Liputan6.com, Jakarta Tepat setahun lalu, Ruben Amorim datang ke Manchester United dengan senyum lebar dan penuh antusiasme. Dalam konferensi pers perdananya, pelatih asal Portugal itu menyebut melatih Setan Merah sebagai “mimpi yang menjadi kenyataan”.
Namun, kenyataan di Old Trafford ternyata jauh lebih keras dari yang dibayangkannya. Mimpi indah itu segera berubah menjadi cobaan berat yang menguji karakter, filosofi, dan kepemimpinannya.
Awalnya, semua tampak menjanjikan. Laga debutnya melawan Ipswich Town di Portman Road bahkan dibuka dengan gol cepat Marcus Rashford di menit kedua.
Awal Terjal Amorim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5020423/original/043317400_1732521712-Manchester_United_Debut_Ruben_Amorim-2.jpg)
Para jurnalis di tribune pers kala itu sempat mengira United telah menemukan pelatih jenius baru. Tapi kenyataan berkata lain, laga berakhir imbang 1-1, dan sejak saat itu, perjalanan Amorim justru menurun drastis. Dalam hitungan minggu, atmosfer positif berubah menjadi tekanan hebat.
United gagal menang dalam enam laga beruntun di periode Natal dan Tahun Baru 2024. Krisis makin dalam setelah memasuki April, di mana timnya mencatat tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
Gaya bermain yang idealis ala Amorim, berbasis penguasaan bola tinggi dan pressing agresif, justru sering terlihat kaku dan tidak cocok dengan karakter skuad yang dimilikinya. Banyak pemain tampak kesulitan memahami sistem tersebut, sementara sebagian lainnya diyakini tidak mau beradaptasi.
Masalah Internal MU
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364093/original/007710900_1759040182-Brentford_vs_manchester_united-5.jpg)
Masalah internal pun ikut memperburuk situasi. Amorim mewarisi ruang ganti yang sudah lama disebut “beracun”, penuh ego dan ketidakpuasan. Konflik memuncak ketika lima pemain, termasuk Rashford, Jadon Sancho, dan Alejandro Garnacho disebut menolak kembali ke sesi pramusim karena tak puas dengan peran mereka.
Amorim kemudian bertindak tegas, memblokir kelompok tersebut dan menyingkirkan mereka dari skuad utama. Langkah yang keras, namun dianggap perlu untuk menegakkan disiplin dan memulihkan otoritas pelatih.
Di tengah tekanan media dan sorotan publik, Amorim tak pernah bersembunyi. Ia kerap berbicara jujur, bahkan terlalu jujur. Dalam beberapa wawancara, ia mengakui timnya tampil memalukan, menyebut United sedang dalam “pertarungan degradasi”, dan bahkan menawarkan pengunduran diri jika pihak manajemen menilai dirinya gagal total.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5392574/original/074059500_1761467897-amorim.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409803/original/055774900_1479463912-manchester-united.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4906785/original/020580800_1722493610-063_2164724365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3376364/original/028237600_1613287493-4_000_8XA3CH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8616795/original/021427400_1782603659-rashford.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512426/original/005153900_1771974442-AP26055732853264.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4396427/original/066158100_1681546871-000_33CX23R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261527/original/038516300_1781737862-063_2282106474.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260103/original/090147500_1781570439-Mateus_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5057635/original/034689000_1734597945-000_36HG3F6.jpg)