Inggris Pertimbangkan Banding Kartu Merah Jarell Quansah, Tiru Folarin Balogun

Inggris mempertimbangkan banding kartu merah Jarell Quansah di Piala Dunia 2026 setelah FIFA mencabut skorsing Folarin Balogun dari AS.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bek timnas Inggris, Jarell Quansah, menerima kartu merah langsung pada menit ke-54 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko, Minggu (5/7/2026). Insiden tersebut secara otomatis mengakibatkan skorsing satu pertandingan, yang berarti Quansah diperkirakan akan absen pada laga perempat final Inggris melawan Norwegia. Situasi ini menempatkan skuad The Three Lions dalam dilema jelang pertandingan krusial tersebut.

Namun, harapan muncul bagi Inggris setelah Komite Disipliner FIFA pada 5 Juli 2026 membuat keputusan mengejutkan dengan mencabut skorsing otomatis satu pertandingan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan langka ini memungkinkan Balogun untuk tetap bermain dalam pertandingan babak 16 besar AS melawan Belgia.

Preseden yang diciptakan oleh kasus Balogun kini mendorong Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk mempertimbangkan langkah serupa bagi Quansah, membuka diskusi luas mengenai konsistensi penerapan aturan disipliner FIFA di turnamen besar.

Kartu Merah Jarell Quansah dan Reaksi Tim

Quansah dihukum setelah melakukan tekel meluncur yang keras dan berbahaya terhadap pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Meskipun wasit Alireza Faghani awalnya tidak memperhatikan insiden tersebut, tinjauan Video Assistant Referee (VAR) pada akhirnya mengarahkan wasit untuk menunjukkan kartu merah kepada bek Inggris tersebut.

Pelatih kepala Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan kebingungannya atas keputusan tersebut. Tuchel menegaskan bahwa, "Jelas, itu bukan kartu merah. VAR terlibat. Keputusan sudah dibuat. Siapa yang membatalkan keputusan ini dan kapan serta atas dasar apa? Ini aneh bagi saya. Kami menginginkan konsistensi," ujarnya, mengisyaratkan ketidakpuasan terhadap proses pengambilan keputusan.

Berdasarkan aturan disipliner otomatis di Piala Dunia FIFA 2026, setiap pemain yang menerima kartu merah langsung atau dua kartu kuning dilarang bermain di pertandingan berikutnya timnya. Oleh karena itu, Quansah akan absen dalam pertandingan perempat final Inggris.

Preseden Kontroversial Folarin Balogun dan Intervensi Tingkat Tinggi

Folarin Balogun, penyerang Amerika Serikat, menerima kartu merah pada menit ke-64 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Bosnia & Herzegovina pada 1 Juli 2026. Ia diusir dari lapangan karena pelanggaran serius setelah tinjauan VAR.

Pada 5 Juli 2026, Komite Disipliner FIFA mencabut skorsing otomatis satu pertandingan Balogun, sebuah langkah yang disebut "luar biasa" dan memicu pujian dari mantan Presiden AS Donald Trump serta kemarahan dari tim Belgia. Keputusan ini didasarkan pada Pasal 27 Bab 4 Kode Disipliner FIFA, yang memberikan diskresi kepada badan yudisial untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner untuk masa percobaan. Pencabutan skorsing ini dilaporkan terjadi setelah intervensi dari Presiden AS Donald Trump, yang menelepon langsung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kartu merah tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ini merupakan langkah yang sangat tidak biasa, dengan beberapa sumber menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya skorsing kartu merah di Piala Dunia dibatalkan dalam 64 tahun terakhir, sejak kasus Garrincha pada tahun 1962.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan