ (33x)

Latin: Subhaanallaah (33x) Alhamdulillaah (33x) Allaahu Akbar (33x)

Artinya: "Maha Suci Allah" (33x) "Segala puji bagi Allah" (33x) "Allah Maha Besar" (33x)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

Dalam kitab Ihya' Ulum al-Din, Imam Al-Ghazali memasukkan bahasan khusus tentang dzikir ini dan menegaskan keutamaannya yang sangat besar.

6. Doa Tahlil Penutup

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan merupakan penutup dari rangkaian tasbih, tahmid, dan takbir. Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa membaca tahlil ini setelah dzikir 33x akan menyempurnakan jumlah menjadi 100 dan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

7. Ayat Kursi

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)

Diriwayatkan dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i, dishahihkan oleh Al-Albani).

Keutamaan Dzikir Setelah Selesai Sholat

1. Diampuni Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim).

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulum al-Din juga menegaskan keutamaan ini, dan Imam An-Nawawi dalam Riyadh as-Shalihin mencantumkan hadits ini pada bab keutamaan dzikir.

2. Mendapatkan Pahala Setara Membebaskan Budak

Nabi SAW bersabda: "Siapa yang mengucapkan Laa ilaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah... setiap hari 100 kali, maka baginya akan ditulis 10 keadilan budak, dicatat 100 kebajikan dan dihapuskan 100 kemiskinan" (Muttafaqun 'alaih).

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa dzikir ini mencakup tauhid yang paling murni dan merupakan sebab diampuninya dosa.

3. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

4. Doa yang Mustajab

Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang didengar oleh Allah (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa doa setelah shalat fardhu adalah doa yang mustajab.

5. Mendapatkan Perlindungan dan Jaminan Masuk Surga

Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu menjadikan seseorang tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga memberikan perlindungan dari segala keburukan.

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan petang, maka bacaan itu akan mencukupinya sebagai perlindungan dari segala sesuatu.

6. Meneladani Sunnah Nabi SAW

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat indah dalam berdzikir setelah sholat. Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa berdzikir setelah sholat adalah bagian dari sunnah harian Nabi yang sepatutnya dihidupkan kembali oleh setiap muslim.

7. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan

Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa dzikir dan doa setelah sholat dapat membuka pintu rezeki dan mendatangkan keberkahan dalam hidup, karena Allah menjanjikan balasan yang berlipat bagi orang yang senantiasa mengingat-Nya.

 

Pertanyaan Seputar Bacaan Dzikir

1. Apa saja bacaan dzikir yang dianjurkan setelah selesai sholat?

Bacaan dzikir setelah selesai sholat antara lain istighfar 3 kali, doa Allahumma Antas Salam, kalimat tauhid dan doa Allahumma laa maani'a limaa a'thoita, doa Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik, tasbih-tahmid-takbir 33 kali, tahlil penutup, Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

2. Kapan waktu yang tepat untuk berdzikir setelah sholat?

Waktu yang paling tepat adalah setelah salam dan sebelum beranjak dari tempat sholat, karena pada saat itu doa seorang hamba mudah dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa setelah sholat fardhu adalah salah satu doa yang mustajab.

3. Apakah harus membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali?

Ya, dianjurkan untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan membaca tahlil penutup. Amalan ini memiliki keutamaan besar, yaitu diampuninya dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan.

4. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi setelah sholat?

Diriwayatkan dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i).

5. Apakah doa setelah sholat harus dibaca dengan suara keras?

Tidak, doa setelah sholat dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap, sebagaimana firman Allah: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).