Menko Airlangga Pede Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen Kuartal II-2026

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut investasi dan insentif pemerintah jadi penopang pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2026.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh positif di atas 5 persen pada Kuartal II-2026. Menurutnya, capaian tersebut ditopang oleh solidnya kinerja investasi di Tanah Air serta dorongan dari berbagai stimulus yang digulirkan pemerintah.

"(Pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen. Kuartal kedua masih ditopang oleh investasi dan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah," kata Airlangga saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sebagai informasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada Kuartal II-2026 mencapai Rp 511,8 triliun, atau tumbuh 7,1 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 257,7 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 254,1 triliun.

Pada saat yang sama, beragam stimulus juga digulirkan pemerintah, mulai dari diskon tiket transportasi hingga bantuan pangan, termasuk penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Airlangga menambahkan bahwa kombinasi antara investasi dan belanja pemerintah akan terus menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya.

"Ya, untuk kuartal ketiga dan keempat tentu salah satu yang didorong adalah belanja pemerintah dan investasi," ucapnya.

 

Catatan Permintaan Investor dan Debottlenecking

Airlangga mengungkapkan bahwa minat investor untuk masuk ke Indonesia sebetulnya tergolong sangat positif tahun ini. Namun, ada beberapa kendala yang menjadi perhatian, salah satunya terkait dengan proses perizinan. Kendala ini terus dibahas pemerintah untuk ditemukan solusinya agar tidak menghambat aliran modal.

"Minat untuk berinvestasi kemarin sebetulnya relatif tinggi, tetapi mereka meminta ada beberapa hal terkait dengan debottlenecking, termasuk di antaranya isu perizinan," jelas Airlangga.

 

Pemetaan 5 Negara Asal Investasi Terbesar di Indonesia

Sebelumnya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai investor asing terbesar di Indonesia sepanjang Semester I-2026. Total nilai investasi dari Negeri Singa tersebut mencapai US$ 8,8 miliar, mengungguli Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

"Ini lima negara besarnya. Memang Singapura dalam 10 tahun terakhir masih memegang peran sebagai investor terbesar di Indonesia dengan nilai kurang lebih US$ 8,8 miliar," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Kamis (16/7/2026).

Meskipun Singapura mendominasi secara keseluruhan sepanjang semester pertama, Rosan menjelaskan bahwa terjadi pergeseran peta investasi pada Kuartal II-2026, di mana Hong Kong berhasil melonjak menjadi investor terbesar.

Secara kumulatif di Semester I-2026, posisi lima besar negara asal investasi ditempati oleh:

  • Singapura: US$ 8,8 miliar
  • Hong Kong: US$ 7,8 miliar
  • Tiongkok: US$ 3,9 miliar
  • Jepang: US$ 1,9 miliar
  • Amerika Serikat: US$ 1,7 miliar

"Terjadi sedikit pergeseran pada kuartal kedua, di mana investor terbesar kita justru berasal dari Hong Kong, yaitu kurang lebih US$ 5 miliar, baru diikuti Singapura, Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Namun, secara overall di semester pertama ini posisi puncak masih ditempati oleh Singapura," pungkas Rosan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6