Gunung Semeru Erupsi Lagi, Terdengar Suara Dentuman

Warga mengaku mendengar suara dentuman dan gemuruh saat Gunung Semeru erupsi Rabu malam (16/9/2026).

Diterbitkan 17 September 2026, 06:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi yang disertai suara dentuman dan gemuruh cukup keras pada Rabu malam, (16/9/2026) pukul 22.18 WIB.

​Meskipun letusan secara visual tertutup kegelapan malam, Pos Pengamatan Gunung Semeru memantau getaran seismik yang signifikan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi getaran berlangsung selama 128 detik.

​"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 22.18 WIB. Visual letusan tidak teramati, namun letusan tersebut disertai suara dentuman dan gemuruh," ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, Kamis (17/9/2026).

​Dampak dari suara gemuruh tersebut sempat memicu kekhawatiran warga sekitar. Namun, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.

​"Alhamdulillah, tidak ada dampak negatif akibat suara gemuruh tersebut," tegas Isnugroho.

​Saat ini, status Gunung Semeru masih tertahan di Level III  atau Siaga. BPBD Lumajang memperketat pengawasan dan merilis sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi masyarakat.

Di sektor Tenggara, steril dari segala aktivitas masyarakat hingga jarak 13 km dari puncak. Sedangkan di sempadan sungai. Dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km.

"Untuk zona bahaya radiasi 5 km dari kawah atau puncak harus dikosongkan guna menghindari risiko lontaran batu pijar," tambahnya.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, hingga anak-anak sungai kecil diimbau ekstra waspada terhadap potensi awan panas guguran dan lahar dingin.