Mojtaba Khamenei: Uranium Diperkaya Harus Tetap di Iran

Hal ini diungkapkan Mojtaba Khamenei usai Trump berambisi untuk memiliki uranium diperkaya milik Iran.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Pemimpin tertinggi Iran dilaporkan mengeluarkan arahan agar persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik negaranya tidak dikirim ke luar negeri. Keputusan itu dinilai dapat memperkeras sikap Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat terkait konflik Iran-Israel.

Dua sumber senior Iran menyebut Mojtaba Khamenei telah memerintahkan agar uranium dengan tingkat pengayaan mendekati level senjata nuklir tetap berada di dalam wilayah Iran, dikutip dari Middleeasteye, Jumat (22/5/2026).

Langkah tersebut berpotensi mempersulit upaya diplomatik Presiden AS Donald Trump yang tengah mendorong kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa Trump telah meyakinkan pemerintah Israel mengenai nasib cadangan uranium Iran. Menurut mereka, setiap kesepakatan damai nantinya harus mencakup klausul pengiriman uranium yang sangat diperkaya keluar dari Iran.

Persediaan uranium itu dinilai menjadi elemen penting dalam potensi pengembangan senjata nuklir apabila dimurnikan lebih lanjut.

Namun, para pejabat senior Iran menilai pengiriman material tersebut ke luar negeri justru akan melemahkan posisi pertahanan negara mereka.

Menurut sumber yang sama, Teheran khawatir Iran akan semakin rentan terhadap serangan di masa depan dari Amerika Serikat maupun Israel apabila cadangan uranium strategis tersebut dipindahkan.

Ketegangan terkait program nuklir Iran kembali meningkat setelah Washington dan Tel Aviv terus menekan Teheran agar membatasi aktivitas nuklirnya sebagai bagian dari upaya perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.