Harga Minyak Melambung Setelah Serangan Kapal Tanker di Selat Hormuz

Harga minyak Brent dan WTI kompak melesat di tengah kerapuhan perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga minyak dunia setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker dari Qatar di dekat Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Rabu (8/7/2026), serangan di dekat jalur pelayaran itu, menegaskan kembali kerapuhan perjanjian perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran, saat negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Harga minyak Brent berjangka ditutup menguat 3% ke US 74,16 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 2,8% menjadi US$ 70,44.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al Ansari menuturkan, Iran menyerang kapal tanker gas alam cair Qatar, Al-Rekayyat saat melintas di dekat Selat Hormuz.

"Kami menuntut agar Republik Islam Iran segera menghentikan semua praktik yang merusak keamanan regional atau mengancam keselamatan navigasi maritim internasional,” kata al Ansari dalam sebuah unggahan di media sosial.

“Kami sepenuhnya bertanggung jawab secara hukum atas serangan ini dan atas segala kerusakan dan konsekuensi yang diakibatkannya.”

Konfirmasi Qatar atas serangan tersebut muncul setelah Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan pada hari Senin bahwa sebuah kapal tanker dihantam oleh proyektil tak dikenal sekitar 8 mil laut di sebelah timur Limah, Oman. UKMTO adalah layanan peringatan keamanan maritim.

Kapal tanker lain yang melintasi Hormuz pada Selasa tampaknya dihantam oleh proyektil tak dikenal dan diyakini mengalami kerusakan struktural, kata UKMTO dalam laporan insiden lainnya.

Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman bulan lalu untuk mengakhiri perang mereka yang hampir empat bulan.

 

 

Harga Minyak Kembali Naik Usai Jam Perdagangan

Namun, harga kembali naik setelah beberapa jam perdagangan usai AS mencabut izin Iran untuk menjual minyaknya.

“Seperti yang telah berulang kali ditegaskan oleh Presiden Trump dan pemerintahannya, nota kesepahaman yang berlaku dengan Iran sepenuhnya berbasis kinerja,” kata seorang pejabat AS kepada CNBC.

Setelah jam perdagangan, harga minyak Brent menguat 5,6% menjadi US$ 76,04. Harga minyak WTI melonjak 5,4% menjadi US$ 72,25.

“Situasi di sekitar Selat Hormuz tetap belum stabil. Tetapi seperti yang telah kami kemukakan sejak Maret, kedua belah pihak pada akhirnya harus memiliki kepentingan untuk meredakan konflik,” kata Ekonom Berenberg. Holger Schmieding dalam catatan pada Jumat lalu.

“Menjelang pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November, Presiden AS Donald Trump menginginkan harga minyak rendah sementara Garda Revolusi di Teheran menginginkan uang dari potensi pencabutan sanksi,” ia menambahkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6