Penantian Pilu Kakak Korban Kapal Virgo Transport: Isna, Kamu Sudah Janji Pulang...

Meski dilingkupi ketidakpastian, Mira masih menantikan kepulangan sang adik yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport di Laut Jawa.

Diterbitkan 16 September 2026, 08:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banjarmasin - Mira tampak lesu, matanya berkaca-kaca, namun harapannya tak pernah mati, dia masih menanti kepulangan adiknya, Isna Aulia (28), yang diduga menjadi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport di perairan Masalembo Laut Jawa. 

"Sampai saat ini adik saya belum juga ditemukan," kata Mira. Mata yang berkaca-kaca itu pun akhirnya menetaska air.

Mira sudah bertahan tiga hari di Pelabuhan Trisakti meski belum mendapat kepastian mengenai keberadaan adik bungsunya yang hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR.

"Tim SAR terus melakukan pencarian," katanya lagi.

Dia mengatakan, setiap kapal yang membawa korban hasil evakuasi dan pencarian tiba di Pelabuhan Trisakti selalu menjadi momen yang dinantinya, karena berharap Isna berada di antara korban yang berhasil diselamatkan.

"Isna, kamu sudah janji untuk pulang, janjimu harus kamu tepati, dan Kakak yakin Isna bisa melewati semua ini, Kakak tetap menunggu kamu di pelabuhan ini," katanya dengan suara terbata-bata.

Mira warga Pelambuan, Banjarmasin Barat itu mengaku selama tiga hari berada di Pelabuhan Trisakti, dirinya terus mengikuti perkembangan pencarian sambil menunggu informasi dari petugas mengenai korban yang ditemukan.

Setiap suara kapal yang mendekat ke pelabuhan kembali menumbuhkan harapan bagi Mira, meski hingga kini belum ada kabar yang memastikan adiknya telah ditemukan dalam kondisi selamat.

"Setiap ada kapal yang mengevakuasi sandar di pelabuhan, saya selalu berdoa Isna ada di dalam rombongan para korban yang selamat itu, tapi sampai saat ini belum ada kabar itu," tuturnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Mira berharap pencarian terhadap seluruh korban terus dilakukan secara maksimal sehingga keluarga mendapat kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya yang masih dinyatakan hilang.

Mira pun memilih tetap menunggu di Pelabuhan Trisakti sambil memanjatkan doa agar Isna segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam kondisi selamat.

 

Skenario Pencarian

Sementara itu, Basarnas menyiapkan berbagai skenario alternatif dalam pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus menghambat pelaksanaan operasi tim penyelaman bawah laut.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga. Namun akibat kondisi cuaca, belum memungkinkan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang telah disiapkan untuk dioperasikan dengan menjamin keselamatan personel.

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan,” kata Syafii terkait perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam (15/9/2026).

Syafii menjelaskan Basarnas tetap memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan dengan tetap mempersiapkan operasi bawah laut apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tim penyelam bekerja di sekitar bangkai kapal.

Basarnas juga didukung KRI Canopus, sebuah kapal teknologi canggih yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut dengan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder, namun belum dioperasikan secara maksimal akibat cuaca yang sangat buruk dan berbahaya di perairan itu.

Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter.

Akan tetapi, kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa menjadi faktor yang membatasi pelaksanaan pencarian.

Jika operasi bawah laut terus terkendala cuaca, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan terhadap bangkai kapal, termasuk menghitung proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, maupun menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT,” ujarnya.

Syafii mengatakan hingga hari ketiga operasi SAR, berbagai unsur dari udara, laut, masyarakat, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian belum menerima laporan mengenai penemuan korban tambahan.

Operasi pencarian pun tetap dilanjutkan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan.

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.